Hama Keong Mas pada Padi

Jenis Hama : Keong Mas Pomacea canaliculata Lamarck (Mesogastropoda: Ampullariidae, Pomacea lineata, Ampullarius insularus Chang, Ampullarius canaliculata Lamarck, Ampullarius insularum Hamada & Matsumoto, Pila canaliculata Lamarck, Ampullaria canaliculata Lamarck). Di daerah ada yang menyebut dengan siput murbai, keong sawah, gondang dan keong tutut.

Telur keong mas yang menempel pada tanaman padi

Telur keong mas yang menempel pada tanaman padi

Gejala : Gejala gerigitan pada tepi daun seperti gerigitan akibat serangan belalang.

Deskripsi : Keong Mas (P. canaliculata) memiliki rumah siput besar, bundar, tebal, dengan menara pendek. Pada rumah siput terdapat lima hingga enam putaran di dekat menara dengan kanal yang dalam. Memiliki mulut yang besar dengan betuk bulat hingga oval. Operculum tebal dan rapat menutupi bagian mulut, berwarna cokelat hingga kuning muda tergantung pada tempat berkembangnya. P. canaliculata memiliki daging yang lunak, berwarna putih krem atau merah jambu keemasan, atau kuning oranye. Genitalia jantan juga dapat dipergunakan untuk menentukan spesies keong mas dengan lebih akurat. Operculum betina permukaannya cekung dengan tepi mulut rumah siput melengkung ke bagian dalam. Sebaliknya operculum jantan permukaannya cembung dan bagian tepi rumah siput melengkung ke bagian luar.

Hama keong mas

Hama keong mas

Siklus hidup keong mas tergantung pada temperatur, curah hujan, serta ketersediaan air dan makanan. Siklus hidup P. canaliculata relatif pendek, yaitu sekitar tiga bulan dan dapat bereproduksi sepanjang tahun. Jika makanan kurang, siklus hidupnya menjadi panjang dan hanya bereproduksi pada musim semi atau awal musim panas. P. canaliculata dapat hidup sekitar 2-6 tahun dengan tingkat keperidian yang tinggi. Telur P. canaliculata diletakkan secara berkelompok pada tumbuhan, pematang, ranting, dsb. Kelompok-kelompok telur tersebut berwarna merah muda menyerupai buah murbai. Warna kelompok telur tersebut akan berubah menjadi lebih muda pada saat menjelang menetas. Stadium telur berlangsung selama 8-14 hari. Daya tetas telur biasanya akan berkurang jika telur terkena air.

Pengendalian :

  • Dengan menggunakan musuh alami : Semut merah (untuk mengendalikan telur keong emas)
  • Dengan menggunakan kulit pising ; Caranya dengan membuat selokan di pinggir petak lahan dan silang di tengah, ukuran lebar 60 cm, dalam 40 cm, sebelum tanam pada selokan ditaburi kulit pisang batu, diulangi pada 15 HST.
  • Dengan bebek ; Masukkan itik atau bebek kedalam sawah baik sebelum tanam ataupun setelah tanam ketika dijumpai adanya siput tersebut. Waspadai kemungkinan serangan siput sawah tersebut bila kita menjumpai gejala populasi siput sawah pada saluran-saluran air. Kemungkinan masyarakat sekitar ada tidak terbiasa “angon bebek”.
  • Memusnahkan telur-telur siput sawah juga merupakan pencegahan paling bisa dilakukan untuk mengindari populasi merebaknya keong sawah ini. Caranya dengan penggunakan perangkap telur keong mas dengan menancapkan batang-batang kayu atau ajir ±50 cm. Telur yang terperangkap pada ajir langsung di musnahkan.
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.