Kliping-KR : Budidaya Ikan Nila, Hasilkan Keuntungan Berlipat

SIBUDIKUCIR DITERAPKAN DI SLEMAN

Budidaya Ikan Nila, Hasilkan Keuntungan Berlipat

teknologi kincir air yang dapat meningkatkan produksi ikan nila - KR-Aditya kurniawan - kliping KR 18 juni 2019-hal6SLEMAN (KR) – Guna memenuhi target produksi perikanan budidaya pada 2019 sebesar 95 ton, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalukan berbagai upaya, salah satunya ialah dengan meningkatkan produksi ikan nila melalui Sistem Budidaya Ikan Nila Dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir)di Kabupaten Sleman. Kelapa Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir Bayu Mukti Sasongko MSi, Senin (17/6), mengungkapkan sistem yang dikembangan di Sleman dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di DIY. Pengemabangan sistem perikanan tersebut dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya ikan sekaligus dapat mendukung program pengembangan dan peningkatan produksi perikanan yang ada di DIY.
“Perlu diketahui, penerapan teknologi pembesaran ikan nila dengan teknologi kincir air adalah untuk menghasilkan nila konsumsi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai dengan yang direncanakan,”ungkapnya.
Sementara Kabid Perikanan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Sri Purwaningsih MMA, mengatakan latar belakang penggunaan teknologi ini untuk memenuhi permintaan pasar yang terbilang tinggi. Ia mengaku terinspirasi dari penggunaan kincir yang ada di tambak udang.
“Pada tahun 2019 dilakukan uji coba pada kelompok perikanan Mina Arum di Dusun karang Widodomartani Ngemplak Sleman. Ternyata hasilnya bagus, kelebihan kincir ini bisa menekan waktu pemeliharaan. Biasanya bisa tiga bulan atau lebih, dengan teknologi ini bisa sekitar dua bulan sudah panen, meskipun harus diseleksi sesuai permintaan pasar,”jelasnya.
Sri menuturkan, teknologi kincir air dapat diaplikasikan pada musim kemarau dengan debit air yang terbilang kecil, meningkatkan suplai oksigen ke dalam kolam, serta meningkatkan padatan tebar.
“Kalau yang konvensional pada 1 m² maksimal hanya 10 ekor, tetapi dengan kincir ini padat tebar benih bisa mencapai 20-40 ekor per meternya. Dari segi keuntungan, jika menggunakan budidaya konvensional untungnya hanya sekitar Rp 2 juta saja. Tapi kalau yang menggunakan teknologi dibudidikucir bisa mencapai Rp 14 juta,” tandasnya.
Saat ini di Kabupaten Sleman terdapat sebanyak 637 kelompok pembudidaya ikan, dengan produksi ikan konsumsi pada 2018 mencapai 59.781,4 ton. Angka tersebut terbilang besar sebagai daerah dengan penyumbang terbesar kebutuhan ikan konsumsi di DIY. (Adk)-a


Kliping : Harian Kedaulatan Rakyat

Tanggal : Selasa Wage 18 Juni 2019

Halaman : Halaman-6

Kliping KR-Hal 6-Selasa Wage 18 Juni 2019Link Scan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *