Agrokompleks Kita

Adas

Tanaman Adas (Foeniculum vulgare) merupakan salah satu dari sembilan tumbuhan obat yang dianggap bermukjizat di Anglo-Saxon. Adas banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan tanaman obat. Tanaman ini juga menghasilkan minyak esensial, yang digunakan sebagai bahan deterjen dan kosmetik seperti sabun, krim, lotion, dan parfum mewah.Adas dapat hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi.

Berasal dari Eropa Selatan dan daerah Mediterania. Secara liar, tumbuh di garis pantai Mediterania dan Mesir, kemudian dibudidayakan secara meluas di seluruh dunia. Adas banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan tanaman obat. Tanaman ini juga menghasilkan minyak esensial, yang digunakan sebagai bahan deterjen dan kosmetik seperti sabun, krim, lotion, dan parfum mewah.

Adas menghasilkan minyak adas yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang sudah masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya digunakan dalam industri obat-obatan, Adas juga dipaka untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya, ada digunakan bersama dengan kulit batang pulosari, Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Kandungan Kimia

Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foenuculi) 1- 6%, 50 -60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kendungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma khas dan berkhasiat karminatif. Agarnya mengantung bergapten. Akar dan biji mengantung stigmasterin (serposterin).

Morfologi

  • Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dpl, beriklim sejuk, dan sangat sensitif terhadap garam, menyukai tanah liat lembap dengan pH tanah antara 6,3-8,3, curah hujan rata-rata 500-2.000 mm/th, suhu tahunan 12-24 °C, juga tumbuh dengan baik di tanah berpasir.
  • Tumbuhan herba ini memiliki bau yang harum dengan tinggi tanaman 50 cm – 2 m, berwarna hijau terang, dan tegak. Batang berbentuk galah dengan alur sejajar, bercabang banyak.
  • Daun-daunnya tumbuh hingga 40 sentimeter panjang, berbentuk pita, dengan segmen terakhir dalam bentuk rambut, kira-kira selebar 0,5mm.
  • Bunga yang dihasilkan di ujung tangkai adalah bunga majemuk yang berdiameter 5 hingga 15 cm. Setiap bagian umbel mempunyai 20-50 kuntum bunga kuning yang amat kecil pada pedikel-pedikel yang pendek.
  • Buahnya adalah biji kering dengan panjang dari 4 hingga 9 milimeter, dan lebar separuh panjangnya, dan mempunyai alur. Bijinya yang dikeringkan disebut biji adas.
  • Perbanyakan dengan biji atau anakan. Biji langsung ditanam ataupun disemai dahulu. Jarak tanam di lapangan 50 cm.

Kandungan Bahan Kimia

  • Serat, Karbohidrat kompleks, Protein, Aneka vitamin, seperti vitamin C, vitamin B, vitamin A, dan vitamin K, Mineral, termasuk kalsium, zat besi, kalium, magnesium, dan mangan.
  • Daun: kuersetin-3-glukuronida, limonen, kaempferol-3-glukuronida, felandren, nelumbosida, pinen, funikularin.
  • Biji: flavonoid, terpenoid, alkaloid, fenol, sterol, estragole, asam gallik, L-limonene.

Bagian yang digunakan :

Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

Khasiat :

Sebagai Teh Herbal

Batuk Berdahak

 

Mengobati infeksi jamur

  • Pilih adas kering sebanyak 10 g.
  • Giling hingga menjadi serbuk halus.
  • Oleskan pada bagian luar tubuh yang sakit.

Simplisia

 

Exit mobile version