Arsip Tag: pedoman budidaya

Budidaya buah naga (Hylocereus sp., Selenicereus sp.)

budidaya buah naga
budidaya buah naga

Buah naga berasal dari Meksiko, Costa Rica, dan Amerika Latin.Didaerah asalnya buah ini dinamai pitahaya atau pitaya roja.Pertama kali dikembangkan di Asia di negara Vietnam tahun 1870 dari Guyana. Buah naga termasuk keluarga tanaman kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Lanjutkan membaca Budidaya buah naga (Hylocereus sp., Selenicereus sp.)

Pedoman Budidaya Kentang

Budidaya kentang
Budidaya kentang

 

  • Kentang dapat ditanam di wilayah dengan ketinggian 500 > m dpl, yang optimum 100 – 2000 m dpl.
  • Suhu udara sekitar 20 o
  • Tanah gembur, sedikit berpasir, banyak mengandung humus.

Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Kentang

Beberapa penyakit pada budidaya Udang

Pemberian MOSA Gold dan MMC MIna untuk persiapan kolam pada budidaya udang
Pemberian MOSA Gold dan MMC MIna untuk pengelolaan ari kolam tambak udang agar ekosistem tambak lebih sehat bagi budidaya udang

Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah ; Lanjutkan membaca Beberapa penyakit pada budidaya Udang

Pedoman Budidaya Singkong (Manihot Utilissima)

budidaya ubi kayu model monokulturSingkong sangat cocok dikembangkan di iklim yang mempunyai curah hujan sedang  sampai tinggi  (1.500 – 2.500 mm/tahun). Untuk kelembaban udara yang optimal antara 60 sd 65%, sinar matahari sekitar 10 jam/hari dan suhu udara minimal 10o C. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Singkong (Manihot Utilissima)

Pedoman Budidaya Kedelai

Budidaya Kedelai dengan teknologi organik MMC

budidaya kedelai
budidaya kedelai

—Kedelai cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian 10 m – 800 m dpl. Kedelai menghendaki cukup air tetapi tidak ada genangan air. —Kedelai ditanam disawah pada musim kemarau setelah padi, sedangkan dilahan kering (tegalan ) kedelai umumnya ditanam dimusim hujan.

— Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Kedelai

Pedoman Budidaya Tomat

budidaya tomat hasil meningkat dengan pupuk organik MMC
Agritech, pupuk organik Cair dari MMC yang diterapkan pada tanaman tomat

Tomat (Solanum licopersicum) cocok ditanam pada tanah liat dengan sedikit berpasir. Tanah yang banyak mengandung bahan organik. Sebaiknya aerasi tanah baik atau gembur. Kondisi tanah normal dengan pH tanah 5 – 6 (Tanah di Jawa pada umumnya). Sedangkan untuk kondisi tanah yang cenderung asam, seperti misalnya di Kalimantan, bisa ditambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH tanah.

Tomat cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (10 m dpl – 1500 m dpl) sesuai varietas yang cocok. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Tomat