Layu Bakteri pada Cabai

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai

hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm.

Deskripsi :

Bakteri berbentuk batang  0,5 x 1,5  um, gram negatif, tidak membentuk kapsula, dan tidak membentuk spora, bergerak dengan 1 flagellum (bulu cambuk) yang terletak pada ujung.

Bersifat aerob, koloni di atas medium agar – agar keruh, berwarna kecoklatan, kecil, tidak teratur, halus, mengkilat, kebasah basahan.

Ras bakteri yang menyerang  cabai adalah Ras 1. Ras 1 diisolasi dari tanaman cabai, tomat, kentang, terung, tembakau kacang tanah yang umum terdapat di dataran rendah.

Gejala Penyakit :

Daun daun muda menjadi layu dan daun yang lebih tua menjadi kuning. Batang, cabang, tangkai daun tanaman yang layu jika dibelah akan tampak  berkas pembuluh dan empulur  berwarna coklat. Apabila batang ditekan maka akan keluar lendir berwarna keabuan.

Jika potongan batang yang sakit di masukkan ke dalam gelas berisi air jernih maka akan terlihat benang benang putih halus yang putus bila gelas digoyang. Benang benang putih tersebut adalah massa bakteri yang merupakan ciri khas penyakit layu bakteri dan tidak ditemui  pada gejala layu Fusarium.

 Daur Penyakit :

Bakteri penyebab penyakit layu bisa menyerang tanaman inang lain seperti  tomat, terung, tembakau, kacang tanah, dan gulma terung terungan.

Bakteri bisa menginfeksi tanaman melalui luka walaupun luka sangat kecil, seperti tusukan nematoda. Ditularkan melalui air atau tanah yang terinfestasi. Infeksi bakteri bisa masuk ke dalam pembuluh kayu hingga menuju ke batang yang lunak masuk ke dalam ruang antar sel dalam kulit dan empulur.

Cara Pengendalian :

Pengendalian penyakit layu bakteri pada Cabai  dikendalikan dengan agens hayati BIO SPF dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.

Untuk perendaman benih satu sendok  (10 gr)  BIO SPF dilarutkan dalam 10 liter air untuk merendam benih  selama 2  jam.

Selanjutnya aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal batang cabai. Tiga sendok (33 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tomat.Lahan seluas 1000 m2 diperlukan BIO SPF 1 sachet isi 100 gr.

Penyemprotan dilakukan pada sore hari agar agens hayati tidak terganggu UV (ulra violet) dari sinar matahari.

 

Bagikan :

1 Respon

  1. Anonim berkata:

    Kalo pesanya gimana lur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.