Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan sd Panen

lahan-budidaya-tanaman-nanas
lahan nanas

Pemeliharaan tanaman nanas setelah dipindah ke lahan meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Nanas termasuk tanaman tahunan yang tidak terlalu butuh pengairan yang banyak, tetapi perlu dialiri disirami/dialiri air pada saat kering/musim kemarau.

Khusus untuk pemupukan dapat dilihat di ; Pemupukan pada budidaya nanas. Sedangkan pengendalian hama penyakit dapat dilihat di hama dan penyakit utama pada budidaya nanas .

Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit.

Penyiangan / Pengendalian Gulma

Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. Penyiangan diperlukan utk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dlm hal kebutuhan air, unsur hara dan sinar matahari. Rumput liar sering menjadi sarang dari penyakit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, namun utk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan.

Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan.

Pembubunan

Pembubunan diperlukan dlm penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi utk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.

Pengairan Dan Penyiraman

Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yang cukup. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dlm seminggu atau tergantung keadaan cuaca.

Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat.


Panen dan Pasca Panen

Ciri Dan Umur Panen

Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan, hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen :

  • Mahkota buah terbuka.
  • Tangkai ubah mengkerut.
  • Mata b.uah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.
  • Warna bagian dasar buah kuning.
  • Timbul aroma nanas yang harum dan khas.

Cara Panen

Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar.

Lihat juga ;  hama dan penyakit utama pada budidaya nanas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *