Semua artikel oleh mosamandiri

Teknologi yang berhasil dikembangkan di bidang AGROKOMPLEKS meliputi : Pertanian Pupuk organik (Cair dan Padat), Pembenah Tanah Organik, Hormon Tanaman (ZPT Organik), Pengendali Hama Penyakit Alami. Peternakan Suplemen Nutrisi Ternak dan Unggas. Perikanan Suplemen Nutrisi Ikan/Udang dan Pembenah Lingkungan Kolam/Tambak. Pengembangan aspek Subyek (Sumber Daya Manusia) dilakukan melalui pola networking sehingga bertahap diharapkan dapat meningkat di sisi pola pikir, mental, motivasi, keilmuan dan permodalan dengan cukup efektif, efisien dan cepat.

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Beberapa Alternatif Pemupukan pada lada

agritech hortech untuk pemupukan lada melalui daun
agritech hortech untuk pemupukan lada melalui daun

Istilah Pembuahan I (yang
berbuah adalah cabang-cabang
bawah), yaitu setelah
pengikatan pucuk jangan
dipupuk dahulu, menunggu daun
sudah kuning /tua langsung
dipupuk NPK ± 0,25kg/ batang +
MOSA GOLD 1-2 sdm per
batang dengan cara ditabur atau
dikocor. Lanjutkan membaca Beberapa Alternatif Pemupukan pada lada

Pemupukan Pada Tanaman Melon

Pemupukan bibit merupakan pemupukan awal

Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun dengan AGRITECH dan HORTECH. Pupuk daun ini cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS (Hari Setelah semai) dengan dosis 3 tutup AGRITECH dan 1 tutup HORTECH per tangki air 14 liter. Pupuk lain tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena unsur hara pada media semai telah mencukupi.

Pemupukan dasar (per hektar)

Pemupukan dasar dengan ;  Pupuk kandang/kompos=10 ton, Urea = 440 kg  TSP = 1.200 kg ; KCl = 330 kg;  MOSA GOLD = 10 botol

Untuk campuran pupuk kandang/kompos, Campur SUPER GLIO 100 – 200 gr (1- 2  bungkus) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu  sebelum ditebar merata pada pupuk kandang/kompos.

Pemupukan susulan  budidaya melon

Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu 20 hari setelah ditanam, tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman, dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. Untuk memudahkan dalam pemupukan, dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal.

Pupuk Susulan I (Per hektar)

Urea =330 kg;  TSP = 220 kg

Pupuk Susulan II (per hektar)

Urea = 220 kg ; TSP = 550 kg ; KCL = 160 kg

Pupuk susulan III (per hektar)

Urea = 440 kg;

Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam); pupuk susulan I : umur ± 20 hari; pupuk susulan II: umur + 40 hari; pupuk susulan III: umur + 60 hari.

Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold
Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold

Penyemprotan ;

Tanaman umur 2 minggu; semprotkan 1 tutup HORTECH/tangki 14ltr + 5  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 25 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tanki 14 liter + 10  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 45 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tangki 14ltr + 10  tutup AGRITECH / tangki 14ltr.

Sehingga, kebutuhan Pupuk Mikro  per Hektar : MOSA GOLD  (500 gr) 10 botol, AGRITECH     (500 cc) 10 sd 15 botol.

Pengairan dan Penyiraman

Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk  pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.

Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar.

Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya.

Budidaya Kopi Teknologi organik mmc.

I.Syarat  Tumbuh.

Tanaman  Kopi  berasal  dari benua Afrika, tepatnya dari propinsi Kaffa, Etiopia. Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1696 – 1699 oleh VOC.

kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi
kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi

Kopi merupakan tanaman tropika yang tumbuh di daerah antara 250 LU dan 25 0 LS.Temperatur ideal untuk kopi arabika berkisar 15 – 240 C dan untuk robusta 24 – 300 C.Untuk memenuhi syarat temperatur tersebut kopi arabika ditanam 1000 – 1.700 m dpl, sedangkan robusta pada ketinggian 400 – 700 m dpl. Kopi arabika yang ditaman pada ketinggian di bawah 1000 m dpl tidak cocok karena rentan  serangan penyakit karat daun. Curah hujan ideal untuk kopi berkisar 1500 – 3000 mm per tahun, dengan curah hujan yang rendah saat perkembangan primordia bunga hingga bunga mekar.Kopi menghendaki sinar matahari teratur namun perlu tanaman pelindung.

Tekstur tanah ideal untuk tanaman kopi adalah kelas geluhan dengan struktur remah, kadar bahan organik lebih dari 3,5 % dengan pH 5,5 – 6,5.

  1. Jenis Tanaman Kopi.

Ada empat spesies kopi yang pernah dikembangkan di Indonesia yaitu : kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan ekselsa. Kopi liberika dan ekselsa tidak dikembangkan lagi karena kurang mempunyai nilai ekonomis yaitu  rendemen rendah.

Kopi arabika yang ada di Indonesia terdiri atas beberapa tipe yaitu : tipe Tipika, Abessinia, Lini S dan Catimor. Kopi arabika tipika dan abessinia ditanam di dataran tinggi ijen.

Jenis kopi arabika yang dikembangkan ada dua tipe. Tipe tinggi (tall) yaitu : S 795, USDA 762 dan tipe katai (dwarf) yaitu : Andungsari1, Karika 1, Kartika 2. Kopi arabika biasanya diperbanyak secara generatif dengan biji karena sifatnya menyerbuk sendiri

Jenis Kopi robusta yang banyak dibudidayakan adalah seri BP yaitu BP 42, BP 358, BP 409, Seri SA yaitu SA 203, SA 237, seri Rob Bgn yaitu : Rob Bgn 300, Rob Bgn 371.Kopi Robusta dikembangkan secara vegetatif, maka bahan tanaman kopi berupa klon unggul.

III.Budidaya.

modul budidaya kopi dengan teknologi mmc - edisi I april 2017
modul budidaya kopi dengan teknologi mmc – edisi I april 2017

1.Penanaman dan pemeliharaan tanaman pelindung.

Tanaman kopi menghendaki intensitas sinar matahari tidak penuh namun teratur yaitu dengan bantuan tanaman pelindung. Tanaman pelindung yang biasa dipakai adalah dadap (Erythrina lithosperma), lamtoro (Leucaena sp), sengon laut (Albizzia falcata).

Tanaman pelindung ditanam saat musim hujan. Sengon ditanam 3 – 4 tahun sebelum penanaman kopi, sendangkan lamtoro ditanam 2 tahun sebelum penanaman kopi.

2.Persiapan lahan.

Setelah lahan bersih dari tunggul selanjutnya dilakukan pengolahan tanah, perbaikan teras, jalan serta saluran drainase yang rusak. Lahan ditanami tanaman penutup tanah dan tanaman pelindung.

  1. Penanaman.

Penanaman kopi dilakukan jika pohon pelindung sudah cukup rindang. Dibuat lubang tanam 3- 6 bulan sebelum tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.Jarak tanam yang ideal untuk kopi arabika adalah 2,5 m x 2,5 m sedangkan kopi robusta adalah 2,75 m x 2,75 m.

  1. Pemupukan.
Umur Tanaman (tahun) Urea (gram) SP 36 (gram) KCl (gram) Jumlah Aplikasi

(setahun)

1 30 30 30 Dua kali
2 60 45 60 Dua kali
3 90 60 90 Dua kali
4 120 60 120 Dua kali
5 – 10 180 90 180 Dua kali
Diatas 10 270 135 225 Dua kali

 

Dosis Pemupukan Pupuk Organik adalah

 

Umur (Bulan) Pupuk Organik Padat

MOSA GOLD (gr/pohon)

Pupuk Organik Cair

AGRITECH

(ml/pohon)

Hormon Organik

HORTECH

(ml/pohon)

1 5 5 1
3 5 5 1
5 5 5 1
8 5 5 1
12 10 10 2
16 10 10 2
20 10 10 2
24 10 10 2
28 10 10 2
32 10 10 2

 

Catatan : Konsentrasi penyemprotan Pupuk Oragnik Cair dan Hormon Organik adalah

  1. AGRITECH: umur 1 – 8 bulan 5 tutup per tangki 15 liter, umur 12 – 32 bulan 10 tutup per tangki 15 liter.
  2. HORTECH : umur 1 – bulan 1 tutup per tangki 15 liter, umur 12 -32 bula 2 tutup per tangki 15 liter.

Satu tutup AGRITECH dan HORTECH : 10 ml.

  1. Aplikasi dilakukan setahun2 kali yaitu awal musim penghujan dan akhir musim penghujan.

 

  1. Pemeliharaan.
  2. Penyulaman.

Bila terdapat tanaman yang mati atau gagal tumbuh selambatnya 6 bulan setelah tanam harus diganti dengan bibit yang sudah disiapkan.

b.Pemangkasan.

Ada empat tahapan dalam pemangkasan kopi yaitu :

Pangkas tajuk yang bertujuan untuk membentuk kerangka pohon sehingga pohon tidak terlalu tinggi, cabang kuat,arah menyebar, produkif.

Pangkas pemeliharaan bertujuan untuk membuang cabang yang idak dikehendaki, cabang yang sakit, dan cabang yang tidak produkif.

Pemangkasan cabang primer bertujuan untuk merangsang terbentuknya cabang sekunder dan mencegah pertumbuhan cabang primer yang terlalu panjang sehingga tanaman menghasilkan buah yang banyak dan kontinyu.

Pangkas peremajaan dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua, produksi kurang dari 400 kg/Ha/tahun dan bentuk tajuk  tidak menentu.

  1. Pengendalian gulma.

Areal tanaman kopi sebaiknya bersih dari gulma terutama derah piringan tanaman. Pengendalian gulma di luar daerah pinggiran dapat dilakukan dengan penanaman penutup tanah. Pengendalian gulma di daerah piringan dilakukan  manual dengan alat kored.agar akar tidak terputus. Sedangkan diluar daerah piringan bisa dengan cangkul.

  1. Pengendalian Hama Penyakit.

1.Hama :

a.Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei).

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm. Badannya bulat dengan kepala berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus.Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras.

Pengendalian dengan cara mekanis yaitu dengan melakukan :

-Rempesan: memetik buah kopi hingga bersih termasuk buah yang masih muda.

-Lelesan : mengambil buah yang jatuh karena terserang hama atau karena pemetikan.

-Petik bubuk : pengambilan buah kopi yang berlubang bersamaan dengan pemangkasan.

b.Penggerek cabang coklat dan hitam.

Hama berupa kumbang kecil dengan menyerang buah dan ranting dengan cara menggerek. Kumbang hidup diliang gerekan. Serangan hama ini bisa diperparah dengan serangan  jamur Diplodia dan Fusarium.

Pengendalian dengan cara mekanis yaitu dengan memangkas bagian yang terserang kemudian dibakar. Untuk mengurangi kelembaban dilakukan pemangkasan naungan saat musim penghujan.

2.Penyakit :

a.Jamur upas.

Serangan jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor. Patogen menyerang bagian bawah cabang dan ranting dengan gejawa awal ditandai adanya miselim tipis pada ranting atau cabang.

Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan memangkas tanaman kopi maupun tanaman pelindung secara teratur. Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman kopi seluas 1000 m2.

b.Karat daun.

Serangan karat daun disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix.Gejala awal yaitu adanya bercak kuning pada daun. Bila serangan berlanjut bercak semakin besar dan menyatu. Daun mengering mulai dari pusat bercak. Pada serangan berat semua daun gugur dan tanaman mati.

Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan memangkas tanaman kopi maupun tanaman pelindung secara teratur. Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman kopi seluas 1000 m2.

  1. Panen.

Panen buah kopi dibedakan menjadi 3 yaitu : petik pendahuluan, petik merah, dan petik hijau.

Petik pendahuluan adalah memetik buah yang terkena serangan bubuk kopi, yang berwarna kuning sebelum umur 8 bulan. Petik pendahuluan biasanya dilaksanakan pada bulan Februari – Maret. Buah yang dipanen langsung dijemur dan diolah secara kering.

Petik merah diakukan saat panen raya, yaitu pada bulan Mei – Juni. Panen raya berlangsung selam 4 – 5 bulan. Buah hijau yang terbawa saat panen dikumpulkan tersendir.

