Budidaya Bawang Putih


Mikroskopi Jamur Penyebab Becak Ungu Pada Tanaman Bawang Putih

Penyakit Becak Ungu /Trotol Pada Tanaman Bawang Putih

Mikroskopi Jamur Penyebab Becak Ungu Pada Tanaman Bawang Putih

Mikroskopi Jamur Penyebab Becak Ungu Pada Tanaman Bawang Putih

Nama Penyakit : Becak Ungu (Purpe Blotch) / Trotol

Penyebab Penyakit : Penyakit disebabkan oleh jamur Alternaria porri (Ell.) Cif.

Morfologi Patogen :

Misellium berwarna coklat muda, konidiofor tegak, bersekat, dengan ukuran 50 – 90 x 8 – 9 um.Konidium berbentuk gada terbalik, coklat berukuran 145 – 370 x 16 – 18 um, mempunyai sekat melintang 5 – 10 buah, dan 1 atau lebih sekat membujur. Konidium mempunyai paruh pada ujungnya.Paruh bersekat , panjangnya lebih separo panjang konidium. (lebih…)

ulat spodoptera exigua yang mendekam dan memakan pada daun bawang

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag VI : Hama dan Penyakit Utama pada Bawang Putih

ulat spodoptera exigua yang mendekam dan memakan pada daun bawang

ulat spodoptera exigua yang mendekam dan memakan pada daun bawang

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya bawang putih

Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua)

Bagian tanaman yang terserang terutama daunnya, baik daun pada tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua. Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang putih merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. (lebih…)

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag V : Panen dan Pasca Panen

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag V : Panen dan Pasca Panen

Cara Panen bawang putih

Proses panen dilakukan ciri-ciri 60-90 % daun telah rebah. Pada tanaman dataran rendah umur panen kira-kira 55-70 hari sedangkan pada tanaman bawang putih dataran tinggi umur panen berkisar 70 – 90 hari.

Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek. Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan. (lebih…)

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) - Bag IV : Teknik Irigasi/Pengairan & Perawatan Pada Fase pembentukkan Umbi

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag IV : Teknik Irigasi/Pengairan & Perawatan Pada Fase pembentukkan Umbi

Tanaman Bawang Putih Pada Fase Pembentukkan Umbi

Pengairan

  1. Penyiraman dua kali, pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh mencapai lebih 90 %
  2. Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang
  3. Tinggi permukaan air pada saluran / kanal dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman
  4. jika ada serangan Thrips dan hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.

(lebih…)

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) - Bag III : Penyiangan, Pembumbunan & Pemupukan

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag III : Penyiangan, Pembumbunan & Pemupukan

Tunas Bawang Putih yang Telah Tumbuh untuk siap dirawat secara intens

Penyiangan dan Pembumbunan

  1. Penyiangan pertama dilakukan umur 14HST (Hari Setelah Tanam) dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang.
  2. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang. (Lihat : Bagian Hama dan penyakit utama pada tanaman bawang putih)
  3. Tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang putih selalu tertutup tanah.
  4. Bedengan yang rusak dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran.
  5. Penyiangan kedua umur 30-35 HST, didangir, dibumbun dan bedengan yang rusak diperbaiki. 

(lebih…)

Mengolah Tanah Untuk Menanam Bawang Putih

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag II ; Persiapan Lahan dan Penanaman

Mengolah Tanah Untuk Menanam Bawang Putih

Pengolahan Tanah Untuk Menanam Bawang Putih sangat Mutlak Diperlukan, agar tanah lebih baik dan Gembur

Pengolahan Tanah

  1. Tanah dibuat bedengan dengan lebar 100 –  120 cm.
  2. Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (kanal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  3. Sebarkan pupuk kandang dosis 0,5-1 ton/1.000 m2 .
  4. Tanah dibedengan diolah sedalam 30 – 40 cm dan dihaluskan permukaannya.
  • Bila pH tanah < 5,6 beri dolomit dengan dosis  1,5 ton / ha (±1,5 kg per bedeng) disebarkan di atas bedengan, diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
  • Untuk mencegah serangan penyakit layu, taburkan agens hayati MOSA GLIO 100 gr/1 bungkus MOSA GLIO dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di  atas bedengan. Pemberian agens hayati MOSA GLIO juga bisa dilakukan dengan jalan dikocorkan apabila kesulitan mendapatkan pupuk kandang.

(lebih…)

Modul budidaya Bawang putih

Modul Budidaya Bawang Putih ( Allium Sativum )

Modul budidaya Bawang putih

Panduan budidaya Bawang putih

Bawang putih merupakan komoditas potensial baik untuk pasar lokal maupun impor. Dengan harga yang relatif stabil, bercocok tanam bawang putih sangat menjanjikan apalagi dengan masih sedikitnya petani yang membudidayakannya.
Keterbatasan ini disebabkan keterbatasan varietas bawang putih sendiri yang hanya cocok ditanam di dataran tinggi (> 800 m dpl). Walaupun sat ini sudah dikembangkan beberapa varietas bawang putih untuk dataran rendah.

(lebih…)

Bawang Putih

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum), Bag I ; Syarat tumbuh & Jenis-jenis bibit

Budidaya Bawan Putih (Allium sativum) Dengan teknologi MMC

Bawang Putih

Bibit Bawang Putih harus dipilih yang berkualitas agar hasilnya baik

Bawang putih meruapakan tanaman yang yang menjadi salah satu bahan utama penyedap makanan. Tanaman ini paling ideal jika ditanam di dataran tinggi.

Syarat Tumbuh

  • Tanah :
  • Bawang putih dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, banyak humus, dan lebih baik ditanam di tanah alluvial.
  • tanah yang disukai bawnag putih degan pH 6,7 – 7,5. Oleh karena itu, untuk tanah yanga asam harus diberi kapur pertanian terlebih dahulu.

(lebih…)