Penyakit Bulai pada Jagung

gejala daun jagung yang terkena bulai

Nama Penyakit : Penyakit Bulai pada Jagung

Penyebab Penyakit : Penyakit Bulai pada Jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis

 Morfologi Patogen :

  1. Konidium yang masih muda berbentuk bulat, sedangkan yang sudah masak berpentuk jorong.
  2. Konidium berukuran 12 – 19 x 10 – 23 um,dengan rata rata 19,2 x 10 -23um, dengan rata ratarata Bakteri berbentuk batang, 0,7 x 1,5 um, mempunyai bulu cambuk 2 – 6 pertitrich, tidak membentuk spora atau kapsula, gram negatif, dan bersifat aerob fakultatif.
  3. Konidium yang masih ,muda benbentuk bulat. Konidum berukan 12 – 9 um x 10 – 23 um dengan rata rata 19,2 x 17,0 um. Konidium tumbuh dengan membentuk pembuluh kecambah.

Morfologi patogen bulai yang dilihat dengan mikroskop

 Gejala Serangan:

  1. Penyakit bulai dapat menimbulkan gejala sistemik yang meluas ke seluruh badan tanaman dan dapat menimbulkan gejala lokal (stempat).
  2. Pada tanaman yang masih muda daun daun yang baru membuka mempunyai bercak korotis kecil-kecil. Bercak ini berkembang menjadi jalur yang sejajar denga tulang induk..
  3. Di pagi hari pada sisi bawah daun terdapat lapisan beledu putih yang terdiri atas konidiofor dan konidium jamur.
  4. Karena adanya benang benang jamur pada ruang selnya, daun daun tampak kaku, agak menutup, dan lebih tegak dari pada biasa.

Gejala serangan bulai pada jagung dilakukan bertahap untuk mematikan pohon jagung tersebut

Daur Penyakit :

  1. Jamur Peronosclerospora maydis tidak dapat hidup secara saprofitik dan jamur tidak membentuk oospora.
  2. Belum ditemukan tumbuhan inang lain di alam.
  3. Konidium terbentuk di waku malam pada waktu daun berembun, dan konidium segera dipencarkan oleh angin.
  4. Konidium segera berkecambah dengan membentuk pembuluh kecambah yang akan mengadakan infeksi pada daun muda dari tanaman muda melalui mulut kulit (stomata).

Cara Pengendalian :

  1.  Menanam varietas jagung yang tahan terhadappenyakit bulai.
  2. Untuk penanaman pada lahan tegalan di musim penghujan diakukan secara serentak pada awa musim.
  3. Aplikasi Agens Hayati antagonis terhadap penyebab penyakit bulai dengan MOSA GLIO dengan bahan aktif jamur Trichoderma sp dan Gliocladium sp pada lubang tanam.
  4. MOSA GLIO 1 sachet isi 100 gr di campur pupuk kandang 50 kg hingga merata, dibasahi hingga lembab dan diperam selama seminggu. Tempat menyimpan campuran terjaga dari sinar matahari maupun air hujan.Campuran MOSA GLIO dan pupuk kandang yang sudah jadi dimasukkan ke lubang tanam secukupnya.

Kebutuhan MOSA GLIO untuk areal 1000 m2 adalah 1 – 2 sachet  isi 100 gr/sachet.

 

Pustaka :

  1. , H.(1989), Penyakit Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia, 2005, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 475 hlm , halaman 183., halaman 35.
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.