Arsip Tag: mosa glio

Budidaya seledri, Bag III – Penegendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Seledri..

  1. Pengendalian Hama Penyakit.

1.Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)

Serangga dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat-tua dan pada sayap depannya terdapat titik putih dengan garis-garis lurus.

Larva atau ulat berwarna coklat sampai hitam dengan ukuran panjang 4-5 cm.

Daur ( siklus ) hidup hama berkisar antara 6-8 minggu. Lanjutkan membaca Budidaya seledri, Bag III – Penegendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Seledri..

Budidaya lengkeng, Bag I – Jenis-jenis dan Persiapan lahan

Kelengkeng yang sebesar bola Pingpong
Kelengkeng yang sebesar bola Pingpong

Tanaman Lengkeng berasal dari daerah Sub Tropis : India, Birma, Sri Lanka, China. Namun cocok ditanam di daerah Tropis.Tanaman ini  pembungaannya di ujung ranting dan bersifat biennal bearing, artinya setelah satu musim panenan tinggi  musim berikutnya panen rendah. Lanjutkan membaca Budidaya lengkeng, Bag I – Jenis-jenis dan Persiapan lahan

Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

bio-spf untuk kelengkeng
bio-spf agens hayati untuk pengendalian penyakit pada kelengkeng

Selain pemupukan dan perawatan tanaman, perlu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kelengkeng agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaiknya diutamakan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga pengendalian hama dan penyakit ditekankan pada tindakan preventif / pencegahan.

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya kelengkeng ; Lanjutkan membaca Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol dan Brokoli – Bag I – Jenis-jenis, Persiapan lahan dan Penanaman

Kubis krop, Bunga Kol maupun brokoli umumnya hanya baik ditanam di wilayah dengan ketinggian 800 > m dpl, yang optimum 1000 – 3000 m dpl. Walupun demikian ada beberapa jenis yang bisa ditanam di daaran rendah. Lanjutkan membaca Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol dan Brokoli – Bag I – Jenis-jenis, Persiapan lahan dan Penanaman

Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan sd Panen

lahan-budidaya-tanaman-nanas
lahan nanas

Pemeliharaan tanaman nanas setelah dipindah ke lahan meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Nanas termasuk tanaman tahunan yang tidak terlalu butuh pengairan yang banyak, tetapi Lanjutkan membaca Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan sd Panen

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sclerotium Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L)

Sclerotium Pada Tanaman  Padi (Oryza sativa L)

Nama Penyakit : Busuk batang pada padi

Penyebab Penyakit : Jamur mempunyai tiga stadium yaitu ;

  1. Stadium sklerotium : Sclerotium oryzae
  2. Stadium konidium : Nakataea sigmoidea (Cav.) Hara.
  3. Stadium seksual : Magnaporthe salvinii (Catt.) Krause et Wber

Morfologi Patogen:

Miselium berada di dalam jaringan dan permukaan jaringan. Jamur membentuk koloni hitam dengan sklerotium bulat, agak bulat berwarna hitam, dengan garis tengah 200 – 300 um. Stadium ini disebut  jamur :  Sclerotium oryzae Catt.

Pada stadium konidium  jamur diberi nama: Nakataea sigmoidea. Konidium dibentuk pada ujung atau dekat ujung konidiofor. Konidiofor sedikit atau tidak bercabang, warna coklat, halus, bersekat. Konidium bersekat 3, panjang 40 – 83 um, dengan bagian terlebar 11 – 14 um. Sel sel ditengah coklat pucat.

Pada stadium seksual jamur diberi nama : Magnoporthe salvinii. Peritesium gelap, bulat, di dalam upih daun yang sebelah luar, garis tengah 250 – 650 u, panjang termasuk leher 500 – 1100 um. Askus panjang seperti tabung, berdinding tipis, bertangkai pendek, 104 – 165 x 8,7 – 17,4 um, berisi 8 askospora. Askospora membentuk dua barisan, agak terpilin, bersekat 3, agak melengkung pada sekat, 35 -65 x 8,7 um, berbentuk kumparan, bengkok.

