Arsip Tag: fusarium

Fusarium oxysporum (Schlecth.), f.sp.lycopersici (Sacc.) Snyd. Et Hans. adalah cendawan penyebab penyakit pada berbagai tanaman.
Misalnya pada cabai dan tomat disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum ( Schectht.) Pada terung disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp melongenae Matuo et Ishigami. Pada Melon, Semangka, Ketimun ( Fusarium oxysporum Schlecht. f.sp melonis Snyd.et Hans).
Fusarium oxysporum bisa bertahan 3 – 5 tahun di dalam tanah. Tanah yang telah terinfeksi sangat sukar untuk disterilkan dari jamur patogen Fusarium oxysporum. Jamur mengadakan infeksnya pada akar, terutama melalui luka luka, lalu menetap dan berkembang di berkas pembuluh. Pengangkutan air dan hara tanah terganggu sehingga tanaman menjadi layu. Jamur membentuk polipeptida, yang disebut likomarasmin yang dapat mengganggu permeabilitas membran plasma dari tanaman. Jika jaringan pembuluh mati,pada akar yang terinfeksi jamur akan membentuk spora warna putih keunguan yaitu saat udara sekitar lembab.
Cara Pengendalian :
1.Menghindari lahan yang pernah terserang layu fusarium untuk ditanami tanaman yang sama dengan tanaman yang terserang sebelumnya.
2.Apabila sebelumnya ditanami cabai dan terserang layu fusarium maka untuk berikutnya dianami padi atau palawija seperti kacang tanah, atau kedelai.
3.Aplikasi Agens Hayati Super Glio / Mosa Glio pada media persemaian bibit maupun pada lubang tanam. Super Glio/ Mosa Glio 1 sachet isi 100 gr di campur pupuk kandang 50 kg hingga merata, dibasahi hingga lembab dan diperam selama seminggu. Tempat menyimpan campuran terjaga dari sinar matahari maupun air hujan.Campuran Super Glio dan pupuk kandang yang sudah untuk media pembibitan dan dimasukkan ke lubang tanam. Kebutuhan Super Glio untuk areal 1000 m2 adalah 1 – 2 sachet isi 100 gr/sachet.

Layu Fusarium

fusarium sp
fusarium sp

Fusarium ; Fusarium oxysporum, Fusarium melonis, Fusarium batatatis, Fusarium Solani

Patogen bertahan dalam tanah dan rimpang tanaman yang sakit. Patogen ini mempunyai miselium berwarna putih. Untuk mempertahankan diri, cendawan F. oxisporum membentuk klamidospora. Penyebaran patogen dapat melalui benih, air, angin, serangga dan alet pertanian.

Untuk jenis Fusarium solani yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada jenis tanaman solanaceae, cendawan dapat bertahan di dalam tanah sebagai saprofit atau dalam bentuk klamidospora. Dalam bentuk klamidospora cendawan dapat bertahan paling tidak selama 5 tahun di dalam tanah bera. Cendawan menghasilkan mikro konidia bening, silindris atau seperti perahu dan bersekat-sekat.
Lanjutkan membaca Layu Fusarium

mosa glio

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp setara 1,6 x 1013 spora/ml. Berkerja ganda mampu mengendalikan dan mengatasi jamur patogen tular tanah (soil borne). Dapat diaplikasikan dengan pupuk kandang atau kompos sebagai media tanam
MOSA Glio (Super Glio),  Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp
dan Trichoderma Harzianum setara 1,6 x 1013 spora/ml. Lanjutkan membaca mosa glio

Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus
Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus

Untuk meningkatkan produktivitas panen padi, petani perlu mengenal berbagai hama dan penyakit pada tanaman padi. Penggunaan pestisida kimia yang terus menerus selain berbahaya bagi manusia juga menimbulkan kerusakan lingkungan. Zat-zat kimia berbahaya ini juga turut mematikan berbagai musuh alami dan organisme lain yang dibutuhkan oleh ekosistem di lahan persawahan. Berikut berbagai cara pengendalian hama dan penyakit pada padi secara organik. Lanjutkan membaca Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

SUPER GLIO – Fungisida Organik Super

SUPER GLIO merupakan pestisida biologi yang mengandung bahan aktif : Gliocladium sp Trichoderma sp Gliocladium sp. berfungsi sebagai, parasitisme, kompetisi, dan antibiosis yang dapat memproduksi gliovirin dan viridin yang merupakan antibiotik yang bersifat fungistatik. Gliovirin merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen dan bakteri. Trichoderma sp mampu menghasilkan sejumlah enzim ekstraseluler beta (1,3) glukonase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel patogen. Selain menghasilkan enzym, Trichoderma sp juga menghasilkan toksin yang dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen disekitarnya Juga berfungsi sebagai penghasil antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah.

Panduan budidaya kelapa sawit

budidaya kelapa sawit, sawit, pekebunan sawit
Pekebunan sawit Pak Saimun, Sahabat MMC Kab. Bengkayang, Kalbar

Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guinensis) merupakan” keajaiban tanaman perkebunan” selain penghasil minyak makanan, minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel), turunan dari produk ini sangatlah banyak.Usaha peningkatan produksi kelapa sawit bisa dilakukan dengan perluasan areal pertanaman, rehabilitasi kebun yang sudah ada dan intensifikasi. Lanjutkan membaca Panduan budidaya kelapa sawit

BIO-SPF (Nutrisi dan Proteksi Tanaman)

Bio SPF, bio-spf, bio - spf, biospf

BIO SPF  merupakan salah satu produk pupuk  hayati  pertanian yang berfungsi sebagai :

 

 

 

Lanjutkan membaca BIO-SPF (Nutrisi dan Proteksi Tanaman)

SUPERGLIO (Fungisida Organik Super)

SUPER GLIO merupakan pestisida biologi yang mengandung bahan aktif : Gliocladium sp Trichoderma sp Gliocladium sp. berfungsi sebagai, parasitisme, kompetisi, dan antibiosis yang dapat memproduksi gliovirin dan viridin yang merupakan antibiotik yang bersifat fungistatik. Gliovirin merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen dan bakteri. Trichoderma sp mampu menghasilkan sejumlah enzim ekstraseluler beta (1,3) glukonase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel patogen. Selain menghasilkan enzym, Trichoderma sp juga menghasilkan toksin yang dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen disekitarnya Juga berfungsi sebagai penghasil antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah.

SUPER GLIO merupakan pestisida biologi yang mengandung bahan aktif :

Gliocladium sp. berfungsi sebagai, parasitisme, kompetisi, dan antibiosis Lanjutkan membaca SUPERGLIO (Fungisida Organik Super)

Budidaya Cabe

Cabai dengan ukuran luar biasa dengan perlakukan produk organik MMC
Cabai dengan ukuran luar biasa dengan perlakukan produk organik MMC

Saat ini harga cabe cenderung tinggi, apalagi di musim penghujan biasanya harga melonjak. Budiaya cabe atau lombok memiliki peluang besar untuk dijadikan alternatif peningkatan ekonomi petani kita. Asal tekniknya sesuai, hasilnya luar biasa! Apalagi bila tanaman cabe kita menggunakan pestisida biologi, artinya tidak menggunakan pestisida kimia yang berbahaya sehingga selain kualitas hasil cabe yang dihasilkan lebih bagus, juga turut menjawab kebutuhan akan pangan sehat bagi masyarakat kita! Lanjutkan membaca Budidaya Cabe