Pedoman Budidaya Melon

tanaman-melon-dengan-pupuk-organik-MMC-buah-sama-besar-daging-buah-tebal-dan-enak
tanaman-melon-dengan-pupuk-organik-MMC-buah-sama-besar-daging-buah-tebal-dan-enak

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah yang sudah banyak dilirik dibudidayakan petani, mengingat nilai jualnya yang tinggi dengan jangka waktu budidaya yang cukup singkat yakni sekitar 2 bulanan. Tanaman ini termasuk famili Cucurbitaceae, banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.  Buah melon menjadi salah satu menu pokok di hidangan-hidangan hotel dan restauran, selain menjadi buah favorit sebagai buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi.

Syarat Tumbuh 

Untuk dapat tumbuh optimal, tanaman melon sebaiknya memenuhi dan memperhatikan hal-hal berikut ini ;

  1. Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
  2. Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8–7,2.
  3. Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl, maka tanaman tidak berproduksi dengan optimal.
  4. Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanaman melon antara 25–30 derajat celcius. Bahkan bila suhu  kurang dari 18 derajat Celcius,tanaman melon tidak dapat tumbuh.
  5. Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon . Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.
  6. Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama
    pertumbuhannya.
  7. Hindari angin yang bertiup cukup keras, karena dapat merusak pertanaman melon, dapat mematahkan tangkai daun, tangkai buah dan batang tanaman.
  8. Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi  patogen (pembawa penyakit). Pada tanaman melon yang menjelang panen, hujan akan mengurangi kadar gula dalam buah.
  9. Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

Pembenihan pada Melon

Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat, kuat dan terawat baik pada awalnya. Benih direndam kedalam larutan BIO-SPF selama 2 sd 4 jam. Perendaman dengan BIO-SPF ini agar memberikan ‘kekebalan’ secara sistemik pada melon dari berbagai macam penyakit. Perendaman ini sekaligus juga untuk menyeleksi benih. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon.

Budidaya melon - Penyemaian bibit melon
Budidaya melon – Penyemaian bibit melon

  • Benih melon yang akan disemaikan, setelah direndam, kemudian benih disemaikan pada kantong plastik, yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1.
  • Buat larutan SUPER GLIO kira-kira 1 sendok dicampur 1 liter air, dan disiramkan secara merata ke media persemaian. Penggunaan SUPER GLIO  ini untuk memberikan pengendalian penyakit dari jamur-jamur penyebab penyakit pada tanaman melon secara organik.
  • Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah.
  • Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan media semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka.

b) Pembuatan Media Semai

Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi, contohnya dengan mencampurkan tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos, asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1.

Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 atau NPK dicampur dengan SUPER GLIO.

Budidaya melon - bibit melon umur 20 harian
Budidaya melon – bibit melon umur 20 harian pada media polybag

Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit, dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar.

c) Penyiraman media semai

Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. Apabila daun sejati keluar, penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor.

Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap, akibatnya bibit menjadi kurus, kering dan layu.

 d) Penjarangan

Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam.

e) Pemupukan bibit

Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun dengan AGRITECH dan HORTECH. Pupuk daun ini cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS (Hari Setelah semai) dengan dosis 3 tutup AGRITECH dan 1 tutup HORTECH per tangki air 14 liter. Pupuk lain tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena unsur hara pada media semai telah mencukupi.

f) Pengendalian Hama saat Pembibitan

Bibit melon pada usia muda rentan terhadap serangan hama, Pada masa pembibitan penyemprotan TOP-BN dilakukan apabila pada sore hari untuk pencegahan terhadap hama aphis, trips dll.


Persiapan lahan

Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur. Melon dapat dibudidayakan di lahan terbatas, misalnya dipolybag atau di lahan hamparan. Namun untuk agribisnis melon, sebaiknya budidaya melon dilaksanakan di hamparan lahan. Untuk budidaya dengan polybag, idealnya memerlukan ukuran polybag 40 cm atau lebih. Secara umum budidaya melon memerlukan persiapan sebagai berikut ;

1) Pembajakan

Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi, struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm.

2) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan

Untuk pencangkulan dan penggarukan, keadaan tanahnya harus cukup kering. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat, tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air).

Budidaya Melon - pembuatan bedengan
Olah lahan dengan cara dibajak atau dicangkul dan pembuatan bedengan

Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. Selain perakarannya mudah menembus tanah, juga akan mudah bernapas.

Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Jika tidak, sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain.

3) Pengeringan

Lahan dikeringkan 5-7 hari setelah dibajak (atau dibalik). Selama proses ini beberapa senyawa kimia beracun dan merugikan tanaman akan hilang berlahan-lahan.

4) Pembuatan Bedengan

Bentuk bedengan dengan tali rafia, panjang bedengan maksimum 12 – 15 meter; tinggi bedengan 30 – 50 cm dan lebar bedengan 100 – 110 cm. Sementara jarak antar bedengan/lebar parit 55 – 65 cm.

Dengan panjang bedengan maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air, terutama di musim hujan. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm, karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi.

Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan, pemasangan ajir, maupun penalian.

Bila bentuk bedengan telah terlihat, bedengan tersebut dikering-anginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas.

5) Pengapuran

Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini :

a) < 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
b) 4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
c) 4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
d) 5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
e) 5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
f) 6,1 – 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha

6) Pemupukan dasar (per hektar)

Pemupukan dasar dengan ;  Pupuk kandang/kompos=10 ton, Urea = 440 kg  TSP = 1.200 kg ; KCl = 330 kg;  MOSA GOLD = 10 botol

Untuk campuran pupuk kandang/kompos, Campur SUPER GLIO 100 – 200 gr (1- 2  bungkus) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu  sebelum ditebar merata pada pupuk kandang/kompos.

7) Pemasangan Mulsa Plastik

Mulsa plastik Hitam-Perak (PHP) yang terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal, kondisi pertanaman tidak terlalu lembab, mengurangi serangan penyakit, dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat. Akibatnya, perkembangan akar akan optimal. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh.

Budidaya melon - Pemasangan mulsa dan pembuatan lubang tanam 1
Budidaya melon – Pemasangan mulsa plastik dan pembuatan luang tanam

Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat.

               Setelah selesai pemasangan mulsa , biarkan dulu selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman.


Penanaman Melon

1) Pembuatan Lubang Tanam

Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm, dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat.
Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga.

2) Pemasangan tajar/turus

Tajar /ajir/ turus adalah tongkat dari kayu atau bilahan bambu, untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun.
Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam, dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg.

                Tempat ditancapkannya tajar dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya tajar lebih kokoh lagi, kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan tajar di belakangnya.

Pemasangan turus dilakukan untuk penanaman melon dengan  sistem turus. Pemasangan dilakukan setelah pemasangan mulsa dan pembuatan lubang tanam. Pemasangan turus yang umum dilakukan petani ada dua model yaitu menyerupai huruf ‘A’ dan menyerupai huruf ‘X’. Bahan yang digunakan adalah kayu atau bambu. Pada model huruf ‘A’, tinggi turus 180 cm, ketinggian 80 cm dibuat para-para, jarak dua pasang turus yang berhadapan 60 cm. Pada model huruf ‘X’, tinggi turus 195 cm, 75 cm dari atas dan 20 cm dari persilangan dibuat para-para, jarak dua pasang turus yang berhadapan 60 cm.

3) Pemindahan dan Penanaman bibit

Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari.

Budidaya melon - pemindahan bibit melon
Pemindahan bibit melon dilakukan secara hati-hati

Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya, yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedenganpun jangan sampai kekurangan air.

4) Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari, karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air.

5) Penyiangan

Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Gulma yang tidak dibersihkan menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan.

6) Pembubunan

Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk, tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. Saat melakukan pemupukan, tanah yang sebelumnya sudah diolah, telah dikelentang selama 2 minggu. Dengan begitu, diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik
matahari tersebut, cukup sehat untuk ditanami.

7) Pemupukan susulan  budidaya melon

Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu 20 hari setelah ditanam, tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman, dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. Untuk memudahkan dalam pemupukan, dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal.

Pupuk Susulan I (Per hektar)

Urea =330 kg;  TSP = 220 kg

Pupuk Susulan II (per hektar)

Urea = 220 kg ; TSP = 550 kg ; KCL = 160 kg

Pupuk susulan III (per hektar)

Urea = 440 kg;

Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam); pupuk susulan I : umur ± 20 hari; pupuk susulan II: umur + 40 hari; pupuk susulan III: umur + 60 hari.

Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold
Pengocoran tanaman melon dengan mosa gold

Penyemprotan ;

Tanaman umur 2 minggu; semprotkan 1 tutup HORTECH/tangki 14ltr + 5  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 25 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tanki 14 liter + 10  tutup AGRITECH / tanki 14 liter.

Tanaman umur 45 hari; semprotkan 2 tutup HORTECH / tangki 14ltr + 10  tutup AGRITECH / tangki 14ltr.

Sehingga, kebutuhan Pupuk Mikro  per Hektar : MOSA GOLD  (500 gr) 10 botol, AGRITECH     (500 cc) 10 sd 15 botol.

8) Pengairan dan Penyiraman

Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk  pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.

Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar.

Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya.

9) Pencegahan Hama dan Penyakit

a) Tindakan preventif, benih direndam dalam larutan BIO-SPF dengan konsentrasi 1 sendok /liter dan pengocoran dengan BIO-SPF pada umur 20 HST.

Pengocoran tanaman melon dengan mosa bio SPF
Pengocoran tanaman melon dengan mosa bio SPF

b) Pengocoran SUPER GLIO dengan dosis 1 sendok/ ember 10 liter untuk mengocor lahan. Catatan; 1 sachet SUPER GLIO berisi 100 gr cukup untuk mengocor lahan melon luasan 1000 meter
c) Penyemprotan dengan TOP-BN dengan dosis 1 sendok /tangki air 14 liter.

10) Perempelan / Pemangkasan

Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut).

Budidaya melon - umur 1 bulanan - jenis melon roket
Perempelan tanaman melon

                 Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.


Hama dan Penyakit pada Melon

1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover )

Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama.

Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak
menjadi inang hama; (2) Penyemprotann dengan TOP-BN terutama semenjak awal dengan
dosis 1 sendok /tangki air 14 liter; (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan).

2) Thirps (Thirps parvispinus Karny)

Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). Serangan dilakukan di musim kemarau.

Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting, dan bercaknya kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps.

Pengendalian: menyemprot dengan dengan TOP-BN dengan dosis 1 sendok per tangki air 14 liter  untuk mengendalikan thrips tersebut. penyemprotan dilakukan pada sore hari

3) Penyakit Puret

Penyakit Puret pada tanaman melon rentan menyerang pada fase vegetatif ( 5 – 20 HST/ Hari Setelah Tanam ). Istilah lain adalah kriting atau jebug ( istilah di jatim ) tanaman yang terserang pada fase ini bisa di pastikan produksinya akan gagal karena tanaman tidak bisa berkembang dan tumbuh dengan baik.

antivirus nabati mosa - bimasakti
antivirus nabati mosa – bimasakti

Ciri : Tanaman yang terserang kriting adalah daun muda dari pucuk hingga 3 daun ke bawah keriting, batang berbulu, daun menjadi keras bila di remas akan berbunyi krepek, daun menciut dan cenderung menggulung kedalam, warna daun pucat. Pada akar tanaman bila di cabut berwarna coklat dan agak keriting. Penyebab penyakit ini bisa karena di sebabkan oleh serangan nematoda yang bersamaan dengan serangan thrip dan kutu kebul, trips dan kutu kebul vektor virus keriting.
Pengendalian : Penyemprotan intensif dengan antivirus nabati MOSA ‘Bimasakti’, konsentrasi : 2 ml/liter. Waktu ; 10, 20, 40, 60 (HST)

4) Penyakit Layu bakteri

Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky).

Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau, kemudian tanaman layu secara keseluruhan. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.
Pengendalian: 1)Perendaman benih dengan BIO-SPF ,(2) Pengocoran lahan, terutama disekitar perakaran dengan BIO-SPF

5) Penyakit busuk pangkal batang

 Penyakit busuk pangkal batang disebut juga gummy stem bligt, Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.

Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin.

Pengendalian: 1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di
perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; 2) Pengocoran dengan SUPER GLIO terutama pada sekitar perakaran 1 sachet untuk luasan lahan 1000 m2

6) Gulma

Gulma(tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.


PANEN

Ciri dan Umur Panen

1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar
3) Warna kulit hijau kekuningan.
4) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
5) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.

Cara Panen :

  1. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
  2. angkai dipotong berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya.
  3. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
  4. Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan.

Panen dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan
ditambahkan 50%.
Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat, maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan, tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob). Setelah menanam padi selesai, tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama
dan penyakit yang lebih rendah.


Kisah Sukses

Berikut ini salah satu contoh kisah sukses budidaya melon milik bapak Nasir dengan teknologi organik dan pupuk berimbang ;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *