Budidaya sapi Potong- Bag I ; Pemilihan Indukan dan Bibit

Untuk memilih bibit sapi, tentu saja disesuaikan dengan tujuan budidaya kita. Apakah untuk penggemukan ataukah untuk indukan.

Sapi Limousine - peternakan penggemukan sapi milik Pak H Toyo S Dipo

Sapi Limousine – peternakan penggemukan sapi milik Pak H Toyo S Dipo

Memilih Indukan Sapi Potong

Pilihlah tipe sapi yang cocok untuk indukan sapi potong ini, yaitu jenis sapi bali, sapi brahman, sapi PO dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut :

  • Tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola
  • Kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan
  • Laju pertumbuhannya cepat
  • Efisieni bahannya tinggi

Memilih anakan sapi unggul

Memilih ananakn dari keturunan indukan unggul wajib diperhatikan bagi peternak yang ingin memelihara bibit sapi untuk dibesarkan/digemukkan :

  • Berasal dari indukan unggul
  • Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap sisilahnya
  • Matanya tampak cerah dan bersih
  • Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, tertanggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  • Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  • Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  • Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur
  • Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu
  • Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari
  • Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat.

Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut :

  • Tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
  • Kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
  • Laju pertumbuhannya cepat.
  • Efisiensi bahannya tinggi.

Jenis-jenis Sapi potong

Jenis jenis sapi potong yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi untuk sapi potong yang populer di Indonesia antara lain yaitu :

Sapi Bali

Ciri sapi ini untuk betina dan pedet berwarna merah keemasan. Sedangkan jantan berwarna merah bata kehitaman. Sapi betina bata pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat berwarna putih, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut).

Tinggi badan sapi Bisa mencapai 130 cm dengan berat badan rata-rata mencapai 300 – 400 kg. Karkasnya bisa mmencapai 56, 9 %, dengan tulang < 15 % berat karkas.

Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

Sapi Madura

Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah.

Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.Tinggi rata rata 118 cm, berat 350 kg, karkas mencapai 47,9 %

Sapi Ongole

Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik.

Tinggi jantan 150 cm, betina 135 cm. Berat badan jantan 600 kg betina 450 kg. Karkas mencapai 44 %.
Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, Sumba. Keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah. Sapi peranakan Ongole (PO) ini juga dikenal dengan sapi lokal, karena banyak dibudidayakan oleh peternak pada umumnya.

Sapi Brahman

Sapi Brahman berasal dari India dan banyak dikembangkan di Amerika. Tiap individu ternak bervariasi warnanya dari kelabu terang sampai merah, bahkan hitam. Warna sapi jantan lebih gelap dibanding betina.

Pertumbuhan Berat betina dewasa 453,6 – 680,4 kg sedangkan pejantan dewasa 725,7 kg – 997,8 kg.

Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.

Sapi Limousin

Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

Sapi Simental (Swiss)

Bertanduk kecil, bulu berwarna
coklat muda atau kekuningkuningan.
Pada bagian muka,
lutut kebawah dan gelambir,
ujung ekor berwarna putih. Sapi
Simental bertanduk kecil, bulu
berwarna coklat muda atau
kekuning-kuningan. Pada bagian
muka, lutut ke bawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *