Tujuan dan Macam-macam perempelan pada cabai keriting

Perempelan daun bisa jadi tidak dilakukan, seperti pilihan petani cabai mitra MMC di Jabar. Hal ini  karena tercukupi oleh  nutrisi yang diberikan dari penggunaan AGRITECH, HORTECH dan MOSA GOLD.

Sebagian petani cabai lebih memilih tidak melalukan perempelan sama sekali, karena berpijak bahwa secara alami daun-daun yang telah tua akan berguguran dengan sendirinya. Selain itu mereka berpendapat bahwa dengan kecukupan pupuk, maka perempelan tidak perlu dilakukan.

Tetapi ada baiknya perempelan ini dilakukan dengan mengamati pertumbuhan tanaman memahami tujuan perempelan itu sendiri.

cara dan waktu perempelan daun pada caabi

  1. Perempelan tunas samping

Tunas yang keluar di ketiak daun, biasanya muncul pada 8 sd 12 HST untuk cabai dataran rendah serta sedang, atau 15 – 20 HST di dataran tinggi. Tunas bakal percabangan ini dirempel dengan menggunakan tangan bersih. Tujuannya agar tanaman menjadi kokoh sebelum memasuki fase generatif ( fase pembungaan).

  1. Perempelan bunga

Bunga pertama juga dirempel untuk tanaman di dataran rendah dan menengah. Khusus untuk dataran tinggi perempelan bunga dilakukan sampai pada bunga kedua dan ketiga, tergantung kondisi tanaman. Apabila tamaman cukup sehat, maka perempelan bunga dilakukan sampai bunga kedua. Apabila kurang sehat atau kurus maka perempelan bunga sampai bunga ketiga.

Dengan penyenprotan AGRITECH dan HORTECH, bunga tidak mudah rontok

Dengan penyenprotan AGRITECH dan HORTECH, bunga tidak mudah rontok.

Tujuan perempelan bunga ini untuk mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif dengan menunda pertumbuhan generatif. Dengan perempelan bunga, jumlah daun akan bertambah dan hasil fotosintesis cukup untuk memasuki fase generatif.

Dalam waktu 7 – 14 hari bunga akan terbentuk lagi pada percabangan di atasnya. Bunga ini dapat dipelihara karena kondisi tanaman sudah cukup kuat untuk memasuki fase generatif.

  1. Perempelan daun

Daun-daun di bawah cabang utama sebaiknya dirempel pada saat tajuk tanaman telah optimal. Tajuk tanaman tersebut optimal bila menutupi seluruh ruangan pertumbuhan tanaman, yaitu pada saat tajuk tanaman yang satu bertemu dengan yang lainnya, baik dalam satu baru maupun antar baris. Perempelan daun ini dilakukan minimal pada umur 75 HST di dataran rendah dan 90 HST di dataran tinggi.

                        Daun-daun di bawah cabangh utama perlu diempel karena telah tua dan tidak produktif lagi. Daun tersebut banyak menyerap zat makanan daripada mengasilan dan dapat sebagai penularan serangan penyakit.

                        Perempelan daun secara umum juga dilakukan pada tanaman yang menguning dan terserang hama atau penyakit yang parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *