Arsip Tag: hama dan penyakit

Layu Fusarium

fusarium sp
fusarium sp

Fusarium ; Fusarium oxysporum, Fusarium melonis, Fusarium batatatis, Fusarium Solani

Patogen bertahan dalam tanah dan rimpang tanaman yang sakit. Patogen ini mempunyai miselium berwarna putih. Untuk mempertahankan diri, cendawan F. oxisporum membentuk klamidospora. Penyebaran patogen dapat melalui benih, air, angin, serangga dan alet pertanian.

Untuk jenis Fusarium solani yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada jenis tanaman solanaceae, cendawan dapat bertahan di dalam tanah sebagai saprofit atau dalam bentuk klamidospora. Dalam bentuk klamidospora cendawan dapat bertahan paling tidak selama 5 tahun di dalam tanah bera. Cendawan menghasilkan mikro konidia bening, silindris atau seperti perahu dan bersekat-sekat.
Lanjutkan membaca Layu Fusarium

Kumbang Kelapa (Oryctes Rhinoceros)

kumbang tanduk ( Oryctes rhinocerus ) yang menyerang kelapa sawit
Kumbang tanduk ( Oryctes rhinocerus ), menjadi hama yang menyerang kelapa sawit

Kumbang Tanduk kumbang badak (Lat.: Oryctes rhinocerus)adalah jenis kumbang yang tersebar luas di Asia Tenggara, ke timur samapai pulau Irian, ke utara sampai pulau Formosa. Kumbang dewasa berwarna hitam atau coklat tua.Panjang tubuh 3,5 – 4,5 cm dengan kepala bertanduk. Tanduk kumbang jantan lebih panjang dan melengkung ke belakang, sedangkan tanduk kumbang betina berupa tonjolan. Larva sebesar pisang susu, berwarna putih kelabu, di tutup rambut – rambut coklat dan jarang – jarang. Kepala larva kecil berwarna coklat kemerahan. Makananya empulur batang yang membusuk. Pupa terbungkus bahan yang terbentuk dari tanah serta dari daun – daun dan ranting. Kumbang dewasa menempel pada pucuk daun, menyerap cairan dan merusak jaringan daun yang masih muda. Kumbang ini banyak terdapat pada berbagai jenis pohon palem (Palmae), bertelur pada batang tanaman inang yang membusuk. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu serangan hama yang  mengakibatkan kematian tanaman kelapa sawit muda hingga 1,0-2,5 persen.

siklus hidup hama kumbang tanduk
siklus hidup hama kumbang tanduk

Gejala Serangan :

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu hama yang mengakibatkan kematian tanaman kelapa sawit muda dan penurunan produksi sampai dengan kematian. Pada tanaman sawit muda tingkat kematihan mencapai 1 sd 3%.

Umumnya serangan kumbang terdapat pada tanaman ulang (TU) yang kumbangnya berasal dari tanaman itu sendiri. Hama tersebut berkembang melalui batang-batang kelapa sawit yang sedang membusuk. Perkembangannya melalui telur-telur yang terdapat dalam batang-batang busuk itu.

Pada malam hari, kumbang itu menggerek pelepah muda tanaman kelapa sawit dengan panjang lubang gerekan mencapai 4,2 cm. Jika gerekan sampai ke titik tumbuh kemungkinan besar tanaman akan menjadi mati.

Pengendalian :

Macam cara pengendalian uret / kumbang pada budidaya sawit yang dilakukan dan diuji:

  1. Kutip manual / Hand picking pada tanaman muda (TBM / rendah) dengan menggunakan pengait.
  2. Dengan Perangakap Feromon (ATTRACTANT)
  3. Penggunaan Kapur barus untuk mengusir kumbang tanduk
  4. Penggunaan agens hayati Supermeta (MOSA Meta)

Cara aplikasi dengan agen hayati yang dapat dilakukan dengan teknologi ini adalah :

  1. Dicampurkan dalam media pupuk kandang jadi, kompos, dengan memberi kesempatan jamur Metharisium berkembang di media tersebut sekitar 2 minggu sebelum media siap digunakan sebagai pupuk dasar.
  2. Dikocorkan di sekitar perakaran tanaman, pada sore hari.
  3. Disemprotkan pada jalur tanam (guludan) dibawah mulsa untuk menambah jumlah agens hayati di tanah sehingga memperbesar peluang uret bersinggungan langsung dengan spora jamur yang akan menginfeksinya.

Uret

Penanganan hama uret secara organik
Hama uret (larva kumbang) yang memakan/merusak akar sehingga mengurangi produksi bahkan menyebabkan kematian bagi tanaman

Uret (dari bahasa Jawa,  urèt) gayas (di sebagian Sumatera), lundi, adalah tahap larva dari serangga anggota ordo Coleoptera, terutama suku Scarabaeidae. Uret biasanya ditemukan di sekitar sisa-sisa sampah atau di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik. Beberapa uret juga dapat dijumpai di dalam batang pohon sebagai penggerek. Lanjutkan membaca Uret

Hama dan Penyakit pada Tanaman Buncis

Batang tanaman yang terkena penyakit layu
Batang tanaman yang terkena penyakit layu

Ada sekitar 7 hama dan 11 penyakit yang perlu diperhatikan dalam budiaya buncis. Berikut ini hama dan penyakit pada buncis beserta upaya pengendaliannya;

Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit pada Tanaman Buncis

Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus
Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus

Untuk meningkatkan produktivitas panen padi, petani perlu mengenal berbagai hama dan penyakit pada tanaman padi. Penggunaan pestisida kimia yang terus menerus selain berbahaya bagi manusia juga menimbulkan kerusakan lingkungan. Zat-zat kimia berbahaya ini juga turut mematikan berbagai musuh alami dan organisme lain yang dibutuhkan oleh ekosistem di lahan persawahan. Berikut berbagai cara pengendalian hama dan penyakit pada padi secara organik. Lanjutkan membaca Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

Mengenal Budidaya Bawang Merah

budidaya bawang merah
budidaya bawang merah

Bawang merah dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, banyak humus, dan lebih baik ditanam di tanah alluvial. pH tanah 5,6–6,5.

jika pH < 5,5 tanaman akan teracuni Al sehingga menjadi kerdil.

Jika pH >6,5 unsur Mn tidak tersedia, sehingga tanaman kerdil.

Iklim

  • Tumbuh baik pada iklim agak kering.
  • Suhu udara 25 – 30 0
  • Cocok ditanam di dataran rendah ( 0 – 400 m dpl).

Lanjutkan membaca Mengenal Budidaya Bawang Merah