Gejala Penyakit :

Gejala nampak jika tanaman padi sudah tua. Gejala berupa bercak nekrotik  pada upih daun sebelah luar dekat dengan permukaan air. Bercak meluas ke upih sebelah dalam dan pangkal batang. Tanaman bisa rebah pada saat malai masak. Kerusakan pada pangkal batang dapat menyebabkan sebagian biji hampa, buliran padi ringan dan menjadi beras kapur.

Daur Penyakit :

Infeksi jamur Sclerotium rolfsii pada upih daun tanaman padi dibantu adanya luka.Pemencaran penyakit terjadi karena sklerotium terbawa air.

Cara Pengendalian :

Penggunaan agens hayati MOSA GLIO (Super GLIO) dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum sangat nyata dalam menekan laju infeksi penyakit akar merah / Ganoderma sp. Perlakukan pada pembibitan dan tanaman di lahan dengan MOSA GLIO (Super GLIO) adalah cara yang efektif dan efisien mengendalikan penyakit akar merah.

Cara aplikasi yaitu satu sachet MOSA GLIO (Super GLIO) isi 100 gr dicampur dengan 50 kg pupuk kandang yang sudah matang kemudian diperam selama satu minggu di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan.

Campuran pupuk kandang dengan MOSA GLIO (Super GLIO) sebanyak 50 kg digunakan untuk lahan seluas 1000 m2. Aplikasi campuran pupuk kandang dan MOSA GLIO dilakukan sebelum atau bersamaan saat tanam.

 

Penyakit Ganoderma ( Akar Merah)

Penyakit Ganoderma  ( Akar Merah)

Tanaman Inang : Mangium (Acacia mangium),  Sengon (Albizia sp.), Sonokeling (Dalbergia latifolia).

Penyebab Penyakit :

Ganoderma pseudoferreum (Wakef.)

Morfologi Patogen :

Miselium jamur Ganoderma pseudoferreum  mula mula berwarna putih krem setelah tua berwarna merah sampai hitam. Miselium menyelimuti akar  akar yang sakit.

Tubuh buah terdapat dipangkal batang pada tanaman yang sudah mati. Tubuh buah jamur berbentuk  kipas tebal, berwarna coklat tua dengan tepi putih.

Pada permukaan bawah tubuh buah  terdapat pori.  Saat masih muda permukaan bawah tubuh buah  berwarna putih, setelah mengering berwarna berwarna kelabu.

Tubuh buah yang menempel pada pangkal batang bisa mencapai ukuran besar.

Ganoderma pseudoferreum

Gejala Penyakit :

Daun daun menjadi pucat, gugur, sehingga tanaman menjadi gundul dan mati. Akar akar membusuk dan banyak air. Pada permukaannya terdapat miselium atau lapisan jamur yang berwarna merah sampai hitam.

Saat tanaman sudah mati muncul tubuh buah yang menempel pada pangkal batang. Tubuh buah berbentuk kipas tebal  berwarna coklat dengan tepi putih.

Daur Penyakit :

Apabila suatu hamparan lahan pernah terkena serangan jamur akar merah maka tanaman berikutnya sangat mungkin tertular. Walaupun bibit tanaman sudah bebas dari patogen jamur tetap bisa tertular penyakit karena pada lahan tersebut sebelumnya terdapat serangan jamur akar merah.

Penyakit jamur akar merah juga bisa menular dengan kontak antara akar yang sakit dengan akar yang sehat.

Cara Pengendalian:

Penggunaan agens hayati MOSA GLIO  dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum sangat nyata dalam menekan laju infeksi penyakit akar merah / Ganoderma sp. Perlakukan pada pembibitan dan tanaman di lahan dengan MOSA GLIO adalah cara yang efektif dan efisien mengendalikan penyakit akar merah.

Cara aplikasi pertama :

Satu sachet MOSA GLIO  isi 100 gr dicampur dengan 50 kg pupuk kandang yang sudah matangkemudian diperam selama satu minggu di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan.

Campuran pupuk kandang dengan MOSA GLIO  sebanyak 50 kg digunakan untuk 15 tanaman atau lahan seluas 1000 m2. Campuran pupuk kandang dan MOSA GLIO ditebar disekeliing batang dengan cara membuat paliran tempat menebar kemudian ditutup lagi dengan tanah. Tiap tanaman diberikan 3,3 kg campuran.

Cara aplikasi kedua:

Satu sachet MOSA GLIO  isi 100 gr dicampur dengan 150 liter air. Larutan 150  liter bisa digunakan untuk 15 tanaman. Tiap batang diberi larutan 10 liter air.

Pengocoran dilakukan merata di daerah perakaran dengan jarak  radius 1- 2 meter dari batang. Sehingga kebutuhan campuran ini kira-kira 10  liter per batang.

Tindakan pengocoran ini bisa diulangi tiap 4 bulan pada tahun pertama, untuk tahun selanjutnya frekuensi aplikasi bisa dikurangi, karena jamur  Trichoderma harzianum dan Gliocladium  sp kemungkinan sudah banyak memperbanyak didi di dalam tanah.

Pustaka :

  1. Semangun., H.(1989), Penyakit Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, 1989, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 850 hlm , halaman 778.
  2. Nurhidayati dan Mulyanto, (2004), Pengamatan Awal Serangan Penyakit Akar Merah Pada Kebun Benih SemaiAcacia mangium Generasi Pertama di Wonogiri, Jurnal Penelitian Hutan Vol 1 No.2. Pusat Penetitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Yogyakarta.

Sclerotium Pada Tanaman Jagung (Zea mays L),

Sclerotium Pada Tanaman  Jagung (Zea mays L),

Nama Penyakit :

1 .Busuk batang pada jagung

2. Busuk pelepah / Hawar Upih daun pada jagung.

3. Busuk pangkal batang pada  jagung

Penyebab Penyakit :

Jamur Sclerotium rolfsii Sacc atau disebut Corticium rolfsii (Sacc.) Curzi.

Morfologi Patogen:

Jamur membentuk  miselium berwarna putih seperti bulu atau kipas pada pelepah daun. Jamur tidak membentuk spora.Miselium berkembang menjadi sklerotium yang semula berwarna putih kemudian berubah menjadi coklat .

Sklerotium terlindung lapisan yang kuat sehingga tahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan . Di dalam tanah sklerotium tahan sampai 7 tahun.Saat kering sklerotium berubah menjadi keriput namun bila keadaan lembab akan cepat berkecambah.

Gejala Penyakit :

Pelepah daun muncul bercak berwarna kemerahan kemudian menjadi kelabu, semakin meluas. Gejala busuk pelepah dimulai dari bagian tanaman dekat tanah dan meluas ke atas.

Daur Penyakit :

Tanaman dan tanah yang terinfeksi jamur Sclerotium rolfsii bisa menjadi sumber penyebaran penyakit. Tanaman yang terserang jamur harus dicabut dan di bakar. Sedangkan tanah yang terinfeksi jangan sampai tersebar ke empat lain.

Cara Pengendalian :

Penggunaan agens hayati MOSA GLIO (Super GLIO) dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum sangat nyata dalam menekan laju infeksi penyakit akar merah / Ganoderma sp. Perlakukan pada pembibitan dan tanaman di lahan dengan MOSA GLIO (Super GLIO) adalah cara yang efektif dan efisien mengendalikan penyakit akar merah.

Cara aplikasi : yaitu satu sachet MOSA GLIO (Super GLIO) isi 100 gr dicampur dengan 50 kg pupuk kandang yang sudah matang kemudian diperam selama satu minggu di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan.

Campuran pupuk kandang dengan MOSA GLIO (Super GLIO) sebanyak 50 kg digunakan untuk lahan seluas 1000 m2. Campuran pupuk kandang dan MOSA GLIO dimasukkan pada lubang tugal disamping lubang tanam. Aplikasi dilakukan bersamaan saat tanam. Setelah dimasukkan lubang tugal baiknya ditutup tanah tipis agar MOSA GLIO terlindung dari sinar matahari.