Arsip Tag: budidaya padi

Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita
Padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita

Sangat sering terjadi ketika petani menghendaki padi tumbuh dengan anakan yang banyak justru yang terjadi anakan sedikit, menghendaki daun lebat tetapi yang terjadi daun kecil dan cepat berbunga, menghendaki berbunga tetapi malah daunnya yang tumbuh lebat. Tanaman seringkali tidak tumbuh ideal, bahkan periode fase pertumbuhannya terganggu meskipun cukup pupuk didalam tanah. Lanjutkan membaca Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

Modul Budidaya Padi dengan Teknologi Organik MMC

Cover Modul Budidaya Padi dengan Teknologi MMC Berikut ini modul budidaya padi dengan teknologi organik MMC dengan formulasi untuk tujuan peningkatan hasil dan kelestarian lingkungan. Lanjutkan membaca Modul Budidaya Padi dengan Teknologi Organik MMC

Pedoman Ringkas Budidaya Padi Secara Full Organik

budidaya padi organik dengan pupuk mmc 100_2716
budidaya padi organik dengan pupuk mmc

Pada budidaya padi organik sebaiknya bibit yang ditanam adalah jenis lokal, misalnya padi hitam (melik jowo), padi merah, padi pandan wangi, padi  mentik wangi dsb. Sebab, dengan model budiaya lokal ini keunggulan dari citarasa jenis padi lokal ini akan semakin menonjol, sehingga secara ekonomis akan menambah nilai jual beras bagi petani.

Berikut panduan sekilan panduan budidaya padi secara full organik ; Lanjutkan membaca Pedoman Ringkas Budidaya Padi Secara Full Organik

Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus
Kehadiran burung bangau di sawah menandakan ekosistem lahan yang masih bagus

Untuk meningkatkan produktivitas panen padi, petani perlu mengenal berbagai hama dan penyakit pada tanaman padi. Penggunaan pestisida kimia yang terus menerus selain berbahaya bagi manusia juga menimbulkan kerusakan lingkungan. Zat-zat kimia berbahaya ini juga turut mematikan berbagai musuh alami dan organisme lain yang dibutuhkan oleh ekosistem di lahan persawahan. Berikut berbagai cara pengendalian hama dan penyakit pada padi secara organik. Lanjutkan membaca Pegendalian hama dan penyakit pada padi secara organik

Beberapa Model dan Alternatif Pemupukan pada Padi

Berikut beberapa alternatif pemupukan pada tanaman padi :

  • Metode pemupukan konvensional ; yakni pemupukan padi yang hanya menggunakan pupuk makro saja dari jenis pupuk anorganik atau pupuk kimia. Metode pemupukan seperti ini paling banyak dilakukan oleh kebanyakan petani padi di Indonesia.
  • Metode pupuk berimbang; yakni menggabungkan pemupukan anorganik dengan pupuk organik.

Aplikasi pupuk berimbang pada budidaya padi
Aplikasi pupuk berimbang pada budidaya padi

Lanjutkan membaca Beberapa Model dan Alternatif Pemupukan pada Padi

Analisa Usaha Budidaya Padi Skala 1 Hektar

Analisa Usaha Budidaya Padi Non Organik Skala 1 Hektar - untuk 1 kali musim tanamAnalisis usaha budidaya padi diatas dengan beberapa catatan sebagai berikut ;

  • Ada tambahan investasi pupuk organik dan ZPT dari MMC senilai ± Rp. 1.550.000,-
  • Penggantian pestisida kimia dengan pestisida organik / agens hayati dari MMC untuk pengendalian hama dan penyakit, dengan nilai investasi ±  Rp. 650.000,- . Nilai investasi ini diasumsikan menggantikan biaya dari investasi untuk pestisida/obat-obatan yang dipakai sebelumnya.

Lanjutkan membaca Analisa Usaha Budidaya Padi Skala 1 Hektar

Genjot Produksi Beras dengan Pemupukan Berimbang

PURWOREJO (KRjogja.com) - Memupuk kegiatan utama dalam pertanian. Tentu usaha menyuburkan tanaman itu bertujuan menghasilkan panen melimpah. Namun seringkali ditemukan, petani mengeluhkan turunnya hasil panen, padahal sudah memupuk tanamannya. Jika dikaitkan dengan pupuk, ada faktor yang paling berpengaruh, yakni dosisnya melebihi aturan. Petani menerapkan metode pemupukan yang tidak berimbang. Pemupukan secara berlebih itu dinilai sebagai warisan kebiasaan lama. Penggunaan pupuk kimia mulai menjadi booming pada akhir dekade 70-an dan awal 1980. Indonesia berhasil surplus beras dan kondisi itu salah satunya karena penggunaan pupuk kimia. Petani terus menggunakan pupuk kimia, padahal tanpa disadari grafik produksi mengalami penurunan. Tetapi bukannya menghentikan pupuk kimia, petani justru menambah dosis. “Itulah yang saya tahu mengapa petani turun-temurun menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak, khususnya urea,” tutur Setiawan Edi Susanto (43), petani padi di Desa Keponggok Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, kepada KRjogja.com, Jumat (22/08/2014). Menurutnya, petani senang jika tanaman padi tumbuh subur dengan warna daun hijau cerah. Petani menggunakan urea hingga 300 kilogram untuk setiap hektare sawah. Mereka tidak menyadari tingginya risikonya. “Akhirnya hasil panen memang begitu-begitu saja, satu hektare maksimal hanya 6,5 ton gabah basah. Itupun kalau tanaman selamat dari serangan hama,” ucapnya. Padahal, proses budidaya padi di wilayah pesisir Purworejo tidak pernah luput dari hama dan organisme pengganggu tanaman. Setiawan mengaku pernah mendapat hasil panen jauh lebih rendah dari 6,5 ton. Pelan-pelan, petani di Keponggok mulai sadar jika cara yang selalu mereka terapkan tidak sepenuhnya tepat. Memang belum semuanya terbuka, namun semangat mengubah nasib dengan menerapkan pola budidaya yang tepat semakin menguat. Terlebih setelah tim dari PT Petrokimia Gresik melakukan sosialisasi pemupukan berimbang pada awal tahun 2014. Pemupukan berimbang adalah usaha menyuburkan dengan mencukupi unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Unsur makro adalah nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar, yakni nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Sementara unsur mikro sedikit dibutuhkan tanaman seperti besi (Fe) atau brom (Br). Kepala Desa Keponggok Dwi Ari Ambarwati mengemukakan, petani desanya tidak mudah percaya dengan berbagai teori yang diajarkan penyuluh dari perusahaan, bahkan pemerintah. Mereka menganggap ajaran itu isapan jempol jika tidak disertai bukti. “Itulah yang dilihat Petrokimia, sehingga mereka membuat demplot pemupukan berimbang pada lahan seluas 1,3 hektare,” ujarnya. Petani belajar teknik pemupukan berimbang dengan metode 5 : 3 : 2, komposisinya 500 kilogram pupuk organik, 300 phonska dan 200 urea untuk setiap hektare sawah. Tidak hanya soal pemupukan, mereka juga mendapat ilmu penanganan serangan hama dan penyakit tanaman. Tim dari Petrokimia melakukan pendampingan sejak tanam hingga panen. Menurutnya, penerapan metode itu langsung berhasil dengan meningkatnya hasil panen. “Setiap hektare sawah yang dipupuk berimbang menghasilkan 7,2 ton gabah basah. Naik signifikan dibandingkan dengan pemupukan serampangan,” ungkapnya. Petani semakin yakin metode itu memberikan keuntungan secara ekonomi. Selain itu, pemupukan berimbang berdampak positif mengembalikan kesuburan sawah. “Puluhan tahun hanya dipupuk kimia, sawah kehilangan kesuburannya, lumpur jadi dangkal, pertumbuhan tanaman jelek. Petani Keponggok punya mimpi beberapa tahun lagi sawah kembali subur seperti zaman kakek-nenek kami,” paparnya. Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo Ir Eko Anang SW mengemukakan, penggunaan pupuk urea berlebih meningkatkan risiko kegagalan panen. Unsur N dalam urea memang membuat tanaman semakin subur, tetapi gabah yang dihasilkan tidak maksimal. Padi juga rentan terserang hama kresek atau bakteri hawar daun. “Jika sudah kena kresek, produktivitas padi dipastikan turun karena hama menyebabkan bulir menjadi gabuk, kosong tidak berisi beras,” tegasnya. Pemupukan berimbang berguna untuk meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan penyakit. “Sejak dimulai program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) sekitar tahun 2008, pemerintah dibantu produsen pupuk juga mulai sosialisasi metode pemupukan berimbang,” terangnya. Agar hasilnya semakin optimal, kata Eko Anang, petani boleh mengubah dosis dengan menambah pupuk organik lebih dari lima kuintal. Penggunaan pupuk organik dalam jumlah banyak tidak merusak, justru mempercepat kembalinya kesuburan sawah. Pemupukan berimbang diaplikasikan sejak proses olah tanah dengan menyebar 500 pupuk organik, kemudian dibajak untuk meratakan. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur 14 hari dengan komposisi 300 kilogran Phonska dan 150 kilogram urea. Sisa 50 kilogram urea ditebar ketika padi masuk fase pengisian bulir. Berdasar pengamatan dinas, pemupukan berimbang sudah diterapkan pada kurang lebih 60 persen hamparan sawah di Purworejo. Petani yang menerapkan menikmati hasil dengan meningkatnya panen kurang lebih 20 % - 30 %. Pemerintah tidak akan berhenti melakukan sosialisasi karena masih banyak petani yang belum paham dan memupuk secara berlebih. Selain itu, usaha membuat pupuk organik secara mandiri juga turut dikampanyekan sebagai solusi ketika terjadi kelangkaan pupuk buatan pabrik. Menurutnya, usaha itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Stake holder pertanian seperti pihak swasta dan petani harus bersama mendukung pemupukan berimbang. “Kami tidak sendiri karena ada Petrokimia yang membantu sosialisasi dan mengucurkan bantuan. Kampanye itu harus sukses karena Purworejo adalah penyangga beras utama Jawa Tengah,” tandasnya. (Jarot Sarwosambodo)

Pemupukan pada budidaya padi menjadi salah satu metode yang kini mulai dikenal oleh petani. Dengan metode pemupukan ini, diharapkan selain mendongkrak produksi gabah, juga menjaga kelestarian tanah dan lingkungan. Apalagi jika metode pemupukan berimbang ini dibarengi dengan penggunaan pestisida biologi atau agens hayati untuk pengendalian hama dan penyakit. (tim agrokompleks MMC)

Lanjutkan membaca Genjot Produksi Beras dengan Pemupukan Berimbang

Brotowali Usir Tikus

Brotowali - Tinospora cordifolia
Brotowali – Tinospora cordifolia

Serangan tikus Rattus argentiventer menyebabkan perkebunan padi kehilangan hasil hingga 100%. Sinar, petani padi di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, memanfaatkan brotowali untuk mengusir hewan pengerat itu. Lanjutkan membaca Brotowali Usir Tikus

Kombinasi pupuk ala petani padi batuampar guna meningkatkan produktivitas padi

padi jenis argo umur 25 hari dengan pertumbuhan luar biasa setelah penggunaan pupuk MMCBerbeda dengan di umumnya di Jawa yang lahan pertanian padi mulai terbatas, di kecamatan Batuampar, kabupaten kuburaya, sudah hal biasa petani mempunyai lahan garapan untuk budidaya padi dengan luasan berhektar-hektar. Sehingga ini menjadi potensi besar untuk meningkatkan swasembada pangan apabila dikelola dengan baik.

Pertanian padi di batuampar mendapati pengalaman berharga dengan penerapan pupuk organik MMC. Dengan arahan dari petugas lapangan dari dinas pertanian setempat, telah berhasil mempraktekkan kombinasi pupuk organik MMC dengan agrodyke yang sudah lama dipakai petani setempat. Kombinasi ini ternyata terbukti  meningkatkan produktivitas tanaman padi. Lanjutkan membaca Kombinasi pupuk ala petani padi batuampar guna meningkatkan produktivitas padi