Arsip Tag: mosa gold

Budidaya Tebu Metode Pupuk Berimbang – Hasil Maksimal

Budidaya tebu jenis BL-abang
Budidaya tebu jenis BL-abang

Tanaman tebu (Saccharum officinarum ) termasuk tanaman perdu. Tanaman penghasil gula ini merupakan tumbuhan monokotil dari famili rumputrumputan (Gramineae), Batang tanaman tebu memiliki anakan tunas dari pangkal batang yang membentuk rumpun. Tanaman ini memerlukan waktu musim tanam sepanjang 11- 12 bulan. Lanjutkan membaca Budidaya Tebu Metode Pupuk Berimbang – Hasil Maksimal

Pedoman Budidaya Buncis

budidaya buncis
budidaya buncis rambat secara organik di lahan dekat gunung Pangranngo Bogor

Buncis merupakan jenis polong-polongan yang banyak dimanfaakan orang sebagai sayuran. Sayuran ini banyak mengandung protein dan vitamin. Tanaman buncis cocok dibudidayakan di dataran tinggi, yaitu sekitar 1.000 sd 1.500 meter dpl. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Buncis

Budidaya Pisang Secara Intensif

lahan budidaya pisang
lahan budidaya pisang

Kesenjangan produktivitas tersebut terutama disebabkan teknik budidaya tidak tepat dan tingginya gangguan hama dan penyakit terutama oleh serangan dua penyakit paling berbahaya dan mematikan, yaitu penyakit layu bakteri atau penyakit darah dan penyakit layu Fusarium. Lanjutkan membaca Budidaya Pisang Secara Intensif

Pedoman Ringkas Budidaya Padi Secara Full Organik

budidaya padi organik dengan pupuk mmc 100_2716
budidaya padi organik dengan pupuk mmc

Pada budidaya padi organik sebaiknya bibit yang ditanam adalah jenis lokal, misalnya padi hitam (melik jowo), padi merah, padi pandan wangi, padi  mentik wangi dsb. Sebab, dengan model budiaya lokal ini keunggulan dari citarasa jenis padi lokal ini akan semakin menonjol, sehingga secara ekonomis akan menambah nilai jual beras bagi petani.

Berikut panduan sekilan panduan budidaya padi secara full organik ; Lanjutkan membaca Pedoman Ringkas Budidaya Padi Secara Full Organik

Pedoman budidaya Padi

Pedoman budidaya padi
Bercocoktanam padi dengan pupuk berimbang

Padi  yang menghasilkan beras merupakan salah satu tanaman populer sebagai tanaman pangan. Padi (Oryza sativa) bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1.500 m dpl dengan temperatur  19 -27 oC. Memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa ada naungan. Cocok ditanam pada kondisi tanah yang subur dan berlumpur.

Padi bisa ditanam pada lahan sawah,  di tegalan dengan padi gogo rancah atau di  lahan rawa / pasang surut. Lanjutkan membaca Pedoman budidaya Padi

Teknis Budidaya Kacang Panjang

Kacang Panjang
Kacang Panjang

Kacang panjang dapat dibudidayakan di mana saja. Baik di lahan dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan kacang panjang bisa dibudidayakan di lahan sempit pekarangan rumah atau dalam polybag ukuran besar (30 cm) . Lanjutkan membaca Teknis Budidaya Kacang Panjang

Mengenal Budidaya Bawang Merah

budidaya bawang merah
budidaya bawang merah

Bawang merah dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, banyak humus, dan lebih baik ditanam di tanah alluvial. pH tanah 5,6–6,5.

jika pH < 5,5 tanaman akan teracuni Al sehingga menjadi kerdil.

Jika pH >6,5 unsur Mn tidak tersedia, sehingga tanaman kerdil.

Iklim

  • Tumbuh baik pada iklim agak kering.
  • Suhu udara 25 – 30 0
  • Cocok ditanam di dataran rendah ( 0 – 400 m dpl).

Lanjutkan membaca Mengenal Budidaya Bawang Merah

Budidaya Lele Kolam Terpal

Budidaya lele kolam terpal
Budidaya lele kolam terpal

Ikan lele sangat  disukai terutama masyarakat jawa, hal ini bisa dilihat adanya warung – warung yang menyajikan masakan lele terutama pecel lele goreng di berbagai kota di Jawa.

Lele mudah dibudidayakan dan pertumbuhannya cepat dan mampu hidup di perairan yang kurang baik dan tidak memerlukan air mengalir. Lanjutkan membaca Budidaya Lele Kolam Terpal

Pedoman Budidaya Tomat

budidaya tomat hasil meningkat dengan pupuk organik MMC
Agritech, pupuk organik Cair dari MMC yang diterapkan pada tanaman tomat

Tomat (Solanum licopersicum) cocok ditanam pada tanah liat dengan sedikit berpasir. Tanah yang banyak mengandung bahan organik. Sebaiknya aerasi tanah baik atau gembur. Kondisi tanah normal dengan pH tanah 5 – 6 (Tanah di Jawa pada umumnya). Sedangkan untuk kondisi tanah yang cenderung asam, seperti misalnya di Kalimantan, bisa ditambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH tanah.

Tomat cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (10 m dpl – 1500 m dpl) sesuai varietas yang cocok. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Tomat