Penyakit Akar Gada / Akar Pekuk Pada Tanaman Kale/Kailan

Nama Penyakit : Akar Gada /Akar Pekuk pada Kale/Kailan

Penyebab Penyakit :

Penyakit Akar Gada disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae Wor.

Morfologi Patogen :

  1. Jamur membentuk spora tahan berbentuk bulat, hialin, garis tengah dapat mencapai 4 um.
  2. Pada medium yang sesuai spora tahan membengkak menjadi besar , biasanya menjadi satu spora kembara (zoospora) yang muncul melalui satu celah pada dinding sel.
  3. Spora kembara mempunyai 2 bulu cambuk, panjang dan pendek.
  4. Di dalam tanaman badan jamur yang disebut plasmodium selau berada di dalam sel tumbuhan inang.

Siklus Morfologi Patogen yang Menyerang Kale/Kailan

Gejala Serangan :

  1. Akar akar yang terinfeksi jamur akan bereaksi dengan pembelahan dan pembesaran sel membentuk bintil bintil akar.
  2. Bintil bintil akar bersatu menjadi bengkakkan memanjang yang mirip dengan gada.
  3. Rusaknya susunan jaringan akar menyebabkan rusaknya jaringan pengangkutan sehingga pengangkuan air dan hara tanah terganggu.
  4. Tanaman tampak merana, daun daun berwarna hijau kelabu, cepat menjadi layu.
  5. Daam lingkungan basah, akar akan diserang jasad sekunder sehingga akar busuk.

Ciri Fisik Tanaman yang Terkena Penyakit Akar Gada

Daur Penyakit :

  1. Saat akar yang terserang membusuk, spora tahan akar menyebar ke tanah.
  2. Spora bisa bisa berkecambah dan tumbuh, namun juga bisa bertahan didalam tanah hingga waktu 10 tahun walaupun pada lahan tersebut tidak ada tum,buhan inang.
  3. Jamur penyebab penyakit dapat tersebar oleh air drainasi, alat aat pertanian, tanah yang tertiupp angin, hewan, dan dibawa bibit.

Cara Pengendalian : 

  1. Menghindari lahan yang pernah terserang akar gada untuk ditanami tanaman Kailan/Kale dan sejenisnya.
  2. Apabila sebelumnya ditanami kubis terserang akar gada maka untuk berikutnya ditanami palawija seperti jagung, atau kedelai aau sayuran yang bukan jenis kubis, kubisan.
  3. Aplikasi Agens Hayati antagonis terhadap penyebab penyakit bulai dengan MOSA GLIO dengan bahan aktif jamur Trichoderma sp dan Gliocladium sp pada media pembibitan dan  lubang tanam.
  4. MOSA GLIO 1 sachet isi 100 gr di campur pupuk kandang 50 kg hingga merata, dibasahi hingga lembab dan diperam selama seminggu. Tempat menyimpan campuran terjaga dari sinar matahari maupun air hujan.Campuran MOSA GLIO dan pupuk kandang yang sudah jadi digunakan untuk media pembibitan dan dimasukkan ke lubang tanam.

Kebutuhan MOSA GLIO untuk areal 1000 m2 adalah 1 – 2 sachet  isi 100 gr/sachet.

Pustaka :

  1. , H.(1989), Penyakit Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, 1989, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 850 hlm , halaman 177.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *