Arsip Tag: bio spf

Pseudomonas solanacearum pada terong

Pseudomonas solanacearum merupakan penyebab layu bakteri pada terong (Solanum melongena)

layu bakteri pada tomat terong cabai
layu bakteri pada tomat terong cabai

 

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada  terong (Solanum melongena)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Pseudomonas solanacearum pada terong

Pseudomonas solanacearum pada cabai

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai
hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Pseudomonas solanacearum merupakan penyebab layu bakteri pada cabai

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Pseudomonas solanacearum pada cabai

Layu Bakteri pada Kentang

Nama Penyakit :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Layu Bakteri pada Kentang

Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

bio-spf untuk kelengkeng
bio-spf agens hayati untuk pengendalian penyakit pada kelengkeng

Selain pemupukan dan perawatan tanaman, perlu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kelengkeng agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaiknya diutamakan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga pengendalian hama dan penyakit ditekankan pada tindakan preventif / pencegahan.

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya kelengkeng ; Lanjutkan membaca Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol dan Brokoli – Bag I – Jenis-jenis, Persiapan lahan dan Penanaman

Kubis krop, Bunga Kol maupun brokoli umumnya hanya baik ditanam di wilayah dengan ketinggian 800 > m dpl, yang optimum 1000 – 3000 m dpl. Walupun demikian ada beberapa jenis yang bisa ditanam di daaran rendah. Lanjutkan membaca Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol dan Brokoli – Bag I – Jenis-jenis, Persiapan lahan dan Penanaman

Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan sd Panen

lahan-budidaya-tanaman-nanas
lahan nanas

Pemeliharaan tanaman nanas setelah dipindah ke lahan meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Nanas termasuk tanaman tahunan yang tidak terlalu butuh pengairan yang banyak, tetapi Lanjutkan membaca Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan sd Panen

Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Kentang

Pseudomonas solanacearum menyebabkan Penyakit Layu pada Kentang, atau dikenal juga dengan penyakit Lendir.

Nama Umum  :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Kentang

Layu Bakteri pada Cabai

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai
hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Layu Bakteri pada Cabai

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi
kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi

Tanaman  Kopi  berasal  dari benua Afrika, tepatnya dari propinsi Kaffa, Etiopia. Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1696 – 1699 oleh VOC. Lanjutkan membaca Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang