Arsip Tag: agens hayati

Agens Hayati yaitu setiap organisme yang meliputi spesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lainnya dalam semua tahap perkembangannya yang dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian
hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi, pengolahan hasil pertanian, dan berbagai keperluan lainnya (Menteri Pertanian RI 1995).
Agens hayati tidak hanya digunakan untuk mengendalikan OPT, tetapi juga mencakup pengertian penggunaannya untuk mengendalikan penyakit atau jasad pengganggu pada proses produksi dan pengolahan hasil pertanian.

hama katimumul pada jagung

Hama Uret   : Putul / Gambrengan / Katimumul pada Jagung

 Tanaman Inang :

Jagung, Padi Gogo, Tebu,Shorgum, Sere.

Gejala Serangan :

 Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut putul, gambrengan, atau katimumul. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan.

Akar dimakan habis, daun menjadi layu, menguning, kering dan akhirnya tanaman  mati. Serangan pada jagung, padi gogo bisa parah. Serangan pada tanaman tebu bersifat sporadis dan berada pada area yang sempit.

Biologi Hama :

 Kumbang berwarna merah kecoklatan, panjang tubuh 1,25  – 1,4 cm. Merupakan hama penting pada padi gogo di sekitar Wonosari Gunung Kidul.

Kumbang dewasa terbang setelah ada hujan deras pertama kali pada awal musim penghujan. Tidak berpindah jauh, jantang terbang sekitar 100 cm, betina sekitar 10 m.

Betina hidup sekitar 5 minggu dan berlelur di dalam tanah pada kedalaman 5 – 20 cm. Setelah menetas larva / putul makan humus kemudian makan akar tanaman Padi gogo, jagung, tebu, sereh, sorghum dan rumput, juga kacang dan singkong.

Larva berhenti tumbuh setelah 7 bulan saat akhir musim hujan. Pupa istirahat selama 40 hari. Selanjutnya menjadi pupa dengan bertahan selama 2 bulan. Kumbang muda hidup inaktif dengan beristirahat hingga menunggu musim hujan tiba.

Cara Pengendalian :

 1.Pengendalian secara mekanis pada kumbang dewasa/ imago dilakukan dengan light trap di malam hari saat awal hujan ( awal oktober – pertengahan Desember Cara seperti ini di Gunung kidul disebut nyuluh. Hama kumbang Putul yang terkumpul dicuci kemudian digoreng untuk dikonsumsi. Rsanya guruh karena kaya protein.

2.Pengaturan masa tanam yang tepat akan mendukung keberhasilan pengendalian hama.

3.Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae.

MOSA META 100 gram dilarutkan air dalam drum isi 200 liter dan dicampur molase / gula  cair 500 ml. Penyiraman  dilakukan pada larva di daerah potensi sarang.Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva. Satu sachet MOSA  META isi 100 gram digunakan untuk lahan seluas 1000 m 2. Lahan seluas 1 Ha diperlukan 10 sachet MOSA META.

Satu sachet  / 100 gr MOSA META bisa dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang 50 kg untuk indukan dan diperam selama 2 minggu agar spora lebih berkembang dan aktif. Pupuk kandang indukan 50 kg bisa dicampur dengan pupuk kandang  1 ton untuk luas lahan 1000 m2. Aplikasi disebar merata pada daerah perakaran tanaman.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman  479.

Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Daun keriting pada tanaman cabai akibat serangan hama tungau

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

 Cabai, Tomat, Kentang, Tembakau, Karet, Teh.

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Lanjutkan membaca Daun keriting pada tanaman cabai akibat serangan hama tungau

Hama Kutu kebul Pada Tembakau…

Hama Kutu kebul :Bemisia tabaci Gennadius (Hemiptera : Aleyrodidae)

 Tanaman Inang :

Tembakau, Kapas, Cabai,Terung, Tomat, Semangka, Melon,

Gejala Serangan :

Gejala langsung yaitu hama menghisap daun dengan bintik klorosis yang mengakibatkan berkurangnya jumlah klorofil yang mengganggu fotosintesa. Lanjutkan membaca Hama Kutu kebul Pada Tembakau…

Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso)) penghisap cairan tanaman

Hama Kutu dompolan  (Pseudococcus citri (Risso))

 Tanaman Inang :

Jeruk, Pepaya, Kakao,Buah Naga,

 

 

 

Gejala Serangan :

Kutu dompolan/kutu putih menghisap cairan tanaman pada daun, ranting dan bunga. Bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Lanjutkan membaca Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso)) penghisap cairan tanaman

Gugurnya bunga dan buah Alpukat akibat serangan kutu dompolan

  1. Kutu dompolan (Pseudococcus citri (Risso) )

Hama berupa kutu Pseudococcus . Dewasa bentuk tubuh oval berukuran 3 mm, berwarna kuninga hingga  coklat kekuningan, tertutup tepung putih, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14 – 18 pasang. Tonjolan yang panjang pada bagian belakang tubuh. Lanjutkan membaca Gugurnya bunga dan buah Alpukat akibat serangan kutu dompolan

Aphis gossypii Glov. pada Alpukat.

.Hama Aphis gossypii Glov pada Alpukat

Hama Aphid adalah kutu yang saat muda tidak bersayap. Namun saat dewasa mempunyai sayap transparan. Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam. Embun madu disenangi semut sehingga banyak yang datang Lanjutkan membaca Aphis gossypii Glov. pada Alpukat.

Budidaya Durian – Bag III – Pemupukan, pemangkasan,penyerbukan dan penjarangan buah Durian

budidaya durian dan pupuk organik padat mosa gold
budidaya durian dan pupuk organik padat mosa gold

Pemupukan pada budidaya durian idealnya lengkap antara pupuk makro dan mikro. Pemupukan makro umumnya didapatkan dari pupuk kimia/anorganik.

Pemupukan pupuk Makro ini agar efektif dan efisien dilakukan  kali setahun. Lanjutkan membaca Budidaya Durian – Bag III – Pemupukan, pemangkasan,penyerbukan dan penjarangan buah Durian

Layu daun muda dan menguningnya daun tua pada terong

Pseudomonas solanacearum merupakan penyebab layu bakteri pada terong (Solanum melongena)

Nama Penyakit :

Layu Bakteri pada  terong (Solanum melongena)

Penyebab :

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Layu daun muda dan menguningnya daun tua pada terong