Pedoman Budidaya Kentang

Budidaya kentang

Budidaya kentang

 

  • Kentang dapat ditanam di wilayah dengan ketinggian 500 > m dpl, yang optimum 100 – 2000 m dpl.
  • Suhu udara sekitar 20 o
  • Tanah gembur, sedikit berpasir, banyak mengandung humus.

  • Drainase baik sehingga tidak ada genangan air.
  • pHtanah 5 – 5,5.
  • Daerah yang banyak ditanami kentang yaitu : Batu (Malang), Tengger, Tawangmangu, Wonosobo, Lembang, Pangalengan, Cipanas, Bukit Tinggi, Kerinci, Malino.

 Jenis – Jenis Kentang

 Kentang Kuning( kulit dan daging berwarna kuning) : Eigenheimer, Patrones, Rapan 106, Thung 151 C.

  1. Kentang Putih( kulit dan daging berwarna putih) : Donata, Radosa, Sebago.
  2. Kentang Merah (Kulit merah dan daging putih) : Desiree, Arka, Red pontiac.

Cara Pembibitan Kentang

  1. Umbi yang digunakan merupakan umbi yang telah disimpan selama 2 – 4 bulan.
  2. Bibit kentang direndam dengan BIO SPF , 1 sachet BIO SPF dicampur dengan 50 liter air digunakan untuk merendam bibit kentang selama 10 menit.
  3. Setelah bertunas 2 cm, umbi siap ditanam.
  4. Lahan seluas 1 Ha, diperlukan 1,2 – 1,5 ton bibit kentang dengan berat bibit 30 – 40 gr per umbi.

Persiapan Lahan pada Budidaya Kentang

  1. Lahan dicangkul sedalam 30 – 40 cm.
  2. Dibuat bedeng bedeng dengan lebar 80 -100 cm. Jarak antar bedeng 30 cm.
  3. Tiap bedeng dibuat lubang tanam dengan jarak 70 cm x 30 cm.
  4. Pupuk kandang 0,5 kg diberikan kelobang tanam di bedengan dengan dosis 2 Ton/ 1000 m2. Pupuk kandang yang digunakan adalah yang sudah kering. Lebih dahulu pupuk kandang dicampur dengan SUPER GLIO untuk pengendalian penyakit Layu Fusarium. Caranya 1 sachet SUPER GLIO dicampur merata 25 kg – 50 kg pupuk kandang yang sudah matang, ditambah air hingga 60 %. Diperam dahulu 1 minggu kemudian dicampur merata dengan pupuk kandang 2 ton.

Penanaman

  • Bibit diletakkan di atas pupuk kandang yang telah ditaburkan di tiap lubang tanam.
  • Tiap bibit di kanan kiri jarak 10 cm diberi pupuk NPK sebanyak 12 gr. Tiap 1 Ha lahan membutuhkan 600 kg campuran 300 kg Urea, 225 kg SP 36, 75 kg KCl dengan perbandingan 4 : 3 : 1. Sebelumnya pupuk NPK telah dicampur dengan MOSA GOLD. Tiap 1 botol (500 gr) MOSA GOLD dicampur 60 kg NPK untuk lahan seluas 1000 m2 atau 10 botol untuk luasan lahan 1 Hektar. Setelah diberi pupuk NPK  setiap barisan umbi ditutup dengan tanah di kanan kiri barisan sambil ditimbun sehingga membentuk guludan dengan jarak antar guludan 70 cm
  • Tanaman mulai tumbuh saat 10 hari setelah tanam.

Pemupukan Pada Budidaya Kentang

  • Saat umur 1 dan 3 minggudilakukanPenyemprotan AGRITECH ke tanaman dengan dosis 3 tutup / tangki isi 14 liter  dan HORTECH 1 tutup / tankiisi 14 liter.
  • Tiap bibit di kanan dan kiri jarak 10 cm diberi pupuk NPK sebanyak 12 gr. Tiap 1 Ha lahan membutuhkan 600 kg campuran 300 kg Urea, 225 kg SP 36, 75 kg KCl dengan perbandingan 4 : 3 : 1. Sebelumnya pupuk NPK dicampur dengan MOSA GOLD. Tiap 1 botol MOSA GOLD dicampur 60 kg NPK untuk lahan seluas 1000 m2atau 10 botol untuk luasan 1 Hektar. Setelah diberi pupuk NPK setiap barisan umbi ditutup dengan tanah di kanan kiri barisan sambil dibumbun sehingga membentuk guludan dengan jarak antar guludan 70 cm
  • Pada umur 5 dan 7 minggu tanaman disemprot dengan AGRITECH dosis 5 tutup/ tank iisi 14 liter dan  HORTECH dosis 1-2 tutup/tangki isi 14 liter.

Hama dan Penyakit pada Kentang

Tanaman kentang perlu dipelihara secara intensif terutama dalam mengendalikan hama penyakit. hama yang biasanya menyerang tanaman dan umbi, diantaranya yaitu :

  • Nematoda Meloidogyne sp.

Nematoda menyebabkan penyakit kutil pada umbi kentang sehingga sangat merugikan karena kualitas kentang jadi menurun. Hama ini sering menyerang pada tanah berpasir yang pH agak rendah. Nematoda bisa dikendalikan dengan menanam kentang yang mempunyai ketahanan terhadap nematode.

Selain itu bisa dilakukan dengan menanam kenikir (Tagetes erectus) di sekitar tanaman kentang.

  • Ulat penggulung daun (Phytorimaea sp. )

Hama ulat penggulung daun merusak daun kentang dan tunas umbi terutama dimusim kemarau.

  • Ulat tanah ( Agrotisipsilon)

Ulat tanah merusak tanaman dengan memotong batang yang masih muda. Ulat ini biasanya bersmbunyi di dalam tanah diseketar batang. Ulat ini keluar dari persembunnyiannya pada jam 15 – 18.

Pengendalian bisa dilakukan dengan cara mekanis, dengan cara mengumpulkan ulat dari sekitar batang saat jam 17.30 – 18.00 sore

  • Jamur Phytopthorainfestans

Tanaman yang terserang jamur ini dapat menyebabkan penyakit busuk daun. Penyakit ini dikendalikan dengan SUPER GLIO saat sebelum tanam atau saat awal tanam.

1 sachet SUPER GLIO di campur pupuk kandang matang 25 – 50 kg dan didiamkan 7 hari . Selanjutnya campuran di tebar nerata di lubang tanam sebelum atau saat tanam. Campuran dengan 1 sachet SUPER GLIO dicampurkan pada lahan seluas 10002.

  • Penyakit Mozaik /Blorok

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Virus dibawa oleh vektor dari jenis kutu-kutuan daun. Virus type ini menyerang tanaman kentang hingga daun-daun jadi keriting. untuk menghindar serta melindungi kentang dari serangan virus ini. Tanaman yang

antivirus nabati mosa - bimasakti

antivirus nabati mosa – bimasakti

diserang virus ini dapat menyusut kemampuannya untuk membuahkan umbi, terlebih bila tanaman yang terserang berusia kurang dari 1 bulan. jikalau membuahkan ibu, umumnya umbinya kecil-kecil ( kriel ). belum ditemukan obat yang ampuh untuk membasmi virus ini.

Pengendalian ;

1) Pemilihan bibit tanaman kentang yang baik serta bebas dari virus.

2) Pengendalian kutu-kutu daun ( mysus persisse ) sebagai penyebar virus ( vector ) serta bergulung ( leafrol ) dengan penyemprotan TOP-BN (MOSA BN).

3) Penyemprotan intensif dengan antivirus nabati MOSA ‘BIMASAKTI’ . Penyemprotan ini dengan konsentrasi 2ml/liter dan interval ;10, 20, 40, 60 (HST/ Hari setelah tanam).

  • Layu Fusariumoxysporum dan Layu Bakteri

Penyakit layu Fusarium dikendalikan dengan SUPER GLIO saat sebelum tanam atau saa tawal tanam.

1 sachet SUPER GLIO dicampur pupuk kandang matang 25 – 50 kg dan didiamkan 7 hari. Selanjutnya campuran di tebar merata di lubang tanam sebelum atau saat tanam. Campuran tersebut digunakan untuk luasan lahan 10002.

Penyakit layu bakteri dikendalikan dangan BIO SPF. 1 sachet BIO SPF  dilarutkan dengan 20 liter air untuk merendam bibit kentang selama 10 menit.

Selanjutnya aplikasi pada tanaman kentang dilakukan pada umur 2 minggu dengan penyiraman atau penyemprotan. 1 sachet BIO SPF dilarutkan dengan 20 liter air untuk disiramkan atau disemprotkan kepangkal batang. 1 sachet BIO SPF cukup untuk pengendalian penyakit pada luasan 1000 m2 tanaman kentang.

 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *