pedoman budidaya

Budidaya Alpukat, Bag III – Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Alpukat.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit.

1.Hama Aphis gossypii Glov.

Hama Aphid adalah kutu yang saat muda tidak bersayap. Namun saat dewasa mempunyai sayap transparan. Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam. Embun madu disenangi semut sehingga banyak yang datang (lebih…)

Budidaya Alpukat, Bag II – Persiapan lahan, Penanaman dan pemupukan tanaman

  1. Budidaya Alpukat.

 

1.Persiapan Lahan Tanam.

Lahan untuk budidaya alpukat dibersihkan dari tunggul – tunggul pohon, semak semak, dan bebatuan. Lahan dicangkul sedalam 30 cm atau diolah dengan hand ditraktor. Selanjutnya lahan dicangkul halus.

Pengolahan lahan dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal  musim hujan. (lebih…)

Budidaya Durian, Bag V – Analisa Usaha Budidaya Durian Unggul..

Analisa Usaha Budidaya Durian Unggul.

Asumsi :

  1. Luas lahan 3200 m2
  2. Jarak tanam 8 x 8 m.
  3. Populasi tanaman durian 50 pohon.
  4. Biaya investasi dianggarkan pada tahun 1,6,11,16

(lebih…)

Budidaya Jambu Air, Bag II – Pengolahan tanah, Pemupukan dan pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jambu Air.

III. Budidaya Jambu Air.

1.Pengolahan Tanah.

Lahan dibersihkan dari tunggul dan tanaman besar yang mengganggu. Lahan dibajak atau dicangkul. Lubang tanam dibuat satu bulan sebelum datangnya musim penghujan dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. (lebih…)

Budidaya Durian Bag IV – Pengendalian Hama dan Penyakit Durian

D.Pengendalian Hama dan Penyakit.

  1. Hama Lalat buah ( Dacus sp)

Lalat  dewasa menusuk buah muda, bekas tusukan berupa  bintik hitam kecil untuk memasukkan telur. Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat kemudian membusuk sebagian. Buah rontok dan membusuk keseluruhan. (lebih…)

Budidaya Durian – Bag III – Pemupukan, pemangkasan,penyerbukan dan penjarangan buah Durian

budidaya durian dan pupuk organik padat mosa gold
budidaya durian dan pupuk organik padat mosa gold

Pemupukan pada budidaya durian idealnya lengkap antara pupuk makro dan mikro. Pemupukan makro umumnya didapatkan dari pupuk kimia/anorganik.

Pemupukan pupuk Makro ini agar efektif dan efisien dilakukan  kali setahun. (lebih…)

Budidaya Durian Bg II – Cara Budidaya Durian….

. Cara Budidaya

  1.  Pengolahan lahan.

Sebelum diolah lahan dibersihkan dari tunggul pohon, rerumputan, dan tanaman liar.

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul. Disekeliling kebun dibuat parit / saluran drainase agar saat terjadi hujan tidak ada genangan air. Pengolahan tanah  dilakukan saat kemarau atau sebelum  musim hujan tiba. (lebih…)

Budidaya Durian, Bag I – Jenis-jenis tanaman durian

Durian (Durio zibethinus Murr.)

 Durian awalnya tumbuh liar di hutan Kalimantan dan Sumatra. Buah dengan aroma harum dan rasa manis ini sudah dikenal di Asia Tenggara sejak Jaman Keemasan Sriwijaya pada abad ke 7 Masehi. (lebih…)

Budidaya Sawi, Bag II – Pemupukan dan Pengendalian Hama Penyakit Sawi..

. Pemupukan.

Pupuk dasar diberikan saat olah tanah sebelum menghaluskan permukaan. Pupuk dasar , berupa pupuk kandang dengan dosis 10 ton/Ha atau pupuk kompos hasil fermentasi dengan dosis 5 ton/Ha. (lebih…)

Layu Bakteri pada Kentang

Nama Penyakit :

Penyakit Layu Bakteri pada Kentang / Penyakit Lendir.

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. (lebih…)

Hama Penggerek buah kopi (Stephanoderes hampei / Hypothenemus hampei)

Nama Umum :

Penggerek buah kopi / coffee berry borer / (PBKo)

Nama Hama :

Hypothenemus (= Stephanoderes) hampei (Ferr.) (COLEOPTERA: Curculionidae), Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scolytidae)

Gejala & Deskripsi :

Penggerek buah kopi berupa kumbang berukuran 0,7 – 1,7 mm.

berwarna hitam,prothoraks kemerahan,panjang tubuh betina 2,5 mm,jantan 1,6 mm. betina hidup selama 55 hari (maksimum 90 hari), telur yang dihasilkan 70 butir.
Badannya bulat dengan kepala penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee
penggerek buah kopi hypotenemus hampei coffee berbentuk segi tiga yang diutupi oleh rambut halus. Gejala serangan yaitu terdapat lubang gerekan pada biji kopi yang sudah cukup keras.

(lebih…)

Budidaya Seledri, Bag II – Pemupukan pada tanaman Seledri

  1. 1. Pemupukan Tanaman Seledri

Selain pupuk dasar berupa pupuk kandang, tanaman Seledri juga perlu  pupuk susulan berupa pupuk unorganik dan pupuk organik. Waktu pemupukan susulan pupuk organik yaitu pada umur 1, 3, 5, 7 minggu sedangkan pemupukan unorganik pada umur  2  minggu setelah pindah tanam.

(lebih…)

Budidaya Sayuran, Bag I -Budidaya tanaman SAWI atau Caisin (Brassica sinensis. L.)

Budidaya tanaman SAWI atau Caisin (Brassica sinensis. L.)

  1. Syarat tumbuh tanaman sawi

Sawi atau Caisim (Brassica chinensis L.) termasuk famili Brassicaceae, daunnya panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi mengandung pro vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. (lebih…)

Budidaya seledri, Bag I – Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

  1. Syarat Tumbuh Tanaman Seledri

Seledri umumnya cocok dikembangkan didaerah yang mempunyai ketinggian tempat antara 1.000 – 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), udara sejuk dengan kelembaban antara 80 – 90 % serta cukup mendapat sinar matahari . (lebih…)

Budidaya lengkeng, Bag I – Jenis-jenis dan Persiapan lahan

Kelengkeng yang sebesar bola Pingpong
Kelengkeng yang sebesar bola Pingpong

Tanaman Lengkeng berasal dari daerah Sub Tropis : India, Birma, Sri Lanka, China. Namun cocok ditanam di daerah Tropis.Tanaman ini  pembungaannya di ujung ranting dan bersifat biennal bearing, artinya setelah satu musim panenan tinggi  musim berikutnya panen rendah. (lebih…)

Budidaya, Bag II – Budidaya Lengkeng.

Kelengkeng varietas itoh yang dibudidayakan di lahan pekarangan, lokasi kabupaten Magetan Jawa timur, usia 2 tahun sudah belajar berbuah dengan demikian lebatnya, salah satu keunggulan Produk Organik MMC.
Kelengkeng varietas itoh yang dibudidayakan di lahan pekarangan, lokasi kabupaten Magetan Jawa timur, usia 2 tahun sudah belajar berbuah dengan demikian lebatnya, salah satu keunggulan Produk Organik MMC.

1. Persiapan lahan

Lahan dipilih sesuai syarat tumbuh tanaman Lengkeng. (lebih…)

Loading...

Teknologi Karya anak negeri untuk ibu pertiwi

Visit Us On PinterestVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Google PlusCheck Our FeedVisit Us On Twitter