Agrokompleks Kita

Budidaya Bawang Putih (Allium sativum) – Bag VI : Hama dan Penyakit Utama pada Bawang Putih

ulat spodoptera exigua yang mendekam dan memakan pada daun bawang

ulat spodoptera exigua yang mendekam dan memakan pada daun bawang

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya bawang putih

Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua)

Bagian tanaman yang terserang terutama daunnya, baik daun pada tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua. Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang putih merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Setelah menetas dari telur, ulat muda segera melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang, akibatnya ujung daun nampak berlubang/ terpotong. Ulat akan menggerek permukaan bagian dalam daun, sedang epidermis luar ditinggalkannya. Akibat serangan tersebut daun terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akhirnya daun menjadi terkulai.

Larva atau ulat muda berwarna hijau dengan garis-garis hitam pada punggungnya. Ulat tua mempunyai beberapa variasi warna, yaitu hijau, coklat muda dan hitam kecoklatan. Ulat yang hidup di dataran tinggi umumnya berwarna coklat.

Pengendalian :


Hama Thrips

Hama ini mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal.  Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak.  Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan.

Pengendalian: Untuk pengendalian hama ini bisa dilakukan cara seperti disebutkan diatas


Penyakit layu fusarium (Jawa : Ngoser)

Gejala serangan layu fusiarium pada tanaman bawang putih

Penyakit ini akan memunculkan daun bawang menguning, tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoser). Gejala umum dari serangan penyakit ini terlihat tenaman menguning (seperti menua sebelum waktunya). Ujung daun tanaman yang terinfeksi berubah menjadi kuning kemudian coklat saat gejalanya mengarah ke bawah menuju umbi. Kadang-kadang perubahan warna kemerahan dapat muncul pada selubung umbi tanaman bawang putih yang sangat terinfeksi di awal musim.

Penyebab : Fusarium sp

Penyakit layu ini disebabkan oleh jamur tular tanah Ada banyak penyakit jamur tular tanah pada bawang putih dengan gejala berbeda yang disebabkan oleh spesies dari genus Fusarium. Tetapi Petani bawang putih akrab dengan ngoler (busuk umbi). Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium proliferatum, Fusarium culmorum & Fusarium oxysporum. Layu Fusarium menyerang umbi dari bawah ke atas, mirip dengan busuk putih, tetapi berlangsung lebih lambat dan tidak mengembangkan sklerotia yang menjadi ciri khas pada pada busuk putih.

Memutus Siklus Penyakit :

Pengendalian :


Penyakit Bercak Ungu atau Trotol

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi  busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman.

Sama seperti disebutkan diatas, karena serangan penyakit ini dari jenis jamur, sangat dianjurkan untuk memutus siklus penyakit serta pengendalian secara hayati.

Memutus Siklus Penyakit :

Pengendalian :


Penyakit Antraknose atau Otomotis

Penyakit ini disebabkan jamur Colletotricum gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis). Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan.

Pengendalian & Pencegahan :


Penyakit oleh virus

Pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah, terkulai serta anakannya sedikit. Pergunakan bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

Pegendalian :

Pencegahan :


Penyakit Busuk bakteri

Umbi jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen.

Usahakan disimpan di tempat yang kering.

Pengendalian & Pencegahan :


Busuk umbi/ leher batang oleh jamur

Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).

Memutus Siklus Penyakit :

Pengendalian & Pencegahan :

Pengendalian gejala penyakit ini perlu digunakan agens hayati baik yang berupa PGPR (berbahan mikrobia endofit, eksofit & antagonis) maupun jamur antagonis (misalnya ; thrichoderma sp).


 

 

Exit mobile version