Penyakit Karat Daun Pada Kedelai
Penyakit Karat Daun pada Kedelai
Nama Penyakit : Penyakit Karat Daun Pada Kedelai
Penyebab Penyakit :
Penyakit Karat daun pada Kedelai disebabkan oleh Phakospora pachyrhizi Syd.
Morfologi Patogen:
- Phakospora pachyrhizi mempunyai uredium pada sisi bawah dan aas daun, cokla muda sampai coklat, bergaris engah 100 -200 um, seringkai tersebar memnuhi permukaan daun.
- Uredium dibentuk dibawah epidermis, jika dilihat dari atas berbentuk bulat atau jorong. Uredium bentuknya seperti piknidium , mirip dengan ‘gunung api’ kecil.
- Dipusat bagian uredium yang menonjol terbenuk lubang yang menjadi jalan keluarnya urediospora. Urediospora membulat pendek, bulat telur, atau jorong, hialin, sampai coklat kekuningan, 15 – 34 x 15 – 24 um, deng dinding hialin yang tebalnya 1 – 1,5 um, berduri duri halus.
Gejala Serangan:
- Gejala karat tampak pada daun, tangkai, dan batang,
- Bercak bercak awalnya muncu pada daun daun bawah, berkembang ke daun daun lebih tua.
- Umumnya bercak erdapat pada daun sisi bawah, namun bisa juga erbenuk sisi atas daun.
- Gejala mulai tampak pada tanaman umur 3 minggu/ 4 minggu.
- Awalnya terdapat bercak kecil coklat kelabu atau bercakyang sedikit demi sedikit berubah menjadi cokla aau coklat tua
- Bercak bercak karat terlihat sebelum bisul/pustul pecah. Bercak tampak bersudut sudut karena dibatasi tulang ulang daun didekat tempat terjadinya infeksi.
- Saat tanaman muai berbunga bercak menjadi lebih besar, atau kadang kadang bersatudan menjadi cokat tua, bahkan kadang kadang hitam.
Daur Penyakit :
- Phakospora pachyrhizi ersebar lewat udara dengan urediosporanya.
- Spora banyak tertangkap di udara anara pukul 12 dan 16.
- Jamur ini dapat menginfeksi banyak tanaman kacangan antara lain: kacang panjang, kacang hijau, kecipir, buncis, bengkuang, kara, orok –orok, kara pedang, gude.
Cara Pengendalian :
- Menanam varietas jagung yang tahan terhadap penyakit karat daun.
- Pengendalian penyakit Karat Daun pada jagung dikendalikan dengan agens hayati BIO SPF dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent. dan Bacius polymixa.
- Untuk perendaman benih satu sendok (10 gr) BIO SPF dilarutkan dalam 5 liter air untuk merendam benih selama 2.
- Selanjutnya aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada daerah perakaran kedelai. Tiga sendok (33 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan pada perakaran Jagung.Lahan seluas 1000 m2 diperlukan BIO SPF 1 sachet isi 100 gr.
- Penyemprotan dilakukan pada sore hari agar agens hayati tidak terganggu UV (ultra violet) dari sinar matahari.
Pustaka :
- , H.(1989), Penyakit Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia, 2005, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 475 hlm , halaman 183., halaman 181..





Masukan Terbaru