Penyakit Ganoderma Pada Tanaman Karet

Penyebab Penyakit :

Jamur Ganoderma philippii ( Bres. et P. Henn.) sebelumnya disebut Ganoderma pseudoferreum (Wakef.)

Morfologi Patogen :

Miselium mula mula berwarna putih krem setelah tua berwarna merah. Miselium menyelimuti akar yang sakit dengan dilekati butir butir tanah. Bila akar dicuci warna merah kelihatan jelas.

Tubuh buah terdapat dipangkal batang pada serangan lanjut. Tubuh buah muda berwarna putih setelah dewasa berwarna coklat tua sampai coklat kehitaman. Permukaan atas nampak icin seperti dilapisi lak.

Pada permukaan bawah tubuh buah  terdapat pori.  Saat masih muda permukaan bawah tubuh buah  berwarna putih, setelah mengering berwarna berwarna kelabu. Tubuh buah yang menempel pada pangkal batang bisa mencapai ukuran besar. Pada tanaman karet pernah mencapai 40 cm

Gejala Penyakit :

Kayu akar yang sakit berwarna kuning suram pucat dan busuk. Gejala pada tanaman berupa daun menguning, layu, kemudian gugur dan tanaman menjadi gundul.

Jamur akar merah menyebar ke semua arah dengan kecepatan yang sama dam membentuk rumpang yang bundar. Gulma atau perdu di sekeliling pangkal batang tanaman yang terkena penyakit  juga turut mati sehingga kelihatan bersih.

Daur Penyakit :

Apabila suatu hamparan lahan pernah terkena serangan jamur akar merah maka tanaman berikutnya sangat mungkin tertular. Walaupun bibit tanaman sudah bebas dari patogen jamur tetap bisa tertular penyakit karena pada lahan tersebut sebelumnya terdapat serangan jamur akar merah.

Penyakit jamur akar merah juga bisa menular dengan kontak antara akar yang sakit dengan akar yang sehat.

Cara Pengendalian:

Penggunaan agens hayati MOSA GLIO dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum sangat nyata dalam menekan laju infeksi penyakit akar merah / Ganoderma sp. Perlakukan pada pembibitan dan tanaman di lahan dengan MOSA GLIO  adalah cara yang efektif dan efisien mengendalikan penyakit akar merah.

Cara aplikasi pertama :

Satu sachet MOSA GLIO isi 100 gr dicampur dengan 50 kg pupuk kandang yang sudah matangkemudian diperam selama satu minggu di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan.

Campuran pupuk kandang dengan MOSA GLIO  sebanyak 50 kg digunakan untuk  70 tanaman atau lahan seluas 1000 m2. Campuran pupuk kandang dan MOSA GLIO ditebar disekeliing batang dengan cara membuat paliran tempat menebar kemudian ditutup lagi dengan tanah. Tiap tanaman diberikan 0,7 kg campuran.

Cara aplikasi kedua:

Satu sachet MOSA GLIO  isi 100 gr dicampur dengan 150 liter air. Larutan 150  liter bisa digunakan untuk 70 tanaman. Tiap batang diberi larutan 2  liter air.

Pengocoran dilakukan merata di daerah perakaran dengan jarak  radius 1- 2 meter dari batang. Sehingga kebutuhan campuran ini kira-kira 2  liter per batang.

Tindakan pengocoran ini bisa diulangi tiap 4 bulan pada tahun pertama, untuk tahun selanjutnya frekuensi aplikasi bisa dikurangi, karena jamur  Trichoderma harzianum dan Gliocladium  sp kemungkinan sudah banyak memperbanyak didi di dalam tanah.

Pustaka :

1. Semangun., H.(2008), Penyakit Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 835 hlm , halaman 31,317,399.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *