Salam (Syzygium polyanthum)
Pohon Salam (Syzygium polyanthum) termausuk tanaman rempah yang banyak digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama lainnya disebut ubar serai (Melayu), Salam ( Sunda, Jawa, dan Madura), Joet (Lombok), Manting (Jawa), Meselengan (Sumatera).
Tanaman ini menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indo-China, Thailand, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Jawa. Masyarakat Indonesia telah lama mengenalnya sebagai daun rempah yang digunakan dalam masakan nusantara, sebagai obat tradisional serta kayunya dapat dimanfaatkan untuk membuat furnitur.
Morfologi
- Pohon berukuran sedang, mencapai tinggi 30 m dan gemang 60 cm. Pepagan (kulit batang) berwarna cokelat abu-abu, memecah atau bersisik.
- Akar tunggang berbentuk seperti tombak meruncing ke ujung.
- Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5–16 x 2,5–7 cm, gundul, dengan 6–11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal tampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus.
- Karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2–8 cm, muncul di bawah daun atau kadang-kadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan-4; kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm; mahkota lepas-lepas, putih, 2,5–3,5 mm; benang sari banyak, lk. 3 mm, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan.
- Buah berbentuk bulat, bermahkota keping kelopak, berwarna merah sampai ungu kehitaman apabila masak
- Perbanyakan secara generatif dengan menanam biji. Sedangkan perbanyakan vegetatif melalui stek yang berasal dari tanaman unggul. Stek tanaman diambil dari cabang produktif yang memiliki minimal 3 ranting, sepanjang 20-25 cm, lalu tanam di polybag terlebih dahulu
Kandungan Kimia
Dalam Daun salam kering terdapat sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya. Ekstrak etanol dari daun menunjukkan efek antijamur dan antibakteri. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak asiri, tannin, flavonoida, minyak atsiri, asam kafeat, eugenol, linalool, β-sitosterol, α-pinene, squalene, phytol, gallic acid, β-tocopherol hentriacontane, nerolidol, α-tocopherol, seskuiterpen, fenol, steroid, saponin, kumarin, terpenoid.
Khasiat
Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.
- Daun salam kaya akan vitamin A, B6, dan C yang berperan penting menjaga kekebalan tubuh. Selain sebagai bumbu daput, Daun salam dapat dibuat air rebusan daun salam agar mendapatkan manfaatnya secara optimal.
- Secara tradisional, daun salam digunakan sebagai obat sakit perut dan untuk menghentikan buang air besar yang berlebihan
- Selain manfaat diatas daun salam dapat digunakan untuk mengatasi ; asam urat, diabetes, radang lambung, jantung & kecemasan, gatal-gatal, diare, rematik, menurunkan kolesterol dan tekanan darah (hipertensi), melancarkan peredaran darah, antibakteri, memperlancar produksi urine/kencing, mengatasi kerontokan rambut, mengatasi peradangan dan mengurangi risiko diabetes tipe-2,
Kencing manis
- Ambil 8 lembar daun salam direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas air.
- Minum 2 x 1 gelas sehari.
Diare
- Cuci bersih 15 g daun salam lalu rebus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit dengan menggunakan api kecil.
- Tambahkan sedikit garam.
- Setelah dingin disaring lalu minum.
Kolesterol
- Cuci bersih 7 lembar daun salam lalu rebus dengan 2 gelas air mendidih hingga tersisa 1 gelas air
- Tunggu sampai dingin
- Minum 2 atau 3 kali sehari 1 gelas selama paling tidak 5 hari
Asam Urat
- Rebus 20 lembar daun salam dengan 500 ml air atau 3 gelas
- Tunggu sampai mendidih dan menyisakan 2/3 bagian air.
- Anda bisa mencampurkan air rebusan daun salam dengan bahan-bahan alami lainnya, seperti kayu manis dan teh hijau.
- Setelah dingin, dapat diminum 2 atau 3 kali sehari 1 gelas
Simplisia
- Petik daun salam yang berwarna hijau tua. Lakukan sortasi basah untuk memisahkan kotoran-kotoran pada daun kemudian cuci hingga bersih.
- Rajang daun lalu keringkan dengan oven suhu 40 °C. Sortasi kering.
- Haluskan menggunakan blender. Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.












Masukan Terbaru