Agrokompleks Kita

Brotowali (Tinospora cordifolia)

Brotowali (Tinospora crispa L.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan manusia. Di Jawa orang mengenal brotowali sebagai salah satu ramuan jamu ‘pahitan’ karena rasanya yang pahit. Selain digunakan untuk mengobati penyakit diabetes militus, brotowali juga digunakan untuk mengobati penyakit perut, kuning dan malaria. Oleh karena itu permintaan brotowali semakin lama semakin meningkat. Tanaman ini belum banyak di budidayakan karena hanya tumbuh liar di ladang, hutan, atau ditanam di halaman rumah.

Morfologi

Tanaman brotowali termasuk dalam famili Menispermaceae. Banyak nama untuk tanaman brotowali ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan bitter grape, dan dalam bahasa Cina dikenal dengan shen Jin teng.Sedangkan di Indonesia brotowali disebut dengan Andawali (Sunda), Antawali (Bali), daun gadel, bratawali, putrawali (Jawa).
  • Bentuk tanaman berupa perdu memanjat dengan tinggi batang sampai 2,5 m, berbintil-bintil rapat dan tidak beraturan, kulit batangnya mudah terkelupas dan berasa sangat pahit.
  • Perakaran berupa akar tunggang.
  • Daun tunggal, bertangkai,panjang sampai 6-13 cm, bentuknya seperti jantung atau agak bundar telur, berujung lancip, lebar 7-14 cm, berwama hijau muda dan halus. Tangkai daunnya memiliki panjang antara 3-11 cm dengan pangkal bengkok dan membesar.
  • Bunga berwarna hijau keputihan, berbentuk tandan semu, menggantung, panjang 7-25 cm. Bunga (jantan) bergagang pendek panjang 3 mm sampai dengan 4 mm, kelopak 6 wama hijau, panjang kurang lebih 3,5 mm, daun mahkota 3 panjang kurang lebih 8 mm.
  • Buah brotowali berwama merah muda yang berkumpul dalam tandan.
  • Brotowali tumbuh di daerah tropis, menyukai tempat terbuka dan panas (membutuhkan banyak sinar matahari), dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi hingga 1.700 m dpl, suhu 20-28 °C, dengan curah hujan 1.500-3.000 mm/th.
  • Perbanyakan secara generatif dengan biji. Dapat pula perbanyakan secara vegetatif dengan cara stek batang. Penanaman dilakukan di media tanam terlebih dahulu hingga terbentuk akar.

Kandungan kimia

  • Batang brotowali mengandung :zat pahit, yaitu pikroretin dan senyawa lainnya seperti berberin, tinokrisposid, saponin, tannin, kolumbin, palmatin, kaempferol dan pati (Mahendra, 2005).
  • Batangnya mengandung tinosporine, tinospordine, picro­retine, N-trans-feruloyl tryamine, N-cis-feruloyl tyramine, tinobuberide borapetoside A, borapetol A ceryl alcohol, beta­sitosterol, stigmasterol, and phytosterol (Annonymous, 1993).
  • Daunnya mengandung alkaloida dan suatu :zat yang belum cukup jelas akan wujud dan atau rumus bangunnya, tetapi telah diketahui bahwa :zat itu mengandung N dan mempunyai rasa yang manis (Boorsma). Sedangkan pada akamya mengandung berberine dan columbine (Sastroamidjojo, 2001).

Khasiat

  • Brotowali memiliki efek farmakologi seperti analgesik (mengurangi rasa sakit), antipiretik (menurunkan demam), anti­inflamasi (anti radang), antidiabetes / hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah), hiepatitis, analgesik, antipiretik, antihipertensi, antiinflamasi, antikoagulan, tonikum dan antiperiodikum
  • Secara praktek umum di masyarakat empiris Brotowali mempunyai kegunaan yakni untuk menambah nafsu makan, mengobati nyeri perut, demam, kencing manis dan kudis.
  • Batang brotowali biasa digunakan untuk mengobati penyakit perut, demam, sakit kuning, dan sebagai obat oles atau plester untuk menghilangkan rasa sakit di pinggang, obat kudis, malaria, mengobati rematik, arthritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, demam kuning, koreng, kudis dan luka-luka,

Penambah nafsu makan

  • Siapkan 3 lembar daun brotowali dan 30 g batang brotowali
  • Cuci daun dan batang lalu rebus dengan 2 ℓ air hingga mendidih.
  • Minum 1 gelas per hari.

Hepatitis

  • Sediakan 1 jari batang brotowali, madu secukupnya. Cuci bersih batang lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 1 gelas, dinginkan dan saring.
  • Minum ramuan 1 kali sehari.

Simplisia

  • Kumpulkan batang brotowali segar.
  • Cuci dan tiriskan. Potong-potong batang.
  • Keringkan menggunakan oven dengan suhu 40 °C hingga kadar air kurang dari 10%.
  • Setelah kering kemas dan vakum batang agar tidak mudah berjamur.

Gambar

Sumber : disarikan dari berbagai sumber.

Exit mobile version