Arsip Tag: top BN

Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Tungau (Polyphagotarsonemus latus Banks) pada Tomat..

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

 Tomat,

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Gejala serangan sangat cepat terlihat, yaitu pada hari ke 8 – 10 tanaman  pucuk tanaman menjadi berwarna coklat. Lanjutkan membaca Tungau (Polyphagotarsonemus latus Banks) pada Tomat..

Hama Kutu kebul Pada Tembakau…

Hama Kutu kebul :Bemisia tabaci Gennadius (Hemiptera : Aleyrodidae)

 Tanaman Inang :

Tembakau, Kapas, Cabai,Terung, Tomat, Semangka, Melon,

Gejala Serangan :

Gejala langsung yaitu hama menghisap daun dengan bintik klorosis yang mengakibatkan berkurangnya jumlah klorofil yang mengganggu fotosintesa. Lanjutkan membaca Hama Kutu kebul Pada Tembakau…

Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso)) penghisap cairan tanaman

Hama Kutu dompolan  (Pseudococcus citri (Risso))

 Tanaman Inang :

Jeruk, Pepaya, Kakao,Buah Naga,

 

 

 

Gejala Serangan :

Kutu dompolan/kutu putih menghisap cairan tanaman pada daun, ranting dan bunga. Bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Lanjutkan membaca Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso)) penghisap cairan tanaman

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Nama Umum :

Penggerek buah kopi / coffee berry borer / (PBKo)

Nama Hama :

Hypothenemus (= Stephanoderes) hampei (Ferr.) (COLEOPTERA: Curculionidae), Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scolytidae)

Gejala & Deskripsi :

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm.

berwarna hitam,prothoraks kemerahan,panjang tubuh betina 2,5 mm,jantan 1,6 mm. betina hidup selama 55 hari (maksimum 90 hari), telur yang dihasilkan 70 butir.
Badannya bulat dengan kepala penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee
penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus. Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras.

Lanjutkan membaca Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Penyakit Mozaik /Blorok pada kentang ini  ini disebabkan oleh virus. Virus dibawa oleh vektor dari jenis kutu-kutuan daun. Virus type ini menyerang tanaman kentang hingga daun-daun jadi keriting. untuk menghindar serta melindungi kentang dari serangan virus ini. Lanjutkan membaca Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Lepidoptera(Noctuidae)

Tanaman Inang :

Padi, jagung, tebu, sorghum, Panicum sp, Paspalum sp.

Gejala Serangan :

1.Menyebabkan mati hati pada tanaman muda dan mati daun pada tanaman tua.

2.Pada tanaman padi mula mula larva memekan upih daun kemudian menggerek ke dalam batang.

Biologi Hama :

Telur :

1.Telur diletakkan dalam barisan di dalam upih daun, mirip manik manik.

2.Telur ada 2 – 3 baris/ kelompok.

3.Dalam satu kelompok telur ada 30 – 100 telur.

4.Inkubasi telur selama 7 hari.

Larva :

1.Larva berwarna merah jambu pada bagian dorsal dan warna putih bagian ventral. 2.Kapsul kepala warna oranye sampai merah.

3.Panjang larva 30 mm.

4.Di dataran rendah larva hidup 3 – 4 minggu.

Pupa :

1Pupa berwarna coklat tua.

2.Panjang 18 mm

3.Stadium pupa 8 – 11 hari.

4.Tidak membentuk kokon.

Ngengat/Imago :

1.Warnacoklat.

2.Sayap depan bergaris coklat tua memanjang.

3.Sayap belakang putih.

4.Panjang 14 – 17 mm

5.Kurang tertarik cahaya.

Siklus hidup 46 – 83 hari

Cara Pengendalian:

Pengaturan Pola Tanam :

1.Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi

2.Rotasi tanaman padi dengan tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek

3.Menggunakan varietas tahan.

4.Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan,  serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.

Pengendalian secara Mekanis/Fisik :

1.Mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman.                                                                                                      2.Memotong pangkal batang saat panen serendah mungkin sampai permukaan tanah  disusu dengan penggenangan setinggi 10 cm.  selama 15 hariagar jerami cepat busuk dan kepompong bisa mati.

Pengendalian hayati :

Menggunakan parasitoid Trichogramma japonicum, Telenomus sp., Tetrastichus scoenobii untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.

Menggunakan Agens Hayati MOSA BN yang berbahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan MOSA BN 100 – 200 gr.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman 348.

2.Unsyati, N, Hama Penggerek Batang Padi dan Pengendaliannya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang.

 

Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN


Lanjutkan membaca Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN