Budidaya Porang (Amarphophallus muelleri Blume), Bag III – Persiapan Lahan

Lahan Tanaman Porang

Lahan Tanaman Porang

Pengolahan Lahan

Budidaya porang bisa dilakukan dengan menanam di lahan terbuka secara monokultur dengan pengolahan tanah dan  budidaya secara intensif.

Cara kedua bisa juga dilakukan dengan menanam dibawah tegakan dengan jarak tanam sesuai lahan yang bisa ditanami di bawah tegakan hutan. Dengan cara ini jarak tanam tidak menentu misanya 2 m x 2 m, 2 x 3 m dan pengolahan tanah dengan membuat lubang tanam diameter 40 cm dengan kedalaman 30 cm, Adapun pengolahan tanah pada lahan terbuka budidaya secara intensif adalah sebagai berikut:

1) Pengolahan Lahan

Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman Porang.

Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.

2) Pembentukan Bedengan

Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk mencegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan misanya 20 m.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.