Hama Kutu kebul Pada Tembakau…

Hama Kutu kebul :Bemisia tabaci Gennadius (Hemiptera : Aleyrodidae)

 Tanaman Inang :

Tembakau, Kapas, Cabai,Terung, Tomat, Semangka, Melon,

Gejala Serangan :

Gejala langsung yaitu hama menghisap daun dengan bintik klorosis yang mengakibatkan berkurangnya jumlah klorofil yang mengganggu fotosintesa.

Gejala tidak langsung yaitu kemampuan kutu kebul sebagai vektor gemini virus penyebab penyakit keriting kuning. Tanaman yang terserang penyakit keriting kuning pertumbuhan terhambat, daun keriting, berwarna kuning, menyebabkan kehilangan hasil dari 20 % – 100 %.

Biologi Hama :

Perkembangan hama yaitu dari telur menjadi nympha, pupa, dan dewasa. Nympha dan pupa berwarna putih panjang sekitar 0,7 mm. Dewasa dengan sayap putih bertepung, panjang tubuh 1 – 1,5 mm.

Perkembangan dalam satu sikus hidup memerlukan waktu 2 – 3 minggu.Dewasa hidup selama 6 hari.

Bemisia tabaci Genn. Mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi baik secara seksual maupun partenogenesis. Keperidian sekitar 70 – 90 butir. Waktu yang digunakan untuk berlipat ganda pada suhu 25 oC adalah sekitar 4 – 5 hari.

Bemisia tabaci Genn. Dapat menyerang berbagai jenis gulma yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya. Salah satu gulma yang menjadi inang hama yaitu gulma babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides).

 Cara Pengendalian :

Pengendalian dengan cara kultur teknis yaitu dengan membersihkan gulma babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides) di sekitar areal budidaya. Apabila disekitar areal tanaman budidaya banyak tanaman inang sementara maka akan migrasi menyerang ke tanaman budidaya

Pengendalian dengan agens hayati menggunakan MOSA BN dengan bahan aktif jamur Beauveria bassiana. Penyemprotan dilakukan sore hari dengan dosis 2,5 gram per liter atau 30 gram per tangki isi 14 liter air. Saat dicampur dengan air ditambahkan gula  2 sendok atau Molase.

 

Penyemprotan dengan insekisida Nabati/Botanik. Ber bahan aktif Metilanol 100 g/l. Dosis penyemrotan 1 – 1,5 ml/l atau 10 ml /tangki 14 liter.

Pustaka :

Kalshoven, L.G.E, 1981, Pest of Crops in Indonesia. Revised and translated by P.A. Van der Laan, University of Amsterdam. PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta. 701 hal..

Oktaviany, V.N. dan Hidayat P. Siklus Hidup dan Keperidian Kutu Kebul pada Tanaman Cabai dan Gulma Babadotan yang Dipelihara pada Suhu 25 0C. Departemen Proteksi Tanaman, Faperta IPB.Bogor. 12 hal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *