Agrokompleks Kita

Nona Makan Sirih / Sirih sirihan

Tanaman Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae) biasa ditanam sebagai tanaman hias di halaman / ditaman-taman, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Asalnya dari Afrika tropis, dapat ditanam di pot / di tanah, menyukai lokasi yang sedikit terlindung / terkena matahari penuh untuk berbunga bagus.

Sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional, Nona Makan Sirih ini juga mempunyai nama lokal ; Nona sirih, Bunga nyonya nginang (Batak), Sirih sirian, Kembang loro ati (Jawa).

Perdu memanjat / merambat, tinggi 2-5 meter. Tanaman ini mempunyai ranting muda yang bentuknya persegi empat. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur memanjang, ujung runcing, tepi rata. Bunga keluar dari ujung ranting / ketiak daun, dalam rangkaian yang bersifat rasemos, berwarna merah berseludang putih kekuningan, buah bulat berwarna hijau dengan 2-4 biji, bila matang berwarna cokelat hitam.

Morfologi

Kandungan penting :

Khasiat :

Bagian yang dipakai :

Daun dapat digunakan untuk radang kronis selaput gendang telinga (timpanitis) pada anak-anak.

Cara penggunaan :

Peluruh kencing batu & Pelancar air seni

Memar dan luka

 

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara, serta disarikan dari berbagai sumber.

 

 

Exit mobile version