Arsip Tag: bio spf

Pseudomonas solanacearum pada cabai

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai
hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Pseudomonas solanacearum merupakan penyebab layu bakteri pada cabai

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Pseudomonas solanacearum pada cabai

Budidaya Kelengkeng, Bag III – Pengendalian Hama Penyakit Lengkeng

Pengendalian Hama Penyakit.

a.Penyakit akar putih.

Pohon yang sakit daun daunnya menguning dan layu, daun berguguran sehingga tanaman menjadi gumndul dan mati. Sering menyerang tanaman muda yang berumur 10 tahun.

Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus.

Akar tanaman terdapat benang-benang jamur putih dan agak tebal yang umbuh sepanjang akar Rhizaomorfbercabang banyak dan sering melebar seperti jala

Pengendalian dengan cara mekanis yaitu dengan membongkar tanaman kelengkeng yang sakit dan dan akar akar dibakar agar tidak menjadi sumber peyaki.

Pengendalian dengan agens hayati MOSA GLIO  dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp. MOSA GLIO 100 gr dicampur dengan pupuk kandang yang matang 50 kg.Campuran diperam selama 5 hari. Cara aplikasi yaitu campuran MOSA GLIO disekitar akar serabut. Dosis 100 gr MOSA GLIO digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

b.Penyakit Jamur Upas.

Penyakit jamur upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor. Tanaman yang terserang menunjukkan gejala mengeluarkan cairan lateks berwarna coklat kehitaman yang meleleh di permukaan batang tanaman.

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

  1. Penyakit Busuk Buah.

Penyakit disebabkan oleh jamur Gloeosporium sp Gejala berupa becak coklat kebasahan pada kulit buah. Selanjutnya buah menjadi busuk. Sedangkan pada tangkai buah jamur Gloeosporium sp membentuk miselium berwarna putih di tangkai buah yang matang.

Penyakit merusak buah saat buah dalam pengangkutan, namun penyakit telah menginfeksi tanaman sejak buah belum masak.

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

d.Hama Uret / Gayas (Lepidiota stigma)

Hama uret menyerang berbagai tanaman pada lahan tanah  berpasir / gravel.

Larva memakan akar tanaman hingga akar putus.Tanaman yang diserang bisa mati karena akarnya terputus.

Larva/uret tumbuh cepat, saat 2,5 bulan tubuh bisa mencapai 4 cm. Siklus hidup dari telur hingga dewasa  adalah 380 hari.

richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret
richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret

Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae. MOSA META 30 gram dilarutkan dalam tangki isi 14 liter dan dicampur larutan gula merah cair 5 %. Penyemprotan dilakukan pada larva di daerah potensi sarang. Saat penyemprotan nozel dilepas agar spayer tidak mampat. Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva.

  1. Panen.

Pemanenan buah Lengkeng dilakukan saat buah sudah benar benar masak dengan rasa manis. Lengkeng termasuk buah non klimaterik, artinya setelah dipanen respirasi dan produksi etilen buah akan mengalami penurunan. Proses pematangan buah tidak terjadi setelah dipanen.

Penentuan saat panen buah lengkeng ditentukan oleh ukuran buah, warna kulit, rasa buah, dan umur buah.

Layu Bakteri pada Kentang

Nama Penyakit :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Layu Bakteri pada Kentang

Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Teknis Budidaya Kobis Krop,  Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

I. Syarat Tumbuh

  1. Kubis umumnya hanya baik ditanam di wilayah dengan ketinggian 800 > m dpl, yang optimum 1000 – 3000 m dpl. Walupun demikian ada beberapa jenis kobis yang bisa ditanam di daaran rendah.
  2. Suhu udara sekitar 20 o
  3. Tanah gembur, sedikit berpasir, banyak mengandung humus.
  4. Drainase baik sehingga tidak ada genangan air.
  5. pH tanah 6 – 7.
  6. Daerah yang banyakditanamikentangyaitu : Batu (Malang), Tengger, Tawangmangu, Wonosobo, Lembang, Pangalengan, Cipanas,

Lanjutkan membaca Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan Tanaman Nanas Tinggi Hasil Dengan Teknologi Organik MMC

Pemeliharaan Tanaman Nanas

Penjarangan Dan Penyulaman

Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Lanjutkan membaca Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan Tanaman Nanas Tinggi Hasil Dengan Teknologi Organik MMC

Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Kentang

Pseudomonas solanacearum menyebabkan Penyakit Layu pada Kentang, atau dikenal juga dengan penyakit Lendir.

Nama Umum  :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Kentang

Layu Bakteri pada Cabai

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai
hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Layu Bakteri pada Cabai

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi
kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi

Tanaman  Kopi  berasal  dari benua Afrika, tepatnya dari propinsi Kaffa, Etiopia. Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1696 – 1699 oleh VOC. Lanjutkan membaca Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit