Persyaratan Mutlak Agar Vanili Tumbuh Dengan Baik (Pemilihan Bibit & Persiapan Lahan)

Tanaman Vanili yang berbuah lebat dan Baik

Tanaman vanili dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis diantara garis 20°LU dan 20°LS pada ketinggian 800-1.200mdpl. Curah hujan yang idela untuk jenis tanaman merambat ini adalah 1.500-3.000mm/tahun dengan suhu antara 20-38°C. Menanam vanili sebaiknya pada tanah yang datar, tidak tergenang air, dan tidak becek. Jenis tanah yang cocok untuk ditanami vanili adalah tanah yang berstektur lempung, berhumus dan berpasir dengan tingkat keasaman netral hingga agak masam. Vanili juga dapat ditanam tumpang sari dengan kopi atau kelapa, seperti yang terjadi di bali.


Budidaya Vanili
Tanaman vanili dapat dibudi dayakan dengan baik di daerah tropis., termasuk Indonesia. Berikut cara budi dayanya:

  1. Penyediaan Bibit
    Stek/Setek merupakan cara yang umum digunakan untuk perbanyakan tanaman vanili. Setek yang berasal dari tanaman induk yang subur, sehat, berdaun lebar, ruas-ruas batangnya rapat, lingkar batang besar, dan belum pernah berbunga dan berbuah. Tanaman induk dibiarkan membentuk cabang sebanyak mungkin melalui pemangkasan pucuk di awal musim hujan dan membuang semua bunga yang tumbuh.
    Pengambilan setek sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Setek yang digunakan biasanya berukuran 1m atau lebih dengan jumlah ruas 7-8 ruas. Semakin panjang setek yang ditanam, semakin cepat berbunga.
    Penyemaian setek tanaman vanili dapat dilakukan di bak dengan media berupa campuran pasir, pupuk kandang dan tanah. Penyemaian bisa juga dilakukan di polybag. Untuk menghemat bahan bibit, setek dapat dibuat berukuran pendek, 2-3 ruas.
  2. Perisiapan Lahan
  3. Pembukaan lahan dilakukan pada awal musim hujan. Bersihkan lahan dari semak belukar dan gulma. Pencangkulan tanah dilakukan sampai kedalam 20-30cm.
  4. Lahan yang akan digunakan sebagai tempat penanaman vanili sebaiknya tanah yang belum terinfeksi penyakit, terutama penyakit busuk batang. Untuk upaya sterilisasi dan menekan perkembangan cendawan-cendawan patogenik, lahan dibiarkan terbuka agar terkana sinar matahari langsung (solarisasi).
  5. Selain solarisasi, lahan dapat dan memastikan tanah bisa terbebas dari perkembangbiakan bibit penyakit ini, dapat diaplikasikan Agens Hayati MOSA GLIO yang berbahan aktif Trichoderma sp dan Gliocladium sp.
  6. Pemberian agens hayati MOSA GLIO ini dapat dilakukan dengan 2 metode. Metode pertama dengan cara pengocoran sedangkan metode kedua dapat dicampurkan pada pupuk kandang atau media tanam. Untuk pengocoran 1 sachet (100gr) MOSA GLIO dapat dilarutkan dalam 100 sd 150 liter air untuk kemudian dikocor di lahan atau lubang tanam secara merata kira-kira 1 gelas (250 ml).
    Metode kedua, 1 sachet (100gr) MOSA GLIO dicampur 1 karung ( ± 30 kg) kompos atau pupuk kandang. Campuran ini diperam/dididamkan kira-kira 1-sd 2 minggu untuk kemdian ditabur di lahan atau lubang tanam.
  7. Buat guludan/bedengan dengan lebar 1 – 1,2 m dan penjang seusai dengan keperluan. Arah bedengan sebaiknya utara-selatan agar tanaman vanili mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  8. Diantara dua bedengan dibuat parit selebar kira-kira 30 cm untuk irigasi dan drainase.
  9. Di sekeliling kebun sebaiknya dibuat saluran pembuangan selebar kira-kira 40cm dengan kedalaman 40cm untuk menghindari tergenangnya air dalam kebun.
Bibit Vanili yang akan siap di Pindah ke Lahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *