Penyakit Karat Tumor Pada Sengon

Karat tumor atau disebut lain karat puru adalah penyakit pada tanaman sengon yang disebabkan oleh jamur Uromycladium tepperianum, masuk dalam Famili Pucciniaceae, Ordo Uredinales, Kelas Basidiomycetes. Jamur ini masuk kelompok parasit obligat, yaitu dapat hidup dan berkembang pada organisme yang sedang hidup.

Penyebaran :

Karat tumor menular melalui penyebaran teliospora, yaitu spora aktif yang dapat dengan mudah diterbangkan oleh angin, terbawa serangga, alat alat pertanian dan aktivitas manusia. Teliospora ini tidak dapat langsung menginfeksi kedalam tanaman sengon tetapi ia harus berkecambah dahulu membentuk basidiospora. Basidiospora dapat menginfeksi inang, secara langsung menembus epidermis, atau melalui lubang-lubang stomata, retakan epidermis maupun lentisel. Setelah siklus hidupnya lengkap, maka akan terbentuk badan buah yang disebut piknia (pycnia, yang akan membentuk picniospora dengan telia berisi teliospora. Piknia umumnya berupa bercak kecil, dapat terlihat di permukaan jaringan yang terinfeksi ataupun pada permukaan tumor.

Gejala Serangan :

Infeksi jamur penyebab karat tumor ke tanaman dapat terjadi pada tahap biji, semai, tanaman muda maupun tanaman dewasa di lapangan. Semua bagian tanaman meliputi pucuk, cabang, ranting, daun, batang, bunga dan biji dapat terinfeksi oleh jamur Uromycladium tepperianum.

Infeksi pada persemaian, batang merupakan bagian tanaman yang paling rentan terhadap serangan jamur karat tumor. Karena sifatnya yang obligat, sekali pun di musim kemarau, sepanjang tanaman inang masih hidup, maka jamur karat pun masih bertahan hidup pula. Di musim hujan adalah masa yang paling menyenangkan bagi jamur puru dan serangan akan cepat menyebar.

Penyakit cenderung lebih cepat berkembang pada tanaman sengon yang ternaung dibandingkan dengan pertanaman yang terbuka. Demikian pula, adanya radiasi sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet selama 5 jam berturut-turut, dapat menghambat perkecambahan teliospora jamur Uromycladium tepperianum .

Serangannya pada semai umur muda menyebabkan daun mengeriting, melengkung dan tidak dapat berkembang normal. Pada serangan semai umur dua-tiga minggu daunnya mudah rontok. Serangan pada umur yang lebih tua, menunjukkan gejala pucuk melengkung dan kaku, dan perkembangannya semakin besar ketika umur semai masuk tiga bulan.

Gejala serangan lebih lanjut dapat terlihat dengan munculnya pembengkakan (gall) pada ranting, cabang, pucuk, tangkai daun, bahkan helaian daun. Setiap gall karat tumor dapat melepaskan ratusan sampai ribuan spora yang dapat menularkan ke pohonpohon di sekitarnya dengan cepat melalui bantuan angin atau lainnya. Ukuran, bentuk dan warna gall bervariasi tergantung bagian tanaman yang terserang dan umur gall. Warna gall pada awalnya hijau kemudian berangsur-angsur berubah menjadi coklat. Warna coklat mengindikasikan spora-spora yang melimpah dan siap dilepaskan.

Pengendalian :

  1. Dengan cara mekanis yakni dengan pembatasan penyebaran penyakit; yaitu dengan membatasi bahan tanaman atau produk tanaman sengon yang masuk dan keluar lokasi yang teelah terserang. Pada kayu hasil panen yang terpaksa diangkut keluar lokasi terserang mungkin akan lebih aman kalau dilakukan desinfektan menggunakan
  2. Sanitasi Lahan : dengan menghilangkan atau kalau terlalu sulit dengan mengurangi sumber infeksi sebanyak-banyakanya .Sanitasi dilakukan dengan memotong ranting/batang dengan gejala tumor selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dibenam kedalam tanah. Tindakan ini memang tidak bisa menjamin suatu lokasi bebas dari serangan, karena perilaku jamur ini memiliki masa laten dari saat jamur menginfeksi sampai dengan masa munculnya gejala tumor, namun setidaknya mampu menghambat penyebaran lebih luas spora jamur penyebab penyakit tumor.
  3. Penggunaan Agens Hayati: Penggunaan agens hayati ini selain untuk pengendalian penyakit juga dapat menjaga kelestarian lahan untuk jangka panjang. Agen hayati yang bisa digunakan adalah kombinasi MOSA GLIO dan BIO-SPF. Bahan aktif MOSA GLIO berupa Gliocladium sp dan Thrichoderma sp merupakan jamur yang dapat mengendalikan berbagai jamur patogen (penyebab penyakit) tular tanah. SedangkanBIO-SPF mengandung mikroba endofit, eksofit & antagonis, secara aktif masuk ke jaringan tanaman. Kombinasi dari penggunaan 2 jenis agens hayati ini dapat mengencegah dan mengendalikan penyakit karat tumor tersebut
  4. Agen hayati lain yang efektif tetapi belum dikembangkan oleh MMC adalah jamur antagonis Penicilium sp dan Acremonium sp. Dua jenis jamur ini dapat menghambat perkembangan jamur Uromycladium tepperianum. Beberapa jenis serangga juga dijumpai memakan tumor di lapangan sehingga memiliki potensi sebagai agens hayati.


Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *