Penyakit Bercak Kelabu Pestalotia pada Anggrek

gejala bercak hitam pada anggrek akibat gejala bercak hitam serangan pestalotia

Gejala bercak hitam pada anggrek akibat serangan pestalotia

Penyakit bercak kelabu atau bercak hitam yang menginfeksi tanaman anggrek disebabkan oleh cendawan Pestalotia sp. dari kelas Deuteromycetes (imperfect fungi) dan famili Melanconiaceae.

Gejala : 

Pada sisi bawah daun, terutama pada ujung daun yang sudah tua timbul becak-becak kecil berwarna coklat kekuningan. Serangan awal pada daun terdapat bercak kecil berwarna kuning, coklat atau hitam yang berkembang melebar menjadi abu-abu dengan tepian lingkaran berwarna hitam. Becak-becak dapat bersatu menjadi becak yang lebih besar, berwarna hitam mengkilat dengan pusat berwarna kelabu. Pada pusat bercak terdapat bintik-bintik hitam yang terdiri dari badan buah (aservulus) jamur patogen. Infeksi juga dapat terjadi pada batang.

Deskripsi :

Cendawan Pestalotia mempunyai konidium bersel 5, dengan 3 sel yang ditengah berwarna gelap dan berdinding tebal, sedang 2 sel pangkal dan ujung hialin dan berdinding tipis. Sel ujung mempunyai 2-3 seta yang panjang. Suhu 23 oC sampai 30oC dan kelembapan nisbi 80% sampai 90% adalah optimal bagi perkembangan Pestalotia sp.. Apabila infeksi Pestalotia sp.
berat maka akan mempengaruhi proses fotosintesis.

Pengendalian :

  • Pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara memangkas bagian tanaman yang terkena bercak.
  • Pengurangan tingkat kelembapan kebun dengan mengurangi/memangkas tanaman pelindung dan bagian tanaman anggrek yang sudah mati;
  • Sanitasi, dengan membersihkan lokasi , daun dan ranting di areal pertanaman anggrek yang dapat menjadi tempat sumber inokulum.
  • Pemangkasan daun sakit kemudian membakarnya.
  • Penggunaan agens hayati yang berbahan aktif Thrichoderma sp seperti MOSA GLIO dapat mengantisipasi merebaknya berbagai penyakit akibat jamur tersebut
  • Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rizobacter) dapat membantu meningkatkan daya tahan tanaman anggrek dari berbagai serangan penyakit. Salah satu produk PGPR ini adalah BIO-SPF
  • Pilihan terakhir dapat diberikan fungisida dengan dosis sesuai dengan anjuran.
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.