Panen hijau atau lacutan dilakukan jika buah di pohon sekitas 10 %.Semua buah yang tersisa baik yang merah maupun yang hijau dipetik. Buah yang berwarnamerah dipisahkan dari yang hijau.

  1. Pascapanen.

Kopi yang sudah dipetik segera diproses dan tidak boleh dibiarkan lebih dari 12 – 20 jam.

Buah kopi warna merah dilakukan pengolahan basah melalui 7 tahapan yaitu : sortasi gelondong, pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, hulling, dan sortasi biji.

1.Sortasi gelondong unuk memisahkan biji kopi merah sehat dengan kopi hampa dan terserang bubuk. Sortasi dilakukan daam bak air dengan kran air masuk dan keluar.Gelondong yang terapung disendirikan.

2.Pulping bertujuan memisahkan biji dari kulit buahsehinga didapatkan biji kopi yang masih berkuli tanduk.

3.Fermentasi bertujuan untuk membantu melepaskan lapisan lendir yang menyelimuti kopi setelah keluar dari mesin pulper.

4.Pencucian bertujuan untuk menghilangkan seluruh lapisan lendir yang masih menempel setelah fermentasi.

5.Pengeringan dilakukan dengan dijemur dibawah terik matahari atau dengan pengering buatan.Biji kopi setelah dicuci berkadar air 53 – 55 %, pengeringan bertujuan agar biji kopi bisa mencapai kadar air 8 – 1- %.

6.Hulling dilakukan agar biji kopi terpisah dari kulit tanduk.

  1. Sortasi biji adalah pemilahan atau klasifikasi berdasarkan mutunya.

Kopi yang sudah disortir  dimasukkan dalam karung yang bersih dan dijahit.Penyimpanan dilakukan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, suhu 20 0C – 25 0 C. Karung dileakkan diatas palet setinggi 10 cm.

 

Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita
Padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita

Sangat sering terjadi ketika petani menghendaki padi tumbuh dengan anakan yang banyak justru yang terjadi anakan sedikit, menghendaki daun lebat tetapi yang terjadi daun kecil dan cepat berbunga, menghendaki berbunga tetapi malah daunnya yang tumbuh lebat. Tanaman seringkali tidak tumbuh ideal, bahkan periode fase pertumbuhannya terganggu meskipun cukup pupuk didalam tanah. Lanjutkan membaca Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

Mitos dan Manfaat Tanaman Tanaman Pisang

tanaman pisang
Tanaman Pisang

Batang pisang adalah tanaman yang selalu menangkap air baik dari air hujan maupun embun serta menyimpannya dalam batang tubuhnya (“debok”). Kalau batang pisang ditebang maka akan mengeluarkan air dari batangnya sehingga memenuhi kebutuhan air beberapa tanaman di sekitarnya. Lanjutkan membaca Mitos dan Manfaat Tanaman Tanaman Pisang

Tujuan dan Macam-macam perempelan pada cabai keriting

Perempelan daun bisa jadi tidak dilakukan, seperti pilihan petani cabai mitra MMC di Jabar. Hal ini  karena tercukupi oleh  nutrisi yang diberikan dari penggunaan AGRITECH, HORTECH dan MOSA GOLD.

Sebagian petani cabai lebih memilih tidak melalukan perempelan sama sekali, karena berpijak bahwa secara alami daun-daun yang telah tua akan berguguran dengan sendirinya. Lanjutkan membaca Tujuan dan Macam-macam perempelan pada cabai keriting

Modul Budidaya Jambu Biji

cover Modul budidaya jambu biji dengan teknologi mmc - edisi I sepetember 2016
Jambu biji punya beragam jenis, dari jambu biji lokal, jambu sukun sampai jambu kristal yang dikembangkan dari persilangan beberapa jenis jambu biji.  Di daerah Jawa tengah, terutama di kendal ada jenis jambu getas merah yang produksinya telah merambah bangsa nasiononal sampai global. Lanjutkan membaca Modul Budidaya Jambu Biji

Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN


Lanjutkan membaca Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN