Arsip Tag: agritech

AGRITECH berperan sebagai unsur suplemen dan substitusi dari pupuk kandang/kompos dan pupuk kimia an-organik makro. Dalam arti, jika sudah ada pupuk kandang/kompos dan pupuk kimia an-organik makro maka AGRITECH akan melengkapinya, dan jika tidak ada pupuk kandang/kompos maka AGRITECH berperan sebagai pengganti.

Begitu diaplikasikan, maka AGRITECH akan langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman, karena sudah berbentuk ionik, sedang pada pupuk kandang/kompos masih membutuhkan waktu untuk proses dekomposisi, fermentasi dan ionisasi.

Budidaya Seledri, Bag II – Pemupukan pada tanaman Seledri

  1. 1. Pemupukan Tanaman Seledri

Selain pupuk dasar berupa pupuk kandang, tanaman Seledri juga perlu  pupuk susulan berupa pupuk unorganik dan pupuk organik. Waktu pemupukan susulan pupuk organik yaitu pada umur 1, 3, 5, 7 minggu sedangkan pemupukan unorganik pada umur  2  minggu setelah pindah tanam.

PUPUK ORGANIK

1.Saat umur 1 dan 3 minggu dilakukan Penyemprotan AGRITECH  ke tanaman dengan dosis 3 tutup / tangki isi 14 liter  dan HORTECH 1 tutup / tankiisi 14 liter.

2.Pada umur 5 dan 7 minggu tanaman disemprot dengan AGRITECH dosis 5 tutup / tanki isi 14 liter dan HORTECH dosis 1-2 tutup / tangki isi 14 liter. Lanjutkan membaca Budidaya Seledri, Bag II – Pemupukan pada tanaman Seledri

Budidaya, Bag II – Budidaya Lengkeng.

. Budidaya Lengkeng.

1.Persiapan lahan.

Lahan dipilih sesuai syarat tumbuh tanaman Lengkeng. Lahan dibersihkan dari tunggul. Lubang tanam disiapkan dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm.

2.Jarak tanam Lengkeng.

Jarak tanam Lengkeng adalah 5 m x 6 m, dengan populasi per Ha : 330 tanaman.

  1. Penanaman.

Seminggu sebelum tanam, lubang tanam diberi campuran pupuk kandang (kotoran kambing) dan sekam.

Tanah, kotoran kambing, dan sekam dicampur merata dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Pada saat penanaman wadah bibit dari karung atau polybag disobek bagian bawah bukan dari samping agar media dan akar dari bibit tidak rusak atau pecah. Lanjutkan membaca Budidaya, Bag II – Budidaya Lengkeng.

Budidaya, Bag II – Budidaya Jambu Air Teknologi Organik MMC.

III. Budidaya Jambu Air.

1.Pengolahan Tanah.

Lahan dibersihkan dari tunggul dan tanaman besar yang mengganggu. Lahan dibajak atau dicangkul. Lubang tanam dibuat satu bulan sebelum datangnya musim penghujan dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.

2.Jarak Tanam.

Jarak tanam jambu air adalah 8 m x 8 m. Populasi tanaman per Ha adalah 156 tanaman.

  1. Penanaman.

Lubang tanam yang sudah siap diisi dengan pupuk kandang 20 -30 kg per lubang tanam dan dicampur dengan tanah.Bibit okulasi dilepas polybagnya hati hati agar akar tidak putus.Penanaman bibit diletakkan pada lubang disesuaikan dengan besar bibit.

Penanaman dilakukan saat awal musim penghujan pada sore hari.

Selain ditanam di lahan, bibit jambu air bisa ditanam sebagai tabulampot dengan diameter pot minimal 50 cm. Media tabulampot adalh 1 bagian tanah, 1 bagian arang sekam dan 2 bagian pupuk kandang. Lanjutkan membaca Budidaya, Bag II – Budidaya Jambu Air Teknologi Organik MMC.

Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Teknis Budidaya Kobis Krop,  Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

I. Syarat Tumbuh

  1. Kubis umumnya hanya baik ditanam di wilayah dengan ketinggian 800 > m dpl, yang optimum 1000 – 3000 m dpl. Walupun demikian ada beberapa jenis kobis yang bisa ditanam di daaran rendah.
  2. Suhu udara sekitar 20 o
  3. Tanah gembur, sedikit berpasir, banyak mengandung humus.
  4. Drainase baik sehingga tidak ada genangan air.
  5. pH tanah 6 – 7.
  6. Daerah yang banyakditanamikentangyaitu : Batu (Malang), Tengger, Tawangmangu, Wonosobo, Lembang, Pangalengan, Cipanas,

Lanjutkan membaca Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Budidaya lengkeng, Bag I – Teknis Budidaya Lengkeng (Dimocarpus longan) teknologi organik mmc

Teknis Budidaya Lengkeng (Dimocarpus longan)

I.Syarat Tumbuh.

Tanaman Lengkeng berasal dari daerah Sub Tropis : India, Birma, Sri Lanka, China. Namun cocok ditanam di daerah Tropis.Tanaman ini  pembungaannya di ujung ranting dan bersifat biennal bearing, artinya setelah satu musim panenan tinggi  musim berikutnya panen rendah.

Tumbuh dan berbuah dengan bagus di daerah suhu dingin yaitu 150 – 22 0C selama 3 bulan, dan musim kemarau panjang yang panas, lembab dan basah. Ketinggian tempat 0 – 500 dpl.

Jenis tanah remah dengan solum tanah yang tebal. Apabila tanah kurang subur bisa diatasi dengan penambahan pupuk kandang, pupuk NPK dan pengapuran. Lanjutkan membaca Budidaya lengkeng, Bag I – Teknis Budidaya Lengkeng (Dimocarpus longan) teknologi organik mmc

Budidaya Nanas, Bag II – Pemupukan pada Nanas

budidaya-nanas-tanaman-nanas-petani-nanas-agribisnis-nanas
budidaya nanas

Pemupukan dalam budidaya idealnya selain menggunakan pupuk makro juga dilengkapi dengan pupuk mikro yang berasal dari bahan-bahan organik. Lanjutkan membaca Budidaya Nanas, Bag II – Pemupukan pada Nanas

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Beberapa Alternatif Pemupukan pada lada

agritech hortech untuk pemupukan lada melalui daun
agritech hortech untuk pemupukan lada melalui daun

Istilah Pembuahan I (yang
berbuah adalah cabang-cabang
bawah), yaitu setelah
pengikatan pucuk jangan
dipupuk dahulu, menunggu daun
sudah kuning /tua langsung
dipupuk NPK ± 0,25kg/ batang +
MOSA GOLD 1-2 sdm per
batang dengan cara ditabur atau
dikocor. Lanjutkan membaca Beberapa Alternatif Pemupukan pada lada

Pemupukan Pada Tanaman Melon

Pemupukan bibit merupakan pemupukan awal

Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun dengan AGRITECH dan HORTECH. Pupuk daun ini cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS (Hari Setelah semai) dengan dosis 3 tutup AGRITECH dan 1 tutup HORTECH per tangki air 14 liter. Pupuk lain tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena unsur hara pada media semai telah mencukupi.

Pemupukan dasar (per hektar)

Pemupukan dasar dengan ;  Pupuk kandang/kompos=10 ton, Urea = 440 kg  TSP = 1.200 kg ; KCl = 330 kg;  MOSA GOLD = 10 botol

Untuk campuran pupuk kandang/kompos, Campur SUPER GLIO 100 – 200 gr (1- 2  bungkus) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu  sebelum ditebar merata pada pupuk kandang/kompos.

Pemupukan susulan  budidaya melon

Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu 20 hari setelah ditanam, tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman, dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. Untuk memudahkan dalam pemupukan, dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal.

Pupuk Susulan I (Per hektar)

Urea =330 kg;  TSP = 220 kg

Pupuk Susulan II (per hektar)

Urea = 220 kg ; TSP = 550 kg ; KCL = 160 kg

Pupuk susulan III (per hektar)

Urea = 440 kg;

Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam); pupuk susulan I : umur ± 20 hari; pupuk susulan II: umur + 40 hari; pupuk susulan III: umur + 60 hari.

Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold
Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold

Penyemprotan ;

Tanaman umur 2 minggu; semprotkan 1 tutup HORTECH/tangki 14ltr + 5  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 25 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tanki 14 liter + 10  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 45 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tangki 14ltr + 10  tutup AGRITECH / tangki 14ltr.

Sehingga, kebutuhan Pupuk Mikro  per Hektar : MOSA GOLD  (500 gr) 10 botol, AGRITECH     (500 cc) 10 sd 15 botol.

Pengairan dan Penyiraman

Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk  pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.

Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar.

Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya.

Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi
kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi

Tanaman  Kopi  berasal  dari benua Afrika, tepatnya dari propinsi Kaffa, Etiopia. Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1696 – 1699 oleh VOC. Lanjutkan membaca Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang