Arsip Tag: Agrokomplekskita

Hama & Penyakit tanaman. Hama Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso))

Hama Kutu dompolan  (Pseudococcus citri (Risso))

 Tanaman Inang :

Jeruk, Pepaya, Kakao,Buah Naga,

 

 

 

Gejala Serangan :

Kutu dompolan/kutu putih menghisap cairan tanaman pada daun, ranting dan bunga. Bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Lanjutkan membaca Hama & Penyakit tanaman. Hama Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso))

Hama & Penyakit . Hama Uret ( Lepidiota stigma F.) pada jagung

Hama Uret  ( Lepidiota stigma F.) pada jagung

Gejala Serangan :

Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut uret / embug / gayas. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan.

Karena akar dimakan habis, daun menjadi layu, menguning, kering dan akhirnya tanaman mati. Disekitar perakaran terdapat uret. Tanaman mudah roboh dan mudah dicabut karena akar dimakan uret. Lanjutkan membaca Hama & Penyakit . Hama Uret ( Lepidiota stigma F.) pada jagung

Budidaya Wortel, Bag I – Panduan Lengkap Budidaya Wortel …

Panduan Lengkap Budidaya Wortel

(Daucus carota L)

A.Syarat Tumbuh.

Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman sayuran yang diambil umbinya. Sayuran dengan umbi berwarna oranye terang, tekstur renyah, dan rasa sedikit manis ini sangat digemari karena merupakan sumber  vitamin A, vitamin B dan vitamin C. Lanjutkan membaca Budidaya Wortel, Bag I – Panduan Lengkap Budidaya Wortel …

Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso) Pada Budidaya Alpukat

  1. Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso) )

Hama berupa kutu Pseudococcus . Dewasa bentuk tubuh oval berukuran 3 mm, berwarna kuninga hingga  coklat kekuningan, tertutup tepung putih, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14 – 18 pasang. Tonjolan yang panjang pada bagian belakang tubuh. Lanjutkan membaca Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso) Pada Budidaya Alpukat

Budidaya Durian Bag IV – Pengendalian Hama dan Penyakit Durian

D.Pengendalian Hama dan Penyakit.

  1. Hama Lalat buah ( Dacus sp)

Lalat  dewasa menusuk buah muda, bekas tusukan berupa  bintik hitam kecil untuk memasukkan telur. Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat kemudian membusuk sebagian. Buah rontok dan membusuk keseluruhan.

 Lalat buah mempunyai sayap dengan tanda variegata, mengkilat, dengan  ciri khas berupa bintik atau garis. Lalat buah bertelur pada permukaan buah.Telur menetas menjadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah, sampai buah rontok dan membusuk. Larva berukuran tidak lebih dari 1 cm. Larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah menjadi lalat muda. Lanjutkan membaca Budidaya Durian Bag IV – Pengendalian Hama dan Penyakit Durian

Budidaya Seledri, Bag IV – Panene dan Penanganan Pasca Panen Seledri

IIV.Panen dan penanganan pasca panen seledri

A.Panen seledri

Panen Seledri dilakukan saat tanaman berumur 2,5  bulan sejak pindah tanam.

Ciri ciri tanaman yang siap panen yaitu  daun seledri telah beranak – pinak dan menghasilkan tangkai daun cukup banyak, atau seledri potongan telah mencapai ketinggian tertentu.

Cara panen seledri relatife praktis, namun sangat beragam sesuai jenisnya. Seledri daun dipanen dengan cara memetik tangkai-tangkai daunnya saja secara periodik tiap 1-2 minggu sekali, atau mencabut seluruh rumpunnya.

Waktu panen paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Panen pada siang hari/ terik dapat menyebabkan hasil panen cepat layu dan susut, sehingga kurang laku dipasaran. Lanjutkan membaca Budidaya Seledri, Bag IV – Panene dan Penanganan Pasca Panen Seledri

Budidaya seledri, Bag I – Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

  1. Syarat Tumbuh Tanaman Seledri

Seledri umumnya cocok dikembangkan didaerah yang mempunyai ketinggian tempat antara 1.000 – 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), udara sejuk dengan kelembaban antara 80 – 90 % serta cukup mendapat sinar matahari .

Perkecambahan benih seledri menghendaki keadaan temperatur minimum 9°C dan maksimum 20°C. Sementara untuk pertumbuhan dan menghasilkan produksi , menghendaki temperature sekitar 15° – 18 °C serta maksimum 24°C.

Keadaan curah hujan pada tanaman seledri berkisar antara 60 -100 mm/ bulan, sedangkan untuk reaksi tanah berkisar antara pH 5,5 – 6,5 atau optimum pada pH 6,0 – 6,8. Lanjutkan membaca Budidaya seledri, Bag I – Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

bio-spf untuk kelengkeng
bio-spf agens hayati untuk pengendalian penyakit pada kelengkeng

Selain pemupukan dan perawatan tanaman, perlu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kelengkeng agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaiknya diutamakan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga pengendalian hama dan penyakit ditekankan pada tindakan preventif / pencegahan.

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya kelengkeng ; Lanjutkan membaca Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

Pengendalian Hama dan Penyakit utama pada Nanas

Nanas ini merupakan tanaman yang memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap iklim serta curah hujan yang menimpanya. Tanaman ini cukup fleksibel dalam memilih tempat untuk pertumbuhannya. Namun bukan berarti tanaman nanas tidak memiliki ancaman hama dan penyakit. Berikut beberapa penyakit dan hama utama pada tanaman nanas; Lanjutkan membaca Pengendalian Hama dan Penyakit utama pada Nanas

Meningkatkan produktivitas kambing/domba dengan komboran dan pakan fermentasi

analisa usaha ternak kambing untuk 100 ekor selama 100 hari
Dengan Vittoterna, secara ekonomis mampu meningkatkan nilai keuntungan

VITTOTERNA memiliki kandungan nutrisi komplek yang sangat cocok untuk membantu pertumbuhan kambing supaya dapat tumbuh dengan sehat . Dengan kemampuan memperbaiki sistem pencernaan dan menambah nutrisi pakan, maka kambing dapat tumbuh dengan bobot yang lebih maksimal karena penyerapan pakan menjadi lebih sempurna. Lanjutkan membaca Meningkatkan produktivitas kambing/domba dengan komboran dan pakan fermentasi