Budidaya Kambing, Bag IV – Penggunaan Suplemen Vittoterna untuk Meningkatkan Hasil

Cara 1 : Komboran & Pakan Model Fermentasi

analisa usaha ternak kambing untuk 100 ekor selama 100 hari

Dengan Vittoterna, secara ekonomis mampu meningkatkan nilai keuntungan

Pakan VITTOTERNA memiliki kandungan nutrisi komplek yang sangat cocok untuk membantu pertumbuhan kambing supaya dapat tumbuh dengan sehat . Dengan kemampuan memperbaiki sistem pencernaan dan menambah nutrisi pakan, maka kambing dapat tumbuh dengan bobot yang lebih maksimal karena penyerapan pakan menjadi lebih sempurna.

Rekomendasi MMC untuk ternak kambing/domba populasi 8 ekor, dosis 10 ml untuk 2- 3 ekor diberikan setiap pagi bisa melalui minuman

  • 1 botol VITTOTERNA berisi 500 ml, sedangkan volume 1 tutup botol = 10 ml, Jadi 1 botol = 50 tutup. Penghitungan ini nanti digunakan untuk aplikasi harian dengan ukuran tutup.
  • Aplikasi sebaiknya pada pagi hari, 1 x sehari.
  • Jika ada pemberian vaksin maka dapat diganti waktunya, misal vaksin pagi maka VITTOTERNA menjadi sore hari.
  • Penambahan biaya per ekor/hari antara RP.112,- sampai Rp.225,- .

Aplikasi VITTOTERNA :

  • Umur 1 – 6 bulan : 1 tutup/hari
  • Umur 6 bulan keatas : 2-3 tutup/hari

Cara Aplikasi :

  1. Jika melalui air minum : Campur VITTOTERNA dengan air secukupnya dan bagikan secara merata pada tempat air minum yang ada. Supaya hasil maksimal usahakan air minum yang tercampur tersebut dapat habis dalam 2 – 3 jam.
  2. Jika dicampur dengan pakan : Campur VITTOTERNA dengan air secukupnya, kemudian campurkan dengan pakan sehingga menjadi sedikit basah. Berikan pakan tersebut secara merata di tempat yang disediakan supaya semua kambing/domba dapat kebagian , upayakan pada pagi hari dan berikan paling awal sampai habis kemudian baru ditambahkan pakan biasanya.

Cara 2 : APLIKASI VITTOTERNA DI KOMBORAN

Untuk Aplikasi vittoterna pada komboran harian caranya cukup sederhana yaitu bisa digunakan untuk merendam Kleci ( kulit kedelai), kemudian dicampur dengan Polar atau bekatul halus dan diberikan setiap pagi sebagai komboran kambing.

Dosis Vittoterna pada komboran adalah 1 tutup ( 40 ml ) untuk kebutuhan 4 ekor kambing, kalau sapi 1 tutup untuk 2 ekor sapi. Hanya diberikan sekali dalam satu hari pada pagi hari saja.

Lebih bagus kalau kulit kedelai direndam dulu sore hari selama 6 jam sampai pagi hari, baru kemudian pada pagi harinya dicampur dengan Polar/bekatul, air rendaman tidak perlu dibuang justru akan bermanfaat jika ikut dicampur dalam komboran, dengan syarat kulit kedelai adalah kulit yang bersih dan belum apek.

Kalau kulit kedelai kotor dan berbau apek sebaiknya direndam dengan air biasa untuk membersihkan debu dan bau apeknya, baru kemudian airnya dibuang. Setelah itu baru direndam lagi dengan campuran Vittoterna sesuai kebutuhan.

Jumlah kulit kedelai dan Polar mengikuti rekomendasi setempat, tidak perlu berubah


Cara 3 : Aplikasi Vittoterna untuk fermentasi jerami

Berikut ini adalah panduan dalam pembuatan pakan ternak kambing berupa fermentasi jerami padi dengan menggunakan probiotik Vittoterna, adapun rinciannya sebagai berikut:

Bahan / media :

  1. Jerami padi yang sudah kering sebanyak 1 ton
  2. Vitoterna : 1 botol ( 500 cc ) untuk 1 ton jerami
  3. Molase ( tetes tebu ): 0.2 % dari total berat atau 2 liter untuk 2 ton bahan pakan, apabila tidak ada molase bisa diganti dengan gula pasir sebanyak 1 kg atau gula merah
  4. Air secukupnya
  5. 5. Terpal / plastik lembaran yang kuat untuk memeram jerami
  6. Ember plastik
  7. Gembor atau alat penyiram air

Cara membuat :

  1. Siapkan tempat yang terlindung dari hujan, genangan air ataupun sinar matahari secara langsung.
  2. Bila alas dasar lantai masih dari tanah, silahkan diberi alas plastik atau terpal yang kuat sehingga air adonan fermentasi tidak meresap hilang ke dalam tanah
  3. Siapkan jerami padi yang sudah kering, apabila jeraminya masih basah silahkan dikeringkan dengan dijemur di terik matahari terlebih dahulu
  4. Ambil ember, isi air kemudian tuangkan Vittoterna dan molase ke dalam ember, aduk sampai rata
  5. Mulailah menggelar jerami selapis pertama setinggi 15-20 cm dan mulailah menyemprotkan larutan adonan air + Vitoterna + molase kepada tumpukan jerami tadi dan diinjak-injak, usahakan penyemprotannya rata dan jerami terlihat basah.
  6. Lakukan terus sampai jerami habis, ingat tumpukan tiap lapis jerami adalah 15-20 cm saja
  7. Setelah semua jerami sudah selesai, tutup tumpukan jerami tadi dengan terpal / plastik
  8. Ikat rapat dan usahakan supaya udara jangan masuk, diamkan tumpukan jerami tadi selama 12-15 hari supaya proses penguraian serat jerami berjalan secara alamiah. Proses fermentasi ini memang memerlukan waktu beberapa saat sehingga jerami benar-benar lapuk dan nutrisinya bertambah, hal ini akan sangat membantu pencernaakan dalam perut kambing dalam menyerap nutrisi jerami fermentasi ini
  9. Setelah 12-15 hari kemudian, jerami fermentasi siap diberikan untuk pakan ternak kambing, nanti akan muncul aroma khas dari tumpukan jerami fermentasi tadi. Mohon diperhatikan ketika akan memberikan pakan jerami fermentasi ini, sebelum diberikan kepada ternak kambing silahkan jerami fermentasi ini di angin-anginkan sebentar.
  10. Mohon diperhatikan untuk minuman ternak kambing berupa air putih selalu siap sedia, sehingga akan membantu metabolisme kambing.

Dalam penyimpanan jerami fermentasi ini bisa menggunakan beberapa cara, seperti :

  • Dibiarkan dalam posisi semula yaitu berupa tumpukan
  • Diikat kotak-kotak sehingga bisa disimpan secara rapi, misalnya disimpan di langit-langit atap kandang kambing

Cara 4:  Vittoterna untuk fermentasi hijauan

Berikut ini adalah panduan dalam pembuatan pakan ternak kambing berupa pakan hijauan dengan menggunakan probiotik Vittoterna, adapun rinciannya sebagai berikut:

Bahan / media

  • Pakan hijauan ( kaliandra / kleresede / daun singkong / gedebok pisang )
  • Vitoterna : 1 botol ( 500 cc )
  • Molase ( tetes tebu ): 0.2 % dari total berat atau 2 liter untuk 2 ton bahan pakan, apabila tidak ada molase bisa diganti dengan gula pasir sebanyak 1 kg atau gula merah
  • Air secukupnya
  • Terpal / plastik lembaran yang kuat untuk memeram jerami
  • Ember plastik
  • Gembor atau alat penyiram air

Cara membuat :

  1. Siapkan tempat yang terlindung dari hujan, genangan air ataupun sinar matahari secara langsung.
  2. Bila alas dasar lantai masih dari tanah, silahkan diberi alas plastik atau terpal yang kuat sehingga air adonan fermentasi tidak meresap hilang ke dalam tanah
  3. Siapkan pakan hijauan yang sudah dicacah kecil-kecil
  4. Ambil ember, isi air kemudian tuangkan Vitoterna dan molase ke dalam ember, aduk sampai rata
  5. Mulailah menggelar pakan hijauan selapis pertama setinggi 15-20 cm dan mulailah menyemprotkan larutan adonan air +  Vitoterna + molase kepada tumpukan pakan hijauan , usahakan penyemprotannya rata dan pakan hijauan terlihat basah.
  6. Lakukan terus sampai pakan hijauan habis, ingat tumpukan tiap lapis pakan hijauan adalah 15-20 cm saja
  7. Setelah semua pakan hijauan sudah selesai, tutup tumpukan pakan hijauan tadi dengan terpal / plastic
  8. Ikat rapat dan usahakan supaya udara jangan masuk, diamkan tumpukan pakan hijauan tadi selama 12-15 hari supaya proses penguraian serat pakan hijauan berjalan secara alamiah. Proses fermentasi ini memang memerlukan waktu beberapa saat sehingga pakan hijauan nutrisinya bertambah, hal ini akan sangat membantu pencernaakan dalam perut kambing dalam menyerap nutrisi pakan hijauan fermentasi ini
  9. Setelah 12-15 hari kemudian, pakan hijauan siap diberikan untuk pakan ternak kambing, nanti akan muncul aroma khas dari tumpukan pakan hijauan tadi. Mohon diperhatikan ketika akan memberikan pakan pakan hijauan fermentasi ini, sebelum diberikan kepada ternak kambing silahkan pakan hijauan fermentasi ini di angin-anginkan sebentar.
  10. Mohon diperhatikan untuk minuman ternak kambing berupa air putih selalu siap sedia, sehingga akan membantu metabolisme kambing.

Dalam penyimpanan pakan hijauan fermentasi ini bisa menggunakan beberapa cara, seperti :

  • Dibiarkan dalam posisi semula yaitu berupa tumpukan
  • Diikat kotak-kotak sehingga bisa disimpan secara rapi, misalnya disimpan di langit-langit atap kandang kambing

Lihat Juga : Tips Supaya Kambing Doyan Pakan Fermentasi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *