Arsip Tag: top BN

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Hama dan Penyakit utama pada Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.

Hama Tungau

Tungau yang menyerang pada sawit ini adalah jenis Tungau merah (Oligonychus). Tungau merah (Oligonychus) yang panjangnya 0,5 mm. Hidupnya disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun. Hama ini menyebabkan dan berkembang pesat dalam keadaan cuaca kering dimusim kemarau.

Gejala ; daun yang diserang berubah warna dari hijau menjadi perunggu mengkilat (bronz). Pesemaian atau pembibitan mengalami kerusakan.

Pengendalian ; Pengamatan rutin dan penyemprotan dengan TOP BN  / MOSA BN. 1 sachet MOSA BN/ TOP-BN (100gr) digunakan untuk luasan lahan sawit 1000m². Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

Hama Ulat Setora

Ulat setora atau Setora nitens Walker (Lepidoptera, Limacodidae). Hama ini menyerang tanaman yang belum dan sudah menghasilkan terutama pada umur 2 – 8 tahun. Ulat
dewasa panjangnya mencapai 40 mm.

hama ulat setora pada sawit
hama ulat setora pada sawit

Siklus hidupnya
sekitar 2 bulan dengan masa penetasan 6 hari, stadia larva
berlangsung 30 hari ( 8-9 instar) dan masa pupa 23 hari.
Tingkat populasi kritis pada pelepah daun ke 17 pada
tanaman muda dan pada pelepah 25 pada tanaman
dewasa masing-masing 5 dan 8 -10 ekor/pelepah.

 

Pengendalian ; Pengamatan rutin dan penyemprotan dengan TOP BN  / MOSA BN. 1 sachet MOSA BN/ TOP-BN (100gr) digunakan untuk luasan lahan sawit 1000m². Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

Hama Nematoda (Rhadinaphelenchus cocophilus)

Hama nematoda menyebabkan penyakit cincin merah. Kerusakan internal biasanya terlihat setelah 2-3 minggu setelah nematoda menginfeksi jaringan tanaman; sedangkan kerusakan eksternal terlihat hingga 2 bulan setelah infeksi. Gejala pada batang berupa adanya garis melingkar berwarna merah pada jaringan batang. Gejala pada daun berupa berkurangnya dalam ukuran, morfologi daun menjadi berdiri kaku tegak, nekrosis, petiol daun menguning hingga keabuan.
Imago betina  panjangnya 1 mm, ramping, arkuata hampir lurus saat santai, kutikula tipis, terdapat vulva pada bagian pinggiran daerah abdomen. Imago jantan: tubuh ventral arkuata, pada bagian ekor lebih melengkung, testis tunggal, spikula berpasangan.

Seluruh siklus hidup nematoda berlangsung di dalam jaringan tanaman. Nematoda cincin merah ini dapat menginfeksi baik pada jaringan maupun daun. Di dalam jaringan daun, nematoda menghambat pergerakan suplai air. Nematoda cincin merah dapat bertahan selama 7 hari di dalam tanah dan 90 minggu di dalam jaringan benih. Pemencaran terjadi karena adanya penggunaan alat pertanian yang tidak steril ketika memangkas batang.

Pengendalian ; diracun dengan natrium arsenit.

Hama Kumbang tanduk

richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret
richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret

Kumbang tanduk Oryctes rhinoceros L  atau  Rhinoceros beetle, disebut juga wungwung kelapa, kumbang badak dan ampal (Jawa). Hama ini selain menyerang kelapa sawit, juga menyerang kelapa. Hama ini menyebabkan daun terpotong membentuk seperti segitiga.

Telur yang dihasilkan sebanyak 50 butir per imago betina. Larva panjangnya 10-12 cm, hidup pada serasah tanaman, proses penguatan gigi terjadi pada sisa tanaman kelapa yang mati. Telur yang menetas akan menjadi nimfa dan naik ke pohon kelapa. Pupa dilindungi oleh kokon, diletakkan di dalam tanah, kurang lebih 30 cm. Pada umumnya imago aktif pada saat senja dan terbang mengelilingi mahkota bunga.

Pengendalian ; dengan agens hayati SuperMeta / MOSA META. Cara aplikasinya adalah :

1) Dicampurkan dalam media pupuk kandang jadi, kompos, dengan memberi kesempatan jamur Metharisium berkembang di media tersebut sekitar 2 minggu sebelum media siap digunakan sebagai pupuk dasar.

2) Dikocorkan di sekitar perakaran tanaman, pada sore hari.

atau 3) Disemprotkan pada jalur tanam (guludan) dibawah mulsa untuk menambah jumlah agens hayati di tanah sehingga memperbesar peluang uret bersinggungan langsung dengan spora jamur yang akan menginfeksinya.

1 sachet (100 gr) Supermeta / MOSA META cukup untuk mengendalikan hama kumbang tanduk pada luasan sawit 1.000m². Aplikasi diulang 4 bulan sekali untuk mengendalikan hama kumbang tanduk yang datang dari lahan lain.

Hama Penggerek Tandan Buah

Penggerek tandan buah atau Tirathaba sp, merupakan serangga hama yang menyerang menyerang tanaman kelapa sawit. Serangan penggerek tandan buah dijumpai di suatu areal tanaman sawit yang sudah mulai berbuah. Pembentukan buah yang terjadi secara terus-menerus merupakan salah satu faktor pendorong perkembangan populasi hama ini. Pada areal kelapa sawit hama ini menyerang tandan buah dengan fruitset rendah atau terlewat di panen. Tanaman kelapa yang terserang hama ini adalah tanaman kelapa yang masih aktif berproduksi, baik yang berumur muda ataupun telah tua.

Gejala Serangan; Tirathaba sp. banyak menyerang tanaman sawit tua ataupun muda, asalkan masih aktif memproduksi buah. Larva merusak dengan memakan dimulai pada bagian ujung buah yang masih kecil (bakal buah) dan menggerek ke dalam. Serangan hama ini menyebabkan buah muda gugur. Jika menyerang titik tumbuh pada pertanaman muda, maka akan terjadi kerusakan. Serangan yang parah menyebabkan layu dari titik pertumbuhan dan perkembangan tanaman terlambat. Gejala serangannya berupa bekas gerekan yang ditemukan pada permukaan buah. Bekas gerekan tersebut berupa faeces dan serat tanaman. Larva menutupi bagian bekas gerekan dan kotoran dengan benang-benang liur larva yang dihasilkannya. Larva sangat aktif dan bergerak cepat ketika merasa terganggu. Pada serangan baru, bekas gerekan masih berwarna merah muda dan larva masih aktif di dalamnya. Sedangkan pada serangan lama, bekas gerekan berwarna kehitaman dan larva sudah tidak aktif karena larva telah berubah menjadi kepompong.

 Pencegahan dan pengendalian; Pengendalian secara organik/hayati adalah dengan menggunakan jamur entomopatogen seperti jamur Beuveria bassiana dan Noumeria rileyi yang terdapat pada TOP BN/MOSA BN.

Caranya, 1 sachet MOSA BN/ TOP-BN (100gr) digunakan untuk luasan lahan sawit 1000m². ± 3 sendok (30 gr) MOSA BN/TOP BN dicampur dalam tangki semprot 14 liter dan disemprot pada tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi sarang hama penggerek tandan buah. Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

Hama Ulat Api

Gejala serangan ulat api pada kelapa sawit umumnya sama, yaitu rusaknya daun tanaman. Gejala serangan dimulai dari daun bagian bawah. Larva akan memakan helaian daun mulai dari tepi hingga helaian daun yang telah berlubang habis, tinggal menyisakan tulang daun atau lidi. Bagian daun yang disukai ulat api adalah anak daun pada ujung pelepah. Akibatnya tanaman terganggu proses fotosintesisnya karena daun menjadi kering, pelepahnya menggantung dan akhirnya berdampak pada tidak terbentuknya tandan selama 2-3 tahun.

Ulat api terkenal sangat rakus. Dalam sehari mampu memakan 300-500 cm daun kelapa sawit. Batas ambang ekonomi (AE) untuk ulat api adalah 5-10 ekor. Ini berarti bila dalam 1 pohon ditemukan sedikitnya 5 ekor larva, maka pengendalian perlu segera dilakukan.

Pencegahan dan pengendalian secara organik/hayati adalah dengan menggunakan jamur entomopatogen seperti jamur Beuveria bassiana dan Noumeria rileyi yang terdapat pada TOP BN/MOSA BN.

Caranya, 1 sachet MOSA BN/ TOP-BN (100gr) digunakan untuk luasan lahan sawit 1000m². ± 3 sendok (30 gr) MOSA BN/TOP BN dicampur dalam tangki semprot 14 liter dan disemprot pada tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi sarang hama penggerek tandan buah. Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

Penyakit Ganoderma

Penyakit ini juga dikenal dengan penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit disebabkan oleh cendawan ganoderma boninense.

Sesungguhnya yang sakit adalah lahan pertanaman, sehingga meskipun bibit kelapa sawit yang ditanam bebas dari inokulum ganoderma, namun bila ditanam pada areal yang sudah terinfeksi ganoderma dalam kualitas dan kuantitas yang tinggi maka tanaman tersebut akan terserang juga (Menurut Dr. Darmono Tani Wiryono – pakar ganoderma biotek perkebunan).

Pengendalian ; lebih bersifat tindakan preventif dalam menekan laju infeksi ganoderma. Perlakukan pada awal pembibitan kelapa sawit dengan MOSA GLIO /Superglio yang mengandung bahan aktif cendawan thrichoderma harzianum sp dan gliocladium sp untuk meningkatkan pertahanan tanaman terhadap penyakit BPB pada sawit.

Cara Aplikasi :  1 sachet MOSA GLIO/Superglio untuk 5 sd 10 batang. Karena perakaran sawit luas, dan masuknya penyakit bukan hanya di batang melainkan dari berbagai arah, maka pengocoran dilakukan merata dari batang sampai  radisu 1- 2 meter dari batang. Sehingga kebutuhan campuran ini kira-kira 5 liter per batang.Tindakan pengocoran ini bisa diulangi tiap 4 bulan pada tahun pertama, untuk tahun selanjutnya frekuensi aplikasi bisa dikurangi, karena cendawan thrichoderma dan gliocladium kemungkinan sudah banyak berkembang biak di tanah.

Penyakit Root Blas

Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp; Pencegahan : pemberian MOSA GLIO/SUPER GLIO

Penyakit Garis Kuning

Penyebab: Fusarium oxysporum ;

pencegahan: pemberian MOSA GLIO/SUPER GLIO semenjak awal.

Penyakit Dry Basal Rot

Penyebab: Ceratocyctis paradoxa yang menyerang bagian batang ;

Pengendalian : Pengocoran bibit/ tanaman dengan BIO-SPF.

Penyakit Bud Rot

Penyebab: bakteri Erwina

Pengendalian: belum ada cara efektif yang ditemukan dalam pemberantasan penyakit ini. Untuk pencegahannya yaitu menjaga kebersihan (sanitasi) kebun terutama disekitar tanaman dan kocorkan BIO -SPF.

Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum bisa mengatasi, dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.

Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

  • Penyakit Mozaik /Blorok

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Virus dibawa oleh vektor dari jenis kutu-kutuan daun. Virus type ini menyerang tanaman kentang hingga daun-daun jadi keriting. untuk menghindar serta melindungi kentang dari serangan virus ini. Tanaman yang

antivirus nabati mosa - bimasakti
antivirus nabati mosa – bimasakti

diserang virus ini dapat menyusut kemampuannya untuk membuahkan umbi, terlebih bila tanaman yang terserang berusia kurang dari 1 bulan. jikalau membuahkan ibu, umumnya umbinya kecil-kecil ( kriel ). belum ditemukan obat yang ampuh untuk membasmi virus ini.

Pengendalian ;

1) Pemilihan bibit tanaman kentang yang baik serta bebas dari virus.

2) Pengendalian kutu-kutu daun ( mysus persisse ) sebagai penyebar virus ( vector ) serta bergulung ( leafrol ) dengan penyemprotan TOP-BN (MOSA BN).

3) Penyemprotan intensif dengan antivirus nabati MOSA ‘BIMASAKTI’ . Penyemprotan ini dengan konsentrasi 2ml/liter dan interval ;10, 20, 40, 60 (HST/ Hari setelah tanam).

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Lepidoptera(Noctuidae)

Tanaman Inang :

Padi, jagung, tebu, sorghum, Panicum sp, Paspalum sp.

Gejala Serangan :

1.Menyebabkan mati hati pada tanaman muda dan mati daun pada tanaman tua.

2.Pada tanaman padi mula mula larva memekan upih daun kemudian menggerek ke dalam batang.

Biologi Hama :

Telur :

1.Telur diletakkan dalam barisan di dalam upih daun, mirip manik manik.

2.Telur ada 2 – 3 baris/ kelompok.

3.Dalam satu kelompok telur ada 30 – 100 telur.

4.Inkubasi telur selama 7 hari.

Larva :

1.Larva berwarna merah jambu pada bagian dorsal dan warna putih bagian ventral. 2.Kapsul kepala warna oranye sampai merah.

3.Panjang larva 30 mm.

4.Di dataran rendah larva hidup 3 – 4 minggu.

Pupa :

1Pupa berwarna coklat tua.

2.Panjang 18 mm

3.Stadium pupa 8 – 11 hari.

4.Tidak membentuk kokon.

Ngengat/Imago :

1.Warnacoklat.

2.Sayap depan bergaris coklat tua memanjang.

3.Sayap belakang putih.

4.Panjang 14 – 17 mm

5.Kurang tertarik cahaya.

Siklus hidup 46 – 83 hari

Cara Pengendalian:

Pengaturan Pola Tanam :

1.Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi

2.Rotasi tanaman padi dengan tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek

3.Menggunakan varietas tahan.

4.Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan,  serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.

Pengendalian secara Mekanis/Fisik :

1.Mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman.                                                                                                      2.Memotong pangkal batang saat panen serendah mungkin sampai permukaan tanah  disusu dengan penggenangan setinggi 10 cm.  selama 15 hariagar jerami cepat busuk dan kepompong bisa mati.

Pengendalian hayati :

Menggunakan parasitoid Trichogramma japonicum, Telenomus sp., Tetrastichus scoenobii untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.

Menggunakan Agens Hayati MOSA BN yang berbahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan MOSA BN 100 – 200 gr.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman 348.

2.Unsyati, N, Hama Penggerek Batang Padi dan Pengendaliannya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang.

 

Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN


Lanjutkan membaca Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee
penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm. Badannya bulat dengan kepala berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus.Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras. Lanjutkan membaca Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi terdapat beberapa jenis, yakni ;

  1. Penggerek batang padi kuning
  2. Penggerek batang padi putih
  3. Penggerek batang padi bergaris
  4. Penggerek batang padi merah jambu

Petani pada umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa).

penggerek batang padi putih kuning bergaris dan merah jambu
Gambar penggerek batang padi kuning, putih, merah jambu dan bergaris

Penggerek batang menyerang sejak fase bibit hingga pembentukan malai. Ngengat dewasa aktif pada malam hari dan siklus hidup sekitar 40-70 hari, tergantung jenisnya. Telur biasanya diletakkan dibawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap yang berasal dari bulu belakang ngengat induk betina.

Pergerakan larva setelah menetas adalah kearah bawah menuju pangkal dan mulai menggerek atau merusak pada anakan utama, hingga setelah mulai dewasa beralih ke anakan lainnya. Larva awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam. Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.

Sedangkan ketika larva sudah masuk ke dalam batang, maka larva akan merusak pembuluh bagian dalam batang. Sehingga batang putus dan saat dicabut mudah terlepas. Larva penggerek batang dapat dengan mudah dikenali ketika berada di dalam batang.
Dengan melihat kebiasaan tersebut, pengendalian hama lebih efektif dengan menekan populasi ngengat dewasa. Karena fase merusak pada larva lebih sulit dikendalikan daripada menangkap dewasa.

Pengendalian :

  1. Menggunakan varietas tahan, seperti IR, Ciherang, dll
  2. Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan, serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.
  3. Mengumpulkan secara manual kelompok telur seawal mungkin untuk dimusnahkan.
  4. Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati.
  5. Membakar jerami sisa panen untuk memusnahkan hama dewasa.
  6. Menggunakan parasitoid Trichogramma, Telenomus, atau Anagrus untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.
  7. Membuat perangkap dari cahaya untuk menarik ngengat ini, untuk kemudian dapat disemprot dengan pestisida biologi TOP BN (MOSA BN).
  8. Menggunakan Agens Hayati TOP BN (MOSA BN) yang berabahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan TOP BN (MOSA BN) 100 – 200 gr atau 1 sampai 2 sachet.

Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi

Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN
Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN

Gambar diatas adalah illustrasi penyemprotan TOP-BN (MOSA BN) dan BIO-SPF pada budidaya padi. Selain berfungsi sebagai pupuk hayati, BIO-SPF pada budidaya padi diterapkan untuk mencegah penyakit kresek, blast, blb. Sedangkan penggunaan TOP-BN (MOSA BN) dipergunakan untuk mengantisipasi hama yang biasa menyerang padi seperti; walang sangit, penggerek batang padi .

Lanjutkan membaca Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi

Wereng coklat ( Nilaparvata lugens )

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro). Musuh alaminya berupa kumbang lembing memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah berperan sebagai pemangsa telurnya. Pemangsa alami ini dapat mengendalikan populasi wereng di bawah batas ambang populasi wereng terutama musim tanam dengan jumlah hama sedikit sehingga mencegah berjangkitnya virus utama.
Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan.

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro). Sebenarnya wereng coklat mempunyai musuh alami berupa kumbang lembing. Kumbang lembing memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah berperan sebagai pemangsa telurnya. Lanjutkan membaca Wereng coklat ( Nilaparvata lugens )

Penggerek Batang Padi Putih (Tryporyza innotata)

Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata Walker, 1863) adalah ngengat yang termasuk dalam suku Crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk.Penggerek batang padi putih dikenal dengan nama lokal sundeb. Hama ini mempunyai nama ilmiah Scirpophaga innotata walker . Serangga ini sangat tertarik pada cahaya. Lanjutkan membaca Penggerek Batang Padi Putih (Tryporyza innotata)