Arsip Tag: top BN

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Nama Umum :

Penggerek buah kopi / coffee berry borer / (PBKo)

Nama Hama :

Hypothenemus (= Stephanoderes) hampei (Ferr.) (COLEOPTERA: Curculionidae), Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scolytidae)

Gejala & Deskripsi :

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm.

berwarna hitam,prothoraks kemerahan,panjang tubuh betina 2,5 mm,jantan 1,6 mm. betina hidup selama 55 hari (maksimum 90 hari), telur yang dihasilkan 70 butir.
Badannya bulat dengan kepala penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee
penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus. Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras.

Lanjutkan membaca Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Penyakit Mozaik /Blorok pada kentang ini  ini disebabkan oleh virus. Virus dibawa oleh vektor dari jenis kutu-kutuan daun. Virus type ini menyerang tanaman kentang hingga daun-daun jadi keriting. untuk menghindar serta melindungi kentang dari serangan virus ini. Lanjutkan membaca Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Lepidoptera(Noctuidae)

Tanaman Inang :

Padi, jagung, tebu, sorghum, Panicum sp, Paspalum sp.

Gejala Serangan :

1.Menyebabkan mati hati pada tanaman muda dan mati daun pada tanaman tua.

2.Pada tanaman padi mula mula larva memekan upih daun kemudian menggerek ke dalam batang.

Biologi Hama :

Telur :

1.Telur diletakkan dalam barisan di dalam upih daun, mirip manik manik.

2.Telur ada 2 – 3 baris/ kelompok.

3.Dalam satu kelompok telur ada 30 – 100 telur.

4.Inkubasi telur selama 7 hari.

Larva :

1.Larva berwarna merah jambu pada bagian dorsal dan warna putih bagian ventral. 2.Kapsul kepala warna oranye sampai merah.

3.Panjang larva 30 mm.

4.Di dataran rendah larva hidup 3 – 4 minggu.

Pupa :

1Pupa berwarna coklat tua.

2.Panjang 18 mm

3.Stadium pupa 8 – 11 hari.

4.Tidak membentuk kokon.

Ngengat/Imago :

1.Warnacoklat.

2.Sayap depan bergaris coklat tua memanjang.

3.Sayap belakang putih.

4.Panjang 14 – 17 mm

5.Kurang tertarik cahaya.

Siklus hidup 46 – 83 hari

Cara Pengendalian:

Pengaturan Pola Tanam :

1.Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi

2.Rotasi tanaman padi dengan tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek

3.Menggunakan varietas tahan.

4.Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan,  serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.

Pengendalian secara Mekanis/Fisik :

1.Mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman.                                                                                                      2.Memotong pangkal batang saat panen serendah mungkin sampai permukaan tanah  disusu dengan penggenangan setinggi 10 cm.  selama 15 hariagar jerami cepat busuk dan kepompong bisa mati.

Pengendalian hayati :

Menggunakan parasitoid Trichogramma japonicum, Telenomus sp., Tetrastichus scoenobii untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.

Menggunakan Agens Hayati MOSA BN yang berbahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan MOSA BN 100 – 200 gr.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman 348.

2.Unsyati, N, Hama Penggerek Batang Padi dan Pengendaliannya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang.

 

Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN


Lanjutkan membaca Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee
penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm. Badannya bulat dengan kepala berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus.Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras. Lanjutkan membaca Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi terdapat beberapa jenis, yakni ;

  1. Penggerek batang padi kuning
  2. Penggerek batang padi putih
  3. Penggerek batang padi bergaris
  4. Penggerek batang padi merah jambu

Petani pada umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa).

penggerek batang padi putih kuning bergaris dan merah jambu
Gambar penggerek batang padi kuning, putih, merah jambu dan bergaris

Penggerek batang menyerang sejak fase bibit hingga pembentukan malai. Ngengat dewasa aktif pada malam hari dan siklus hidup sekitar 40-70 hari, tergantung jenisnya. Telur biasanya diletakkan dibawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap yang berasal dari bulu belakang ngengat induk betina.

Pergerakan larva setelah menetas adalah kearah bawah menuju pangkal dan mulai menggerek atau merusak pada anakan utama, hingga setelah mulai dewasa beralih ke anakan lainnya. Larva awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam. Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.

Sedangkan ketika larva sudah masuk ke dalam batang, maka larva akan merusak pembuluh bagian dalam batang. Sehingga batang putus dan saat dicabut mudah terlepas. Larva penggerek batang dapat dengan mudah dikenali ketika berada di dalam batang.
Dengan melihat kebiasaan tersebut, pengendalian hama lebih efektif dengan menekan populasi ngengat dewasa. Karena fase merusak pada larva lebih sulit dikendalikan daripada menangkap dewasa.

Pengendalian :

  1. Menggunakan varietas tahan, seperti IR, Ciherang, dll
  2. Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan, serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.
  3. Mengumpulkan secara manual kelompok telur seawal mungkin untuk dimusnahkan.
  4. Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati.
  5. Membakar jerami sisa panen untuk memusnahkan hama dewasa.
  6. Menggunakan parasitoid Trichogramma, Telenomus, atau Anagrus untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.
  7. Membuat perangkap dari cahaya untuk menarik ngengat ini, untuk kemudian dapat disemprot dengan pestisida biologi TOP BN (MOSA BN).
  8. Menggunakan Agens Hayati TOP BN (MOSA BN) yang berabahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan TOP BN (MOSA BN) 100 – 200 gr atau 1 sampai 2 sachet.

Ulat Grayak (spodoptera litura)

Ulat grayak (spodoptera litura) pada tomat
Ulat grayak (spodoptera litura) pada tomat

Ulat grayak dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Di Indonesia, ulat grayak utama adalah Spodoptera exigua (larva berwarna coklat kehijauan) dan S. litura (larva berwarna coklat). Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari. Lanjutkan membaca Ulat Grayak (spodoptera litura)

Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi

Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN
Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN

Gambar diatas adalah illustrasi penyemprotan TOP-BN (MOSA BN) dan BIO-SPF pada budidaya padi. Selain berfungsi sebagai pupuk hayati, BIO-SPF pada budidaya padi diterapkan untuk mencegah penyakit kresek, blast, blb. Sedangkan penggunaan TOP-BN (MOSA BN) dipergunakan untuk mengantisipasi hama yang biasa menyerang padi seperti; walang sangit, penggerek batang padi .

Lanjutkan membaca Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi