Arsip Tag: 2 tongkol

Benih Jagung Super Hibrida BISI-2 Dirilis pada tahun 1995, membantu petani di seluruh Indonesia meningkatkan produksi jagung mereka. Kemampuan genetik untuk menghasilkan 2 tongkol jagung yang sama besar dalam satu tanaman, tidak ada pada varietas jagung yang lain.
Kemampuan adaptasi jagung hibrida BISI-2 terhadap kondisi lingkungan yang sangat baik, membuat jagung hibrida BISI-2 bisa ditanam di lahan manapun di Indonesia. Lahan persawahan di Jawa, daratan kering tadah hujan di NTT dan NTB, lebak-lebak dan lahan pasang surut di Sumatera, lahan gambut di Kalimantan, perbukitan di Sulawesi ataupun pegunungan hutan di Sumatera Utara dan Lampung telah menjadi lokasi penanaman jagung hibrida BISI-2 selama lebih dari 15 tahun.
Keunggulan utama yang dirasakan sangat menguntungkan petani adalah kualitas hasil jagung hibrida BISI-2 yang sangat baik. Dengan kadar air panen yang cukup rendah, menyebabkan susutnya berat biji setelah proses pengeringan sangat kecil. Kadar air panen yang rendah membuat jagung hibrida BISI-2 ini bisa bertahan lama apabila disimpan dan tidak akan berjamur yang bisa menimbulkan aflatoksin.
Jagung Hibrida BISI-2 termasuk dalam golongan Hibrida Silang Tunggal (Singgle Cross). Mempunyai batang tanaman yang tinggi dan tegak, dengan tinggi tanaman sekitar 232 cm. Daun berwarna hijau cerah, berbentuk panjang, lebar dan terkulai.
Kedudukan tongkol jagung di tengah-tengah tinggi batang. Tongkol jagung berukuran sedang dengan bentuk silindris dan seragam. Kelobotnya menutupi tongkol dengan baik sehingga dapat menghindari masuknya air hujan ke dalam tongkol. Jumlah baris dalam satu tongkol jagung hibrida BISI-2 berkisar 12-14 baris.
Tipe biji semi mutiara dan warna biji kuning oranye. Potensi hasil Jagung Hibrida BISI-2 mencapai 13 ton per hektar pipilan kering, sedangkan rata-rata hasilnya adalah 8,9 ton per hektar pipilan kering. Bobot 1.000 butir biji jagung hibrida BISI-2 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 265 gram.
50% pembungaan (keluar rambut) jagung hibrida BISI-2 terjadi pada sekitar umur 56 hari dan bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur sekitar 103 hari.

Satu benih jagung tumbuh 2 – 3 anakan dengan teknologi MMC

Selain meningkatkan hasil tanaman, produk organik MMC mengembalikan produktivitas tanah. Video ini merupakan kesaksian petani jagung hibrida secara organik di Ciamis: Lanjutkan membaca Satu benih jagung tumbuh 2 – 3 anakan dengan teknologi MMC