Budidaya Buncis

header budidaya buncis
Buncis termasuk sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selain nilai gizinya tinggi, buncis saat ini juga mulai dikenal untuk terapi pengobatan diabetes karena memiliki zat yang mampu merangang pangkreas untuk meningkatkan produksi insulin. Berikut  panduan budidaya buncis dan dilengkapi dengan informasi mengenai hama dan penyakit pada budidaya buncis. Semoga bermanfaat!


Pedoman Budidaya Buncis – Bag I Jenis-jenis bibit & Persiapan benih

budidaya buncis

budidaya buncis rambat secara organik di lahan dekat gunung Pangranngo Bogor

Buncis merupakan jenis polong-polongan yang banyak dimanfaakan orang sebagai sayuran. Sayuran ini banyak mengandung protein dan vitamin. Tanaman buncis cocok dibudidayakan di dataran tinggi, yaitu sekitar 1.000 sd 1.500 meter dpl. (lebih…)

Pedoman Budidaya Buncis – Bag II – Persiapan lahan

Pengolahan lahan media tanam

Persiapan lahan pada budidaya buncis

Persiapan lahan pada budidaya buncis

Pengolahan lahan media tanam ditujukan untuk menciptakan media tanam yang ideal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pembersihan rumput-rumputan, penggemburan tanah dan pembuatan parit-parit drainase adalah termasuk pengolahan tanah.

Pembajakan tanah dilakukan dengan kedalaman 20-30 cm. Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan dua kali dalam jangka waktu 2-3 minggu, untuk tanah ringan pencakungkulan cukup dilakukan sekali saja. (lebih…)

Pedoman Budidaya Buncis – Bag III ; Penanaman

Teknik Penanaman

penanaman benih buncis di lahan

penanaman benih buncis di lahan

Buncis tidak terlalu membutuhkan pengairan yang banyak, sehingga saat menanam paling cocok di peralihan musim. Hal ini sangat bagus untuk fase pertumbuhan buncis, di . Apabila penanaman dilakukan di musim penghujan perlu dibuat saluran drainase.

Penentuan Pola Tanam

Jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 50 cm, namun bila kesuburan tanahnya tinggi, jarak tanam bisa diperempit 20 x 40 cm. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari tumbuhnya gulma. (lebih…)

Pedoman Budidaya Buncis – Bag IV ; Pemeliharaan dan Pemupukan

Penyulaman

budidaya buncis rambat diikat dengan turus atau tajar

budidaya buncis rambat diikat dengan turus atau tajar

Setelah kira-kira 5 HST (Hari Setelah Tanam), benih akan mulai tumbuh. Apabila ada yang tidak tumbuh dilakukan penyulaman. Penyulaman dilakukan maksimal sebelum 10 HST (Hari setelah tanam) agar pertumbuhan bibit-bibit tidak berbeda jauh dan memudahkan pemeliharaan.

Pengguludan

Peninggian guludan atau bedengan dilakukan pada saat tanaman berumur 20 dan 40 hari. Lebih baik dilakukan pada saat musim hukan. Tujuan peningguan guludan ini untuk memperbanyak akar dan memelihara stuktur tanah. (lebih…)

Pedoman Budidaya Buncis – Bag V ; Panen

panen pada budidaya buncis

panen pada budidaya buncis

Buncis mulai berbunga pada 40 hari setelah tanam. Pada umur 50 hari, buncis sudah bisa dipanen. Buncis bisa dipanen 2 hari sekali dengan cara dipotong. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati supaya bunga tidak jatuh. Pemanenan bisa dilakukan hingga 10 kali. Biasanya pada panen pertama dan kedua hasinya mencapai 2-4 ton per hektar. Pada panen ketiga hingga kelima akan mencapai puncak lalu kemudian menurun hingga panen terakhir. Total hasil panen budidaya
buncis bisa mencapai 48 ton per hektar. (lebih…)

Pedoman Budidaya Buncis – Bag VI ; Hama dan Penyakit Utama pada Tanaman Buncis

Batang tanaman yang terkena penyakit layu

Batang tanaman yang terkena penyakit layu

Ada sekitar 7 hama dan 11 penyakit yang perlu diperhatikan dalam budiaya buncis. Berikut ini hama dan penyakit pada buncis beserta upaya pengendaliannya;

Hama

Berikut beberapa hama yang umum menyerang tanaman buncis; (lebih…)