Tanaman Inang ;
Padi sawah, padi gogo.
Gejala Serangan :
- Stadia tanaman yang rentan terhadap serangan penggerek batang adalah dari pembibitan sampai membentuk malai.
- Gejala serangan saat vase vegetatif disebut “sundep”, titik tumbuh batang padi putus karena penggerek dan mengering seperti jerami.
- Pada vase generatif menyebabkan malai yang muncul kering dan hampa yang disebut “beluk”.
Biologi Hama :
- .Telur diletakkan mendatar, kelompok telur umumnya pada permukaan bawah daun pada daun padi bagian atas.
- Antara 150 – 250 larva menetas dari kelompok telur pada awal pagi hari. Larva langsung menggerek pangkal daun dan jaringan. Larva yang jatuh kemungkinan terbawa aliran air irigasi dan pindah ke tanaman lain.
- Siklus hidup hama 40 – 70 hari.
- Ambang ekonomi penggerek batang adalah 10 % anakan terserang, dan ada 4 kelompok telur per rumpun pada fase bunting.
Cara Pengendalian:
- Menggunakan varietas tahan, seperti IR, Ciherang, dll
- Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan, serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.
- Mengumpulkan secara manual kelompok telur seawal mungkin untuk dimusnahkan.
- Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati.
- Membakar jerami sisa panen untuk memusnahkan hama dewasa.
- Menggunakan parasitoid Trichogramma, Telenomus, atau Anagrus untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.
- Membuat perangkap dari cahaya untuk menarik ngengat ini, untuk kemudian dapat disemprot dengan pestisida biologi TOP BN (MOSA BN).
- Menggunakan Agens Hayati TOP BN (MOSA BN) yang berabahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan TOP BN (MOSA BN) 100 – 200 gr atau 1 sampai 2 sachet.