MOSA Glio / Super Glio mengatasi busuk pangkal batang pada lada

Penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman lada disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Serangan pada akar atau pangkal batang menyebabkan tanaman layu dan mati secara cepat. Saat ini penyakit BPB telah ada di seluruh areal pertanaman lada di Indonesia. Jamur Phytophthora capsici merupakan jamur tular tanah, dapat membentuk struktur istirahat yang mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Serangan Phytophthora capsici banyak terjadi pada musim hujan.

Penyebaran penyakit

Penyebarannya dapat terbawa air, angin yang terjadi selama hujan, bahan tanaman, ternak/hewan, manusia dan alat pertanian. Di samping itu Phytophthora capsici mempunyai kisaran inang cukup banyak. Sampai saat ini belum ada varietas lada yang resisten terhadap BPB.

Gejala serangan

Serangan Phytophthora capsici   pada daun menyebabkan gejala bercak daun pada bagian tengah atau tepi daun. Sepanjang tepi bercak tersebut bagian gejala berwarna hitam bergerigi seperti renda yang akan nampak jelas bila gejala masih segar; bagian tersebut tidak nampak apabila daun telah mengering atau pada gejala lanjut. Daun-daun sakit merupakan sumber inokulum bagi tangkai atau cabang sehat yang berada di dekatnya.

Infeksi pada daun biasanya terjadi setelah turun hujan. Apabila selama waktu hujan angin kencang, maka propagul Phytophthora capsici dapat terbawa dan menyebar ke daun tanaman di sekitarnya. Apabila serangan patogen terjadi pada satu tanaman dalam suatu kebun, maka dapat diperkirakan 1-2 bulan kemudian penyakit akan menyebar ke tanaman di sekitarnya. Penyebaran penyakit akan lebih cepat pada musim hujan, terutama pada pertanaman lada yang disiang bersih.

Pencegahan dan pengendalian

Berikut ini 4 langkah pencegahan Penyakit Busuk Pangkal Batang pada tanaman lada;

Pengendalian BPB sebaiknya dilakukan mulai dari awal tanam :

  1. Pilihlah bibit tanaman yang bebas jamur Phytophthora capsici.
  2. Membuat saluran drainase serta parit keliling. Parit melintang untuk membuang air di tengah-tengah kebun, sehingga tanaman tidak terendam akarnya. Sebagai catatan penting, pembuatan parit sebaiknya dilakukan sedini mungkin, sehingga tidak melukai perakaran jika tanaman sudah besar.
  3. Pengolahan tanah yang baik diikuti pemberian bahan organik dan MOSA GLIO/SUPER GLIO yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp . (Lihat : Cara kerja Super Glio)

    contoh aplikasi super glio untuk mengatasi penyakit akibat jamur
    contoh aplikasi super glio untuk mengatasi penyakit akibat jamur


  4. Menggunakan tajar/tegakan hidup dan melakukan pemangkasan secara teratur, melakukan pangkas bentuk tanaman lada, menanam penutup tanah (Arachis pintoi), penyiangan terbatas/bobokor, membuat pagar keliling dengan tanaman hidup, dan pemupukan sesuai anjuran.

Pengendalian penyakit untuk tanaman lada dewasa

Sebenarnya tanaman lada dewasa perakarannya sudah meluas/melebar ke segala penjuru. Sehingga menurut pengalaman lapangan, tanaman lada dewasa sebaiknya tidak perlu ‘diganggu’ perakarannya. Karena luka yang disebabkan oleh alat pertanian berpotensi menjadi pintu masuk penyakit. Namun apabila terpaksa, belum ada parit/drainase, maka dibenarkan membuat parit melintang di tengah lahan untuk pembuangan air/drainase di kala curah hujan cukup tinggi.

Perawatan dan perlakukan lain yang mendukung keberhasilan ;

  1. Menanam tanaman penutup tanah dan penyiangan terbatas.

    Contoh penyiangan terbatas (sekitar tanaman lada)
    Contoh penyiangan terbatas (sekitar tanaman lada)
  2. Memotong cabang tanaman lada yang berada di dekat permukaan tanah.
  3. Membuat pagar keliling dan tidak membiarkan ternak peliharaan berkeliaran di dalam kebun.
  4. Melakukan pengocoran dengan BIO SPF dan MOSA GLIO/SUPER GLIO. (Lihat ‘Cara kerja BIO SPF‘ dan ‘Cara kerja MOSA GLIO/UPERGLIO‘)
  5. Alat pertanian yang dipakai pada tanaman sakit jangan langsung dipakai untuk tanaman sehat,
  6. Bila menggunakan tajar maka dilakukan pemangkasan secara teratur. (Lihat : Manfaat clereside untuk tajar hidup)
  7. Tanaman sakit segera di buang/dibakar dan tanahnya diberi kapur pertanian/dolomit serta aplikasi pupuk organik dengan terlebih dahulu dicampur MOSA GLIO/SUPER GLIO. (Lihat : Cara kerja Super Glio)

Efisiensi budidaya lada terpadu merupakan tindakan alternatif menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu. Tindakan tersebut adalah melakukan budidaya lada dengan tajar dan memelihara ternak seperti kambing/domba atau sapi. Dengan budidaya lada yang tepat dan benar, jamur Phytophthora capsici dapat dikendalikan.


Video penjelasan

Berikut ini video penjelasan terkait penyakit BPB pada tanaman lada dari konsultan hama dan penyakit tanaman dari tim agrokompleks mosa mandiri ;

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *