Pedoman Budidaya Buncis – Bag II – Persiapan lahan

Pengolahan lahan media tanam

Persiapan lahan pada budidaya buncis

Persiapan lahan pada budidaya buncis

Pengolahan lahan media tanam ditujukan untuk menciptakan media tanam yang ideal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pembersihan rumput-rumputan, penggemburan tanah dan pembuatan parit-parit drainase adalah termasuk pengolahan tanah.

Pembajakan tanah dilakukan dengan kedalaman 20-30 cm. Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan dua kali dalam jangka waktu 2-3 minggu, untuk tanah ringan pencakungkulan cukup dilakukan sekali saja.

Pembuatan bedengan

Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 meter x lebar 1 meter dan tinggi 20 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm, cairan sebagai jalan juga untuk saluran pembuangan air (drainase). Untuk areal yang tidak begitu luas, misalnya tanah pekarangan, tiak dibuat bedengan tetapi menggunakan guludan tanah selebar 20 cm, panjang 5 meter, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70cm.

Pengapuran

Pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah, karena umumnya tanah Indonesia bersifat asam ( pH <7). Pengapuran dengan dolomit atau dengan jenis kapur pertanian lain. Pemberian kapur dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman, dengan cara sebagai berikut;

  •  Tanah digemburkan dengan cangkul atau bajak
  • Kapur disebar merata
  • Tanah dicangkul kembali atau dibajak kembali agar bercampur merata.

Pemupukan dasar

Pemupukan dasar dilakukan dengan pupuk kandang sebanyak 1 ton per 1000m2 dan 1 botol MOSA GOLD .  Lalu terbarkan secara merata kira-kira 10 kg/10 m2 (per bedengan) atau kira-kira 2 ember penuh. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dan MOSA GOLD untuk memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, aerasi dan draenase tanah lebih baik.

Pupuk organik padat MOSA GOLD mampu sebagai pembenah tanah, yakni merombak sisa-sisa pupuk kimia yang masih ada dalam tanah sehingga dapat diserap tanaman. MOSA GOLD juga dapat bertahan di tanah kira-kira 6 bulan, sehingga memberikan nutrisi secara bertahap (slow release) ke tanaman.

Pemberian agen hayati (Thrichoderma)

Untuk mencegah serangan penyakit layu, taburkan agens hayati MOSA GLIO 100 gr/1 bungkus MOSA GLIO dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan. Pemberian agens hayati MOSA GLIO juga bisa dilakukan dengan jalan dikocorkan apabila kesulitan mendapatkan pupuk kandang.

Pemberian Agens Hayati MOSA GLIO ini bertujuan agar di tanah kaya akan kandungan Thrichoderma sp dan Gliocladium sp , sehingga mampu mengantisipasi serangan jamur patogen penyebab layu .

aplikasi-mosa-glio-pada-kompos-atau-pupuk-kandang-akan-meningkatkan-mutu-sekaligus-sebagai-fungsi-pengendalian-jamur-penyebab-penyakit-di-lahan

pemberian agens hayati mosa glio yang mengandung thrichoderma sp dan gliocladium sp pada kompos atau pupuk kandang akan meningkatkan mutu sekaligus sebagai fungsi pengendalian jamur penyebab penyakit pada buncis

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.