
lada kena penyakit busuk pangkal batang
Agar tidak menimbulkan kebingungan, para petani secara sederhana melihat pada gejala penyakit yang nampak. Gejala yang penyakit yang paling sering muncul pada lada /merica/sahang adalah menguningnya daun. Gejala yang lebih detail lagi dapat menunjukkan penyebab serangan kuning tersebut. Dengan melihat gejala ini petani secara umum menyebut dengan penyakit kuning.
Penyakit adalah kerusakan tanaman yang disebabkan oleh beberapa macam cendawan, bakteri, virus dan penyebab lain seperti penyakit fisiologis.
Macam-macam ‘Penyakit kuning’ pada lada
Penyakit busuk kaki
Penyakit busuk kaki ini disebut juga leher akar (sakit dari bawah)
Penyebab busuk kaki
disebabkan oleh cendawan Phytophtora palmifora . Serangan terberat terdapat di lampung :
Gejala penyakit busuk kaki
Didalam sayatan kulit batang, dibawahnya berwarna coklat hingga coklat tua. Daun berwarna bercak-bercak sawo matang dan ditengah daun berwarna abu-abu
Akhirnya daun menjadi kuning, terkulai dan dari ujungnya berwarna hitam, kemudian daun 2 berguguran.
Daun gugur dari tangkai bawah menjalar keatas. Infeksi sangat cepat, serangan mematikan dalam 10 hari.
Dimusim kering serangan makin berbahaya , kematian semua rumpun dlam 3-4 hari
Pencegahan dan pengobatan
mosa glio
Untuk pencegahan dan pengobatan, tabur/kocorkan MOSA GLIO / Superglio dan BIO-SPF. 1 sachet MOSA GLIO / Superglio dan 1 sachet BIO-SPF cukup untuk 1.000m² luasan lahan lada, atau kira-kira 100 batang tanaman lada.
Lihat ; cara aplikasi agens hayati Mosa glio/ Superglio dan BIO-SPF
Penyakit Busuk Tunggul (stump root)
Penyebab penyakit busuk tunggul
Penyakit ini disebabkan cendawan Rosilinea bunodesà serangan terberat di India
Gejala penyakit busuk tunggul
Gejala penyakit ditandai daun menguning dan rontok kemudian seluruh daun mengering & tanaman tidak dapat dipertahankan.
Pencegahan dan pengobatan
Untuk pencegahan dan pengobatan, tabur/kocorkan MOSA GLIO / Superglio dan BIO-SPF. 1 sachet MOSA GLIO / Superglio dan 1 sachet BIO-SPF cukup untuk 1000m² luasan lahan lada, atau kira-kira 200 batang tanaman lada.
Lihat ; cara aplikasi agens hayati Mosa glio/ Superglio dan BIO-SPF
Penyakit busuk akar
Serangan terberat terjadi di Malaysia. Penyakit busuk akar ini disebut juga Root rot.
Penyebab penyakit busuk akar
Penyebab penyakit ini adalah cendawan Ganoderma lucidium
Pencegahan penyakit busuk akar
Cara pertama dapat dengan menanam jenis yang tahan ( Jenis Belantung).
Bio-SPF
Cara kedua dengan aplikasi agens hayati MOSA GLIO /Superglio dan BIO-SPF. Tabur/kocorkan MOSA GLIO / Superglio dan BIO-SPF. 1 sachet MOSA GLIO / Superglio dan 1 sachet BIO-SPF cukup untuk 1.000m² luasan lahan lada, atau kira-kira 100 batang tanaman lada.
Lihat ; cara aplikasi agens hayati Mosa glio/ Superglio dan BIO-SPF
Penyakit Busuk Pangkal Batang
Penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman lada disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Serangan pada akar atau pangkal batang menyebabkan tanaman layu dan mati secara cepat. Saat ini penyakit BPB telah ada di seluruh areal pertanaman lada di Indonesia. Jamur Phytophthora capsici merupakan jamur tular tanah, dapat membentuk struktur istirahat yang mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Serangan Phytophthora capsici banyak terjadi pada musim hujan.
Gejala serangan
Serangan Phytophthora capsici pada daun menyebabkan gejala bercak daun pada bagian tengah atau tepi daun. Sepanjang tepi bercak tersebut bagian gejala berwarna hitam bergerigi seperti renda yang akan nampak jelas bila gejala masih segar; bagian tersebut tidak nampak apabila daun telah mengering atau pada gejala lanjut. Daun-daun sakit merupakan sumber inokulum bagi tangkai atau cabang sehat yang berada di dekatnya.
Pencegahan dan pengobatan
Untuk pencegahan dan pengobatan, tabur/kocorkan MOSA GLIO / Superglio . 1 sachet MOSA GLIO / Superglio cukup untuk 1000m² luasan lahan lada, atau kira-kira 100 batang tanaman lada.
Lihat : MOSA Glio / Super Glio mengatasi busuk pangkal batang pada lada
Penyakit Kuning karena nematoda
Penyakit kuning ini disebut juga yellow disease. di Bangka disebut sakit bujang
Penyebab penyakit kuning
Penyakit kuning karena nematoda ini disebkan oleh hewan kecil nematoda dari jenis Anguilulina similis (Tylenchus similis cobb)
Nematoda lain; Heterodera radisicola / Herodera marioni membuka jalan bagi serangan cendawan phytium sp, sehingga disebut penyakit majemuk (komplikasi)
Cara merusak : Cacing betina merusak akar rambut, menjadi hitam dan akar mati. Kemudian masuk kedalam akar lewat akar rambut. Serangan terjadi secara sebagian-sebagian akhirnya meluas seluruh kebun. Gejala serangan akan nampak jika sudah 1 tahun. Semua daun menguning, tanaman yang berdekatan juga pasti sudah terinfeksi. Terhenti pertumbuhannya daun dan buah rontok
Cara penyebaran : Lewat air, dan kontak akar
Pencegahan
Penggunaan mulsa yang dapat mematikan nematoda yaitu penggunaan mulsa eupatorium odoratum dengan kebutuhan 45 ton/ha diawal musim hujan
Penggunaan tajar hidup jenis lamtoro ( Leucena glauca). Nama daerah dari Leucaena glauca antara lain ;ete selong, pete china, lamtoro, metir, kemlandingan (Sumatera-Jawa), selamtara, peuteuy china, peuteuy selong, kamalandingan (Sunda-Madura). Leucaena glauca merupakan tumbuhan berkayu (lignaceus) atau merupakan tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Tingginya mencapai 2-10 m, ranting berbentuk bulat silindris, dan ujungnya berambut rapat. Daunnya majemuk, menyirip genap ganda. Buah lamtoro termasuk buah polong, pipih, dan tipis, bertangkai pendek, panjangnya 10-18 cm, lebar sekitar 2 cm, berisi biji-biji kecil yang cukup banyak dan diantara biji ada sekat. Leucaena glauca ini memiliki tipe pengembangbiakan dengan penyebaran biji tua dan stek batang.
Aplikasi agens hayati MOSA GLIO (Superglio) dan BIO-SPF dianjurkan untuk mengendalikan komplikasi penyakit dari serangan cendawan phytium sp.
Penyakit Lain/ Sekunder
Penyakit mati awal
Penyakit ini terjadi karena fisiologis, yakni mati awal. Tanaman lada peka terhadap perawatan ( jangan melukai perakaran) terutama dalam membuat saluran air ataupun kegiatan membersihkan rumputdengan cangkul
Cara pencegahan ; pengaturan air dalam tanah, drainase dan pemupukan.
Antraknose lada
Cendawan Colletotrichum necator penyebab Antraknose pada lada , yang menghasilkan “scroma” pada muka daun bagian atas dimana akan nampak titik hitam. Konidia-konidianya keluar terbawa air hujan dan berkembang di segala arah. Jika menempel pada malai maka malai akan rontok. Kerugian menyebabkan 4-13% penurunan produksi
Pencegahan : Penggunaan agens hayati MOSA GLIO / Superglio dan BIO SPF (sebaiknya digunakan di musim kemarau supaya lebih optimal).
Takaran/dosis aplikasi MOSA GLIO / Superglio dan BIO-SPF ini adalah 1 sachet MOSA GLIO / Superglio dan 1 sachet BIO-SPF cukup untuk 1000m² luasan lahan lada, atau kira-kira 100 batang tanaman lada.
Lihat ; cara aplikasi agens hayati Mosa glio/ Superglio dan BIO-SPF
Mengapa harus MOSA GLIO & BIO SPF ?
Banyak pertanyaan dari petani maupun praktisi lada yang yang menanyakan mengapa dalam pengendalian penyakit pada tanaman lada ini menggunakan 2 agens hayati sekaligus, yani MOSA GLIO dan BIO-SPF. Untuk menjawab pertanyaan ini harus dipahami bagaimana cara kerja 2 agens hayati ini. Jelas secara metode dan kandungan bahan aktif 2 agens hayati ini berbeda.
Penyakit pada tanaman yang sangat kompleks menjadikan alasan untuk merekomendasikan penggunaan 2 agens hayati tersebut agar bekerja secara sinergis. Sehingga secara gampang petani maupun praktisi dapat mendapatkan manfaat dari kedua agens hayati tersebut.
Sehingga penggunaan kedua agens hayati (MOSA GLIO/Superglio & BIO-SPF itu merupakan paket solusi tak terpisahkan untuk mengantisipasi dan mengobati penyakit jika tanaman terlanjur terkena penyakit.
Mosa Glio/Superglio
MOSA GLIO / Superglio adalah agens hayati (musuh alami penyebab penyakit) berbahan aktif Gliocladium dan Trichderma yang bekerja mencegah masuknya penyakit di daerah perakaran lada dan berkembang biak secara alami dalam bahan organik tanah .
BIO-SPF – Bio stimulat, Protectant, Fertilizer
BIO-SPF adalah jenis bakteri perakaran yang menginduksi ketahanan tanaman lada sehingga melindungi dari serangan antraknose , penyakit karat, dan fusarium yang disebabkan oleh cendawan.
Sehingga penggunaan kedua agens hayati itu merupakan paket solusi tak terpisahkan untuk mengantisipasi dan mengobati penyakit jika tanaman terlanjur terkena penyakit.