Arsip Tag: tumpangsari

Panduan budidaya kelapa sawit

budidaya kelapa sawit, sawit, pekebunan sawit
Pekebunan sawit Pak Saimun, Sahabat MMC Kab. Bengkayang, Kalbar

Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guinensis) merupakan” keajaiban tanaman perkebunan” selain penghasil minyak makanan, minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel), turunan dari produk ini sangatlah banyak.Usaha peningkatan produksi kelapa sawit bisa dilakukan dengan perluasan areal pertanaman, rehabilitasi kebun yang sudah ada dan intensifikasi. Lanjutkan membaca Panduan budidaya kelapa sawit

Tumpangsari budidaya kacang benguk untuk pengendalikan alang-alang / gulma

Kacang kara benguk ( Mucuna Pruriens sp )
Kacang kara benguk ( Mucuna Pruriens sp )

Kesuburan tanah ditentukan oleh tekstur, struktur dan porositas, kandungan hara dan pH serta keberadaan mikrobia yang menguntungkan bagi tanah. Untuk mempertahankan kesuburan tanah dibutuhkan tanaman penutup tanah.

               Disamping sebagai tanaman pangan, kacang benguk (karabenguk) / Mucuna pruriens sp dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah yang baik memiliki pertumbuhan yang cepat, tidak mengambil hara tanah dalam jumlah besar, menghasilkan banyak serasah, memiliki nilai penutupan tanah yang tinggi, mampu memperbaiki sifat tanah dan mampu mengendalikan gulma.
Teknologi mengembalikan kesuburan tanah telah dicoba menggunakan alley cropping atau tanaman lorong dengan lamtoro gung / Leucaena leucocephala sp  dan Gliricide / Gliricidae sepium spkacang benguk / Mucuna pruriens dan akasia Acacia auriculiformis sp. Selain itu karabenguk juga digunakan untuk mengendalikan alang-alang. Kacang benguk merupakan legum atau kacang-kacangan yang tumbuh cepat sebagai tanaman penutup tanah di daerah tropika basah, namun berakar dangkal di tanah masam, sehingga sangat cocok dibudidaya di daerah Kalimantan.
Untuk mengurangi kerusakan tanah secara luas, digunakan tanaman penutup tanah yang antara lain kacang benguk / kara benguk. Lanjutkan membaca Tumpangsari budidaya kacang benguk untuk pengendalikan alang-alang / gulma

Budidaya Jahe (Murni Organik) Dengan Teknologi MMC

Budidaya jahe memiliki potensi bagus untuk dikembangkan. Apalagi jika budidaya jahe dengan tumpang sari sehingga keuntungan dari budidaya jahe bisa berlipat. Jahe jenis jahe merah banyak dibutuhkan terutama untuk kebutuhan obat-obatan dan minuman. Berikut model budidaya jahe organik yang dipadukan dengan teknologi MMC:

Pemilihan Bibit

tanaman jahe merah dibudidaya dengan teknik bedengan
tanaman jahe merah ditanam dengan teknik bedengan

Bibit yang baik yaitu umur 12 bulan, sehat tidak membawa bibit penyakit , Kemudian direndam dengan BIO-SPF selama 1 jam .

Kebutuhan Bibit

1 Kg bibit = 3 meter Lanjutkan membaca Budidaya Jahe (Murni Organik) Dengan Teknologi MMC