Penyakit Akar Gada

Gejala khas penyakit Akar gada adalah apabila perakaran dicabut akan muncul pembengkakan seperti nampak pada foto diatas. sumber : clubroot – en.wiki

Penyakit akar gada (clubroot) biasa menyerang kubis, brokoli, kembang kol, lobak dan sejenisnya dari keluarga Brassicaceae (Cruciferae).
Penyakit akar gada sebagai akibat serangan cendawan Plasmodiophora brassicae ditularkan melalui tanah. Penyakit ini pada tahap awalnya akan hanya akan menyerang sebagian tanaman, tetapi di musim berikutnya akan menyebar di seluruh lahan sehingga dapat mengurangi panen secara signifikan, bahkan bisa berakibat gagal panen.

Penyebab : Plasmodiophora brassicae

Gejala   :

Gejala yang muncul berupa daun menguning, layu dan pertumbuhan terhambat. Pada keadaan cuaca panas atau siang hari yang terik akan tampak jelas, daun berwarna hijau-biru dan layu seperti kekurangan air, pada malam hari atau pagi hari akan segar kembali. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan tanaman kubis tidak dapat membentuk krop yang akhirnya mati. Gejala yang paling khas adalah kalau tanaman dicabut, akarnya tampak membengkak seperti berumbi.

Plasmodiophora brassicae menginfeksi tanaman kubis sejak awal pra pembentukan krop (0 – 49 hst). Infeksi patogen akan meningkat pada kondisi tanah yang masam. Penelitian di rumah kaca gejala bengkak pada akar sudah terlihat 10 hari setelah inokulasi.

Deskripsi  :

Plasmodiophora brassicae termasuk cendawan tingkat rendah dari kelas Plasmodiophoramycetes. Fase aseksual kelas ini ialah Plasmodium yang berkembang di dalam sel-sel inangnya. Bentuk site umumnya bulat atau agak lonjong berukuran (1,6 x 4,3) – (4,6 x 6,0) mikron, berduri atau berambut pendek. Site-sitenya terlepas antara satu dengan lainnya. Sporangium berdiameter 6,0 – 6,5 mikron. Zoospora berdiameter 1,9 – 3,1 mikron dan mempunyai 2 flagela.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan P. brassicae antara lain kelembaban tanah, suhu, intensitas cahaya, dan kemasaman tanah.

Kelembaban tanah yang tinggi sangat cocok untuk perkecambahan spora istirahat kemudian menginfeksi inangnya. Keadaan tanah yang kering menyebabkan patogen membentuk spora istirahat. Spora istirahat tersebut dapat bertahan dalam tanah lebih dari 10 tahun.

Suhu optimum untuk mengadakan infeksi dan perkembangan gejala adalah 20 sd 25°C. Tanaman kubis lebih tahan terhadap infeksi P. brassicae pada lingkungan yang mempunyai intensitas cahaya rendah. Perkembangan P. brassicae sangat baik pada kondisi tanah masam sedangkan pada tanah alkalin (+ pH 8) perkembangannya terhambat.

Penyebaran inokulum P. brassicae dapat terjadi melalui alat-alat pertanian, angin atau air, pupuk kandang yang terkontaminasi karena ternaknya memakan bagian tanaman kubis-kubisan yang terinfeksi patogen tersebut.


Pengendalian :

  1. Pergiliran tanaman / pola cocok, waktu tanaman, penggunaan bibit sehat dan pengelolaan air. Dan memastikan penyiraman tanaman di persemaian dengan air bersih
  2. Pemusnahan baik secara selektif maupun massal terhadap tanaman terserang. Pemusnahan sebaiknya dengan cara dibakar atau dibuang jauh dari areal lahan.
  3. Penggunaan mulsa daun jagung setebal 3 sd 5 cm pada musim kemarau
  4. Pengapuran tanah pada lahan dengan keasaman (pH) < 5,5 dengan kapur pertanian / Dolomit di lahan yang akan ditanami kubis sebanyak 2 sd 4 ton/ha yang dilakukan 15 hari sebelum tanam
  5. Perendaman benih kubis dengan BIO-SPF selama kira-kira 2 jam. Perendaman ini dengan berbagai manfaat salah satunya untuk memberikan kekebalan secara sistemik terhadap serangan penyakit. Lihat : manfaat BIO-SPF untuk perendaman benih .
  6. Pemberian Agens hayati MOSA GLIO yang mengandung Thrichoderma sp dan Gliocladium SP. Penggunaan Agens hayati ini merupakan cara yang paling efektif dalam mengendalikan serangan penyakit akar gada ini. Penggunaan MOSA GLIO diberikan pada saat pembibitan, yakni dicampur pada media tanam dan diberikan di lahan.

Aplikasi Agens Hayati MOSA GLIO untuk pengendalian akar Gada :

MOSA GLIO 100 gr dicampur pupuk kandang matang 25 –  50 kg dan diperam selama 7 hari. Selanjutnya campuran di tebar merata di persemaian dan di lubang  tanam saat sebelum tanam.

MOSA GLIO satu sachet isi 100 gr digunakan untuk lahan seluas 1000 m2. Lahan seluas 1 Ha diperlukan agens hayati
MOSA GLIO sebanyak 1 sachet.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *