Percobaan Agens Hayati Supermeta (MOSA META) di Lahan Sawit Kalbar

Larva kumbang tanduk yang terinfeksi supermeta mosa mata
Larva kumbang tanduk yang terinfeksi supermeta mosa mata

Tanaman sawit tua maupun tanaman muda terancam dengan berkembangnya serangan kumbang tanduk ini Hama ini sanggup  mematikan tanaman muda / tua lewat serangan di titik tumbuhnya.

Dengan tingkat kerugian yang tinggi akibat serangan hama kumbang tanduk ini, petani sawit maupun perusahaan-perusahaan pemilik sawit berusaha melakukan pengendalian. Untuk kebun sawit yang luas bahkan sampai hektaran, pengendalian hama kumbang tanduk ini tentunya memerlukan strategi agar lebih efisien.

Salah satu perusaahan sawit di Kalbar mencoba menjalin kemitraan dengan Mosa Mandiri untuk menanggulangi  hama kumbang tanduk ini. Perusaahan tersebut mengujicobakan beberapa metode di petak-petak sawit yang berbeda;

Macam cara pengendalian uret / kumbang pada budidaya sawit yang dilakukan dan diuji:

  1. Kutip manual / Hand picking pada tanaman muda (TBM / rendah) dengan menggunakan pengait.
  2. Dengan Perangakap Feromon (ATTRACTANT)
  3. Penggunaan Kapur barus untuk mengusir kumbang tanduk
  4. Penggunaan agens hayati Supermeta (MOSA Meta)

Laporan percobaan supermeta pada sawit Kalbar A2
Laporan percobaan supermeta pada sawit Kalbar A2

Laporan percobaan supermeta pada sawit Kalbar A4_publikasi
Laporan percobaan supermeta pada sawit Kalbar A4

Khusus yang dilakukan kemitraan dengan Mosa Mandiri adalah dengan penggunaan agens hayati Supermeta (MOSA Meta). percobaan ini dilakukan di 2 petak, yakni petak A2 dan petak A4.

Pengendalian uret di lahan endemik uret di sebuah perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan dengan 2 kali ulangan  sbb:

hasil pengamatan percobaan aplikasi mosa meta (supermeta) untuk pengendalian larva hama kumbang tanduk pada perkebunan sawit
hasil pengamatan percobaan aplikasi mosa meta (supermeta) untuk pengendalian larva hama kumbang tanduk pada perkebunan sawit

Sebagai perbandingan, dengan cara manual (cara 1 : Hand Picking) Perusahaan  tersebut telah menghabiskan sejumlah 3000 HK (tenaga kerja) untuk melakukan hand picking (kutip manual) terhadap uret. Bisa dibayangkan berapa biaya dan waktu yang dilakukan untuk mengongkosi sejumlah tenaga kerja  dan luasan sawit yang begitu luas. Sementara dengan cara manual ini tentu saja tidak menuntaskan larva/uret yang masih tertinggal di tempat-tempat tersembunyi (tidak terjangkau).

Di petak yang lain, penggunaan SUPERMETA (MOSA META) dari laporan tersebut menunjukkan secara degradatif (berangsur) menurunkan tingkat populasi uret (larva kumbang tanduk) dan Kumbang tanduk sendiri. Secara penerapan/aplukasi, penggunaan agens hayati ini cukup murah  dan efisien. Bahkan karena sifat kandungan Supermeta (MOSA META) ini merupakan organisme hidup (Metharizium anisopilae sp), akan terus berkembang dan menjaga lingkungan sekitar dari perkembangan hama kumbang tanduk. Selama lingkungan sekitar dijaga dari berlebihan penggunaan pestisida kimia dan perawatan rutin pemberian Supermeta (MOSA META) setidaknya 6 bulan sekali, akan efektif menjaga kebun dari serangan hama kumbang tanduk.

Agens Hayati lebih Efisien

Dari berbagai cara pengendalian ini, dengan melihat besaran biaya, waktu serta tenaga yang dibutuhkan menunjukkan hasil yang beragam. Tentunya petani atau perusahaan sawit dengan lahan sawit yang luas akan memilih metode yang membutuhkan tenaga kerja lebih sedikit.

Perbandingan berbagai metode pengendalian hama kumbang tanduk pada budidaya sawit
Perbandingan berbagai metode pengendalian hama kumbang tanduk pada budidaya sawit

Dari tabulasi diatas bisa disimpulkan penggunaan agens hayati MOSA Meta (Supermeta) lebih efisien dibandingkan dengan metode lainnya. Namun yang perlu dicatat pengendalian hama kumbang tanduk ini hanya bisa dilakukan pada saat stadium larva (larva dari kumbang tanduk). Kematian akibat toksin yang dihasilkan bahan aktif jamur metharizium terhadap larva kumbang tanduk ini tidak serta merta mati, tetapi secara bertahap larva yang terinfeksi akan lemah untuk kemudian mati. Proses ini memerlukan waktu beberapa hari dibandingkan dengan metode kimia yang langsung terlihat. Mekanisme kerja seperti ini yang perlu diketahui oleh petani dan pengelola kebun agar tidak salah kaprah terhadap keefektifan MOSA Meta (Supermeta).

Di Jawa Daerah Merah Daerah Tapal Kuda

Selain ujicoba di perkebunan sawit, serangan terbesar uret dari jenis lain juga menyerang di pulau Jawa. Beberapa kawasan bahkan terkenal dengan endemik uret (nama lain ; gayas, embug). Untuk uret jenis ini, kumbangnya dikenal dengan ampal.  Wilayah endemik identik dengan tanah pasiran dengan jenis tanaman tebu, singkong dan tanaman palawija. Mengamati data konsumen dan banyaknya telepon masuk untuk konsultasi ke tim agrokompleks MMC terkait serangan uret ini, memang sudah tidak diragukan lagi bahwa wilayah tapal kuda adalah wilayah merah bagi serangan uret.

Serangan terbesar uret  di wilayah ini ialah pada pertanaman tebu, singkong dan tanaman palawija yang konon dengan cara kimia sudah tidak mempan. Hal ini dibenarkan oleh peneliti Hama Uret yang juga dosen dari pertanian UGM, bahwa aroma bahan kimia hanya mengusir uret untuk masuk terus ke dalam tanah sampai kedalaman 3 meter. Sehingga setelah berhari-hari pada saat zat kimia dari pestisida kimia ini sudah memudar (jawa; ngabar), uret akan naik dan mengganas menyerang perakaran karena lapar.

“Petani pada kecelik (jawa terkecoh) jika pakai obat kimia. Dikirinya uret sudah hilang, ternyata hanya ngumpet jauh di tanah. Kemudian, seakan balas dendam uret itu bermunculan mengganas”tutur peneliti dari UGM tersebut.

 Percobaan labolatorium kedalaman infeksi mosa meta (supermeta) terhadap larva (uret gayas lundi)
Percobaan labolatorium kedalaman infeksi mosa meta (supermeta) terhadap larva (uret gayas lundi) – sampai dengan ± 0,25 m.

Sangat sulit mengendalikan hama tersebut dengan cara mekanis, maupun kimia sekalipun. Upaya untuk bisa turut berperan positif dalam rangka mengatasi masalah tersebut  menjadi salah satu tujuan kami bergerak dalam pertanian organik. Salah satu teknologi pengendalian uret yang kami kembangkan adalah dengan menggunakan agens hayati.

Aplikasi Mudah MOSA Meta (Supermeta)

Cara aplikasi yang dapat dilakukan dengan teknologi ini adalah :

  1. Dicampurkan dalam media pupuk kandang jadi, kompos, dengan memberi kesempatan jamur Metharisium berkembang di media tersebut sekitar 2 minggu sebelum media siap digunakan sebagai pupuk dasar.
  2. Dikocorkan di sekitar perakaran tanaman, pada sore hari.
  3. Disemprotkan pada jalur tanam (guludan) dibawah mulsa untuk menambah jumlah agens hayati di tanah sehingga memperbesar peluang uret bersinggungan langsung dengan spora jamur yang akan menginfeksinya.

Catatan : penyemprotan di ruang terbuka akan efektif jika lahan ditumbuhi dengan vegetasi rendahan (seperti rumputan, dibandingan lahan tanpa vegetasi)

supermeta mampu mengendalikan kumbang tanduk pada kelapa sawit
supermeta mampu mengendalikan kumbang tanduk pada kelapa sawit

Untuk menambah keyakinan dan gambaran konsumen mengenai efektifitas penggunaan MOSA META (Super Meta )  ini kami sajikan data pengamatan keberhasilan penggunaan

Dengan dokumentasi hasil percobaan diatas, diharapkan akan menjadi kabar gembira bagi petani maupun pemilik perkebunan guna menjaga kuantitas dan kualitas produksi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *