Penyakit Bercak Kering Alternaria Pada Tanaman Kentang

Ciri Ciri Fisik Daun Tanaman Yang Terkena Penyakit Bercak Kering (Alternaria)

Nama Penyakit : Bercak Kering (Alternaria)

Penyebab Penyakit :

Penyakit Bercak Kering disebabkan oleh jamur Alternaria solani Sor

Morfologi Patogen :

  1. Bercak kering disebabkan oleh jamur Alternaria solani Sor.
  2. Miselium berwarna cokla muda, konidiofor tegak, bersekat, ukuran 50-90 x 8-9 um.
  3. Konidium berbentuk gada terbalik, coklat berukuran 145 – 370 x 16 – 18 um, mempunyai sekat melintang5 – 10 buah, dan 1 atau lebih sekat membujur.
  4. Konidium mempunyai paruh pada ujungnya, paruh bersekat. Panjnag paruh sekitar separo dari panjang konidium atau lebih.

Sel Penyakit Bercak Kering Alternaria dr Mikroskopis

Gejala Serangan :

  1. Pada awalnya gejala nampak pada tanaman yang berumur sekitar 6 minggu.Awalnya pada daun yang sudah dewasa terjadi bercak kecil yang agak bulat, berbatas jelas, tersebar tidak teratur, berwarna coklat tua. Bercak meluas dengan lambat.
  2. Bercak juga terdapat pada daun yang agak muda.
  3. Bercak yang telah meluas berwarna coklat tua, kering, dan mudah dibedakan dari becak yang disebabkan oleh penyakit lain karena mempunyai cincin yang terpusat/konsentris.

Daur Penyakit :    

  1. Jamur bisa bertahan pada sisa-sisa tanaman dan pada tumbuhan inang lainnya.
  2. Miselium dapat hidup pada daun sakit selama satu tahunatau lebih, sedang konidium tetap hidup selama 17 bulan pada suhu kamar.
  3. Pembentukan konidium pada umumnya dimulai bila becak mempunyai garis tengah sekitar 3 mm. Konidium banyak dibentuk pada waktu banyak embun dan hujan.Konidium yang dibentuk mudah lepas dan dipencarkan terutama oleh angin.

Cara Pengendalian : 

  • Secara teknis untuk memutus siklus penyakit dengan;
    • Menghindari lahan yang pernah terserang bercak kering Alernaria untuk ditanami tanaman yang sama dengan tanaman yang terserang sebelumnya.
    • Pergiliran tanaman, yakni setelah sebelumnya ditanami kentang maka untuk berikutnya ditanami palawija seperti jagung, atau kedelai.
    • Solarisasi tanah untuk mematikan bibit bibit penyakit ( lihat ; manfaat solarisasi untuk pengendalian penyakit tular tanah)
  • Pemberian agens hayati yang mengantung Trihcoderma sp dan Gliocladium sp sebagai pengendalian hayati berbagai jamur tular tanah, termasuk alternaria sp. Salah satu formulasi agens hayati yang bisa digunakan adalah MOSA GLIO. Agens hayati ini dapat diberikan pada awal semenjak persemaian bibit dan pada saat olah lahan. Lihat cara aplikasi agens hayati  MOSA GLIO.

Pustaka :

  1. , H.(1989), Penyakit Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, 1989, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 850 hlm , halaman 121.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *