Teknis Budidaya Ayam Petelur

ayam petelur dengan vitto - g
ayam petelur dengan vitto – g

Kebutuhan akan protein selain berupa daging juga berupa telur. Ayam petelur berasal dari domestikasi jenis ayam hutan yang unggul dalam menghasilkan telur.

Ayam petelur yang pertama kali di budidayakan adalah ayam ras petelur white leghorn.

Peternakan ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiap negara. Sentra peternakan ayam petelur sudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia terutama berada di Pulau Jawa danSumatera.

Telur digunakan sebagai lauk teman makan nasi. Namun permintaan penggunaan telur yang tidak sedikit adalah digunakan untuk memproduksi roti atau kue.

Jenis-jenis Ayam Petelur

Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe :

Tipe Ayam Petelur Ringan

Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur  ringan ini memiliki badan yang ramping / mungil / kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn.  Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house.

Contoh : Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg / dosin telur.

Tipe Ayam Petelur Medium

Ayam berbulu coklat.Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Telurnya cukup banyak,  dan dapat menghasil kan daging yang banyak  Maka disebut ayam dwiguna.

Contoh :Ross Brown: berbulu cokelat, type dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg / dosin telur.


Pemilihan Lokasi

 Lokasi kandang dipilih yang jauh dari keramaian dan pemukiman namun aksesnya mudah  dijangkau. Lokasi juga aman dari penggusuran.

Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2 – 35 °C, kelembaban berkisar antara 60 – 70%, penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan jika turun hujan.

sirkulasi udara dalam kandang ayam petelur harus lancar, agar ayam tidak gampang stress dan sakit
sirkulasi udara dalam kandang ayam petelur harus lancar, agar ayam tidak gampang stress dan sakit

Kandang

  1. Sebaiknya kandang dibangun degan sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang. untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.
  2. Kandang yang banyak digunakan peternak komersial adalah sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.

Pemilihan Bibit Ayam

Ayam petelur yang akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:

  • Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
  • Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
  • Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
  • Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
  • Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  • Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Pemeliharaan

Kebersihan  lingkungan  kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet / terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan  dosis sesuai catatan pada label kemasan.

Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu).

– Pakan untuk Fase Starter adalah sebagai berikut:

Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.

Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor & minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yg dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

– Pemberian pakan Fase Finisher adalah sebagai berikut:

Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% & energi (ME) 2900-3400 Kcal.

Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor & minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian Minum, VITTO & VITTOTERNA G

Selain pemberian minum berdasarkan umur ayam, juga diberikan suplemen organik.  untuk mengoptimalkan pencernaan ayam dan pertumbuhan. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dlm hal ini dikelompokkan dlm 2 (dua) fase yaitu fase starter (awal) dan fase finisher (akhir). Pada fase starter (awal) selain air minum juga diberikan VITTO TERNA atau disingkat VITTO. Sedangkan pada fase finisher (akhir) selain air minum juga diberikan VITTOTERNA-G atau disingkat VITTO-G. Pemberian VITTO-G ini dikhususkan untuk mengoptimalkan produksi dan kualitas telur.

Memaksimalkan daya serap nutrisi, penambahan nutrisi / mineral selain dari pakan yang diberikan, meningkatkan daya tahan unggas petelur terhadap penyakit dan cuaca merupakan bagian yang tak bisa ditinggalkan untuk mengoptimalkan unggas petelur dalam menghasilkan telur yang baik kualitas maupun kuantitasnya.             VIT TO TERNA adalah suplemen untuk ternak yang terbuat dari bahan yang berkualitas, mengandung nutrisi Asam-asam amino essensial, mineral-mineral dan vitamin-vitamin, serta mikrobia pendukung pencernaan ternak seperti mikrobia asam laktat, mikrobia selulotik, mikrobia amilolitik. Selain menambah nutrisi secara langsung, VIT TO TERNA akan mengoptimalkan pakan yang diberikan pada ternak untuk dirubah menjadi daging / telur, energi / kalori dan meningkatkan daya tahan ternak terhadap serangan penyakit.

a) Fase starter (umur 1-29 hari)

Pada fase ini kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu;

Minggu ke-1 (1-7 hari) 18 lliter+ 5 tutup VITTO/hari/1000 ekor. SatuTutup = 10 cc.

Minggu ke-2 (8-14 hari) 31 liter+ 7 tutup VITTO/hari/1000 ekor.

Minggu ke-3 (15-21 hari) 45 liter+ 10 tutup VITTO TERNA/hari/1000 ekor.

Minggu ke-4 (22-29 hari) 77 liter+18 tutup VITTO TERNA/hari/1000ekor.

Jadi jumlah air minum yg dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 1226 liter/1000 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula & obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yg diberikan adalah 50 gram/liter air.

Penggunaan VITTO TERNA untukminggu 1 sampai mingguke 4 diperlukan 3000 cc  atau 6 botol x 500 cc untuk 1000 ekor.

b) Fase finisher (umur 30-57 hari)

Pada fase ini pemberian minum terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu;

Minggu ke-5 (30-36 hari) 95 lliter+ 4 tutup VITTOTERNA-G/hari/1000 ekor;

minggu ke-6 (37-43 hari) 109 liter+ 5 tutup VITTOTERNA-G/hari/1000 ekor;

minggu ke-7 (44-50 hari) 127 liter+ 6 tutup VITTOTERNA-G /hari/1000 ekor &

minggu ke-8 (51-57 hari) 141 liter+ 7 tutup VITTOTERNA- G/hari1000/ekor.

Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 3334 liter/hari/1000ekor.

Penggunaan VITTOTERNA-G untuk minggu 5  sampai minggu ke 8 diperlukan 1500 cc  atau 3 botol x 500 cc untuk 1000 ekor.


Pemberian Vaksinasi & Obat

Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menular dengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting.

Ada 2 jenis vaksin yaitu vaksin aktif dan inaktif. Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yg ditimbulkan lebih lama daripada  vaksin inaktif/pasif.

Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenik, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yg ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya bisa  disuntikan pada ayam yang diduga sakit.

Macam-macam vaksin:

  • Vaksin NCD virus Lasota buatan Drh Kuryna
  • Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
  • Vaksin NCD HB-1/Pestos.
  • Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
  • Vaksin anti CRD
  •  Vaksin Lyomarex utk Marek.

Persyaratan dalam vaksinasi adalah:

  • Ayam yang divaksinasi harus sehat.
  • Dosis & kemasan vaksin harus tepat.
  • Sterilisasi alat-alat

Pemeliharaan Kandang 

Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dandiperbaikibilaadakerusakan.


Panen Ayam Petelur

  1. Hasil Utama
    Hasil utama dari budidaya ayam peteluryakniberupatelurPanen dilakukan3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
  2. Saat pengambilan telur, teur yang abnormal dipisahkan.Telur normal adalah telur yg oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dgn volume sebesar 63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.
  3. Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau tinja ayam dibersihkan. Telur yangg terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.

Hama dan penyakit  ayam petelur

Penyakit karena Bakteri

  1. Berakputih (pullorum)

    Menyerang ayam kampung degan angka kematian yang tinggi.
    Penyebab: Salmonella pullorum. Pengendalian: diobati degan antibiotika

  2. Foel typhoid

    Sasaran yg disering adalah ayam muda/remaja & dewasa.
    Penyebab: Salmonella gallinarum. Gejala: ayam mengeluarkan tinja yg berwarna hijau kekuningan.
    Pengendalian: dgn antibiotika/preparat sulfa.

  3. Parathyphoid

    Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
    Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
    Pengendalian: dgn preparat sulfa/obat sejenisnya.

  4. Kolera

    Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun & burung merpati.
    Penyebab: Pasteurella multocida.
    Gejala: pada serangan yg serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
    Pengendalian: dgn antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).

  5. Pilek ayam (Coryza)

    Menyerang semua umur ayam, terutama menyerang anak ayam.
    Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri & virus.
    Gejala: ayam yg terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
    Pengendalian: dapat disembuhkan degan antibiotia/preparat sulfa.

  6. CRD

    CRD adalah penyakit pada ayam yg populer di Indonesia. Menyerang anak ayam & ayam remaja.
    Pengendalian: dilakukan degan antibiotika (Spiramisin & Tilosin).

  7. Infeksi synovitis

    Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler & kalkun.
    Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
    Pengendalian: dgn antibiotika.

Penyakit karena Virus

  1. Newcastle disease (ND)

    ND adalah penyakit oleh virus yg populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan. Penemuan tersebut tdk tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi & diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.

  2. Infeksi bronchitis

    Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Jika menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dankuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yg normal selalu ada ditengah). Penyakit dapat dicegah degan vaksinasi.

  3. Infeksi laryngotracheitis

    Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas. Penyebab: virus yang diindetifikasikan degan Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh degan desinfektan, misalnya karbol.

  4. Cacar ayam (Fowl pox)

    Gejala: tubuh ayam bagian jengger yg terserang akan bercak-bercak cacar.
    Penyebab: virus Borreliota avium.
    Pengendalian: dgn vaksinasi.

  5. Marek

    Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%.
    Pengendalian: dgn vaksinasi.

  6. Gumboro

    Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.

Penyakit karena Jamur & Toksin

  1. Muntah darah hitam (Gizzerosin)

    Ciri kerusakan total pada gizzard ayam.
    Penyebab: adalah racun dlm tepung ikan tetapi tdk semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yg menguraikan asam amino hingga menjadi racun. Pengendalian: belum ada.

  2. Racun dari bungkil kacang

    Minyak yg tinggi dalam bungkil kelapa & bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dlm rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang danbungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.

Penyakit karena Parasit

  1. Kutu

    Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.

  2. Cacing

    Peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot & kurang aktif.

Penyakit karena Protozoa

Penyakit ini berasal dari protozoa (Trichomoniasis, Hexamitiasis & Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang & genangan air.


Kisah Sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *