Budidaya padi

budidaya padi agrokompleks mmc

Padi menjadi salah satu tanaman pangan pokok masyarakat Indonesia. Menurut data terakhir dari Badan Pangan Dunia (FAO) mencatat Indonesia menempati rangki 3 produksi beras setelah India dan Cina. Sehingga hal ini perlu terus didorong agar kualitas dan kuantitas produksi beras tercapai maksimal. Namun di satu sisi permasalahan kelestarian lingkungan (keberlanjutan) dan kesejahteraan petani masih menjadi PR besar.

Indonesia menjadi penghasil padi terbesar nomer 3 sedunia - Sumber FAO

Indonesia menjadi penghasil padi terbesar nomer 3 sedunia, setelah Cina dan Inda – Sumber statistik Badan Pangan Sedunia (FAO) 2014

Hal diatas sebagai pengantar materi-materi terkait pengembangan budidaya padi. Berikut materi-materi dari tim agrokompleks MMC terkait pengembangan budidaya padi. Semoga bermanfaat!


Kliping : Padi Ratun R5, Sekali Tanam Lima Kali Panen

 

 

 

Kliping - Padi ratun r5 sekali tanam lima kali panen - mongabay-22 juni 2019

Sawah seluas 12 hektar di kawasan Puspa Agro, Jemundo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak ramai. Panen Padi Ratun R5, yang ditemukan dan dikembangkan oleh Koos Kuntjahjo dan Aswin, bekerja sama dengan PT. Jatim Graha Utama selaku BUMD pengelola Puspa Agro, penyebabnya.

Padi Ratun R5 disebut jenis unggul. Alasannya, memberikan solusi kebutuhan beras, serta mengurangi subsidi pupuk yang selama ini menjadi beban pemerintah daerah di sektor pertanian. (lebih…)

Penyakit Blast pada Padi

Penyakit blas atau blast merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi di seluruh dunia. Berbagai negara sudah memiliki data tentang intensitas dan kehilangan hasil padi oleh penyakit blas, sementara di Indonesia belum ada hasil pengujian yang khusus dirancang untuk melihat tingkat intensitas penyakit blas di daerah endemik dan potensi kehilangan hasil yang diakibatkannya.

Bercak pada daun akibat serangan blas. sumber : opete

Penyebab : Penyakit blast atau disebut juga blas pada padi disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea (Cooke) Sacc. (sinonim dengan P. oryzae),

Gejala: Gejala paling nampak yakni menyerang pada daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

(lebih…)

Burung Hantu untuk Mengendalikan Tikus

Sepasang burung hantu bisa melindungi 25 hektar tanaman padi. Dalam waktu satu tahun, satu ekor burung hantu dapat memangsa 1300 ekor tikus.Penggunaan burung hantu bisa menurunkan serangan tikus pada lahan perkebunan maupun pertanian hingga di bawah 5 persen. (lebih…)

Basmi Tikus, 100 Ular Sawah Dilepas di Sleman

kliping-detikdotcom-selasa 18 mei 2004-Basmi Tikus 100 Ular Sawah Dilepas di Sleman

kliping-detikdotcom-selasa 18 mei 2004-Basmi Tikus 100 Ular Sawah Dilepas di Sleman

Yogyakarta – Prihatin karena terus-menerus gagal panen akibat diserang hama tikus, sekitar 100 ular sawah jenis phyton dilepaskan di areal persawahan Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Sleman.Acara pelepasan ular sawah sebagai predator alami untuk mengendalikan hama tikus itu hari ini Selasa (18/5/2004) dilakukan oleh Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto bersama-sama dengan petani di wilayah Cangkringan. Turut hadir pula Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Achmad Yulianto. Serangan hama tikus itu tidak hanya menyerang tanaman padi yang telah berbuah saja tetapi batang tanaman padi umur satu bulan pun habis dimakan tikus. (lebih…)

Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita

Padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita

Sangat sering terjadi ketika petani menghendaki padi tumbuh dengan anakan yang banyak justru yang terjadi anakan sedikit, menghendaki daun lebat tetapi yang terjadi daun kecil dan cepat berbunga, menghendaki berbunga tetapi malah daunnya yang tumbuh lebat. Tanaman seringkali tidak tumbuh ideal, bahkan periode fase pertumbuhannya terganggu meskipun cukup pupuk didalam tanah. (lebih…)

Loading...