Layu Bakteri pada Kentang

Nama Penyakit :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm.

Bakteri berbentuk batang  0,5 x 1,5  um, gram negatif, tidak membentuk kapsula, dan tidak membentuk spora, bergerak dengan 1 flagellum (bulu cambuk) yang terletak pada ujung.

Bersifat aerob, koloni di atas medium agar-agar nampak keruh, berwarna kecoklatan, kecil, tidak teratur, halus, mengkilat, kebasah basahan.

Di Indonesia terdapat Ras 1 dan Ras 3, Ras 1 diisolasi dari tomat, kentang, terung, tembakau kacang tanah yang umum terdapat di dataran rendah. Ras 3 khusus menyerang kentang di dataran tinggi tropis.

Gejala Penyakit :

Gejala permulaan  adalah layu pada beberapa  daun muda dan menguningnya pada daun tua.

Batang tanaman yang layu bila dipotong berkas pembuluhnya berwarna coklat, dan apabila batang ditekan maka akan keluar lendir berwarna keabuan.Jika potongan batang yang sakit di masukkan ke dalam gelas berisi air jernih maka akan terlihat benang benang putih halus yang putus bila gelas digoyang. Benang benang putih tersebut adalah massa bakteri yang merupakan ciri khas penyakit layu bakteri dan tidak ditemui  pada gejala layu Fusarium.

Umbi yang terserang apabila dipotong terdapat jaringan berwarna busuk berwarna coklat dan terdapat lendir berwarna krem.Umbi yang terserang membusuk dengan cepat.

Daur Penyakit :

Bakteri penyebab penyakit layu bisa menyerang tanaman inang lain seperti tomat, cabai, terung, tembakau, kacang tanah, dan gulma terung terungan.

Bakteri bisa ditularkan melalui air, tanah yang terinfestasi, dan umbi bibit. Saat memotong umbi bibit yang terserang penyakit, pisau yang digunakan memotong dapat menularkan penyakit ke umbi lain yang sehat.

Infeksi bakteri pada tanaman dibantu oleh adanya luka pada tanaman.

Cara Pengendalian :

Pengendalian penyakit  layu bakteri pada kentang dikendalikan dengan agens hayati BIO SPF dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.

Untuk perendaman bibit kentang satu sendok  (10 gr)  BIO SPF dilarutkan dalam 10 liter air untuk merendam bibit selama 2  jam.

Selanjutnya aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal batang kentang. Tiga sendok (33 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang kentang. Lahan seluas 1000 m2 diperlukan BIO SPF 1 sachet isi 100 gr.

Penyemprotan dilakukan pada sore hari agar agens hayati tidak terganggu UV (ultra violet) dari sinar matahari.

Bagikan :

1 Respon

  1. Anonim berkata:

    BIO SPF ini berbentuk apa?
    Dan dapat di lakukan dengan cara penyemprotan atau tidak